Berita

Timnas Amin Jelaskan Soal Contract Farming, ‘Ada Bantuan Pupuk Rp2 Juta & Perlindungan Gagal Panen Rp10 Juta’

Avatar
×

Timnas Amin Jelaskan Soal Contract Farming, ‘Ada Bantuan Pupuk Rp2 Juta & Perlindungan Gagal Panen Rp10 Juta’

Sebarkan artikel ini
contract farming
Ilustrasi: Barisanco/Damar.

Contract farming bakal jadi andalan Anies Baswedan untuk angkat derajat petani.

BARISAN.CO – Dewan Pertimbangan Timnas Amin, Awalil Rizky, menyebut pasangan Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar sangat serius untuk mengangkat derajat petani dan nelayan lewat skema contract farming.

Kata dia, baik Anies maupun Gus Muhaimin terus keliling ke wilayah Indonesia untuk menyapa petani guna mengetahui permasalahan yang dihadapi sektor pertanian selama ini.

“Anies dalam berbagai kesempatan menyampaikan permasalahan yang dihadapi petani antara lain kelangkaan pupuk dan tingginya harga pupuk,” kata Awalil dalam konferensi pers Kebijakan Sektor Pertanian Paslon Amin yang diselenggarakan di Jalan Brawijaya 10, Jakarta Selatan, Jumat (19/1/2024).

Selain pupuk, kata dia, Anies juga menemukan bahwa petani kesulitan mencari benih yang berkualitas, mudah, dan murah.

“Anies juga menemukan adanya ketidakpastian harga produk pertanian dihadapi petani selama ini. Ketika panen raya, harga komoditas pertanian anjlok sehingga para petani merugi,” katanya.

Oleh sebab itu, Anies-Muhaimin berkomitmen memastikan ketersediaan dan keterjangkauan harga pupuk petani. AMIN juga akan membenahi tata niaga pertanian melalui regulasi sehingga harga produk pertanian lebih layak dan menguntungkan petani.

“Salah satu solusi yang ditawarkan melalui contract farming (pertanian kontrak). Paslon nomor urut 1 ini akan menyiapkan regulasi tentang pertanian kontrak. Melalui skema ini, sentra pertanian menjadi mitra,” jelas Awalil.

Petani dan sentra pertanian akan bermitra dengan BUMN, BUMD, dan swasta dengan regulasi yang telah dibuat oleh pemerintah sehingga menguntungkan semua pihak dan berkeadilan.

Contract farming menurut Awalil adalah bentuk kesepakatan di muka antara petani dan pembeli. Kedua belah pihak menyepakati syarat dan ketentuan produksi hingga pemasaran produk pertanian.

Tak hanya itu, AMIN juga akan mendorong penerapan konsep corporate farming  sehingga lahan pertanian bisa dikelola lebih modern dalam skala luas untuk memacu produktivitas sekaligus menurunkan biaya produksi.

Selain itu, kata Awalil, akan ada kebijakan dan program teknis AMIN di sektor pertanian untuk mewujudkan kesejahteraan petani dan kemandirian pangan antara lain.

“Pertama, bantuan pupuk sampai dengan Rp2 juta/ha/satu kali masa tanam untuk petani dengan lahan kurang dari 2 ha. Kedua, dana perlindungan gagal panen hingga Rp10 juta per ha. Ketiga, pinjaman dengan bunga rendah untuk petani. Keempat, memberikan kepastian pembelian hasil panen melalui skema contract farming,” ungkap Awalil. [dmr]