Pojok Bahasa & Filsafat

Weekday dan Weekend? Arti dan Penjelasan Lengkap

Avatar
×

Weekday dan Weekend? Arti dan Penjelasan Lengkap

Sebarkan artikel ini
weekday artinya

BARISAN.CO – Apa sih perbedaan Weekday dan Weekend? Keduanya merupakan istilah yang menggambarkan dua bagian berbeda dalam seminggu. Weekday artinya hari kerja dan Weekend artinya akhir pekan, untuk lebih jelasnya simak penjelasannya berikut ini.

Weekday artinya hari untuk berkerja yang memiliki makna rujukan waktu bekerja dalam seminggu. Contohnya, jika Pegawai Negeri Sipil (PNS) bekerja lima hari kerja, sabtu dan minggu merupakan hari libur maka disebut Weekend.

Jadi arti Weekend adalah hari libur dalam seminggu yang biasanya digunakan untuk istirahat, rekreasi, dan waktu luang.

Hari-hari dalam seminggu yang dianggap sebagai “weekend” untuk PNS adalah hari Sabtu dan Minggu. Berbeda dengan para buruh yang bekerja di Pabrik, bagi mereka Weekend adalah hari minggu.

Pada hari-hari ini, banyak orang tidak bekerja atau bersekolah, dan mereka memiliki kesempatan untuk beristirahat, berkumpul bersama keluarga atau teman, berlibur, atau mengejar hobi dan kegiatan lainnya.

Sementara, weekday artinya hari-hari banyak orang sibuk dengan pekerjaannya baik di kantor, pabrik, perusahaan maupun dinas di pemerintahan maupun sekolah.

Jadi jika ada yang bertanya, Apa perbedaan weekday dan weekend? Jawabannya sebagaimana yang telah diterangkan diatas.

Kedua istilah tersebut berasal dari bahasa Inggris yang mengistilahkan weekend dan weekdays. Weekend artinya akhir pekan, pada umumnya jatuh pada hari Minggu dan weekdays adalah hari kerja dari senin sampai sabtu.

Adapun asal usul kedua istilah tersebut tidak dapat lepas saat terjadinya revolusi industry pada akhir abad 18. Pada saat itu, Revolusi Industri telah mengubah lanskap kerja dan mengakibatkan kondisi waktu hari kerja yang panjang.

Ada kebutuhan untuk memberikan pekerjaan waktu yang lebih teratur dan waktu yang diakui untuk beristirahat dan rekreasi.

Pada tahun 1904 di Inggris terjadi gerakan yang dipimpin oleh seorang aktivis bernama Robert Owen mengadvokasi untuk menerapkan konsep “eight hours work, eight hours rest, eight hours recreation” (delapan jam bekerja, delapan jam beristirahat, delapan jam rekreasi) untuk meningkatkan kualitas hidup pekerja.

Akhirnya, pada tahun 1919, Inggris memperkenalkan “Rest Day Act” yang memberikan pekerja satu hari libur yang terpisah dari hari kerja, biasanya di hari Sabtu atau Minggu.

Konsep ini segera menyebar ke negara-negara lain, dan akhirnya “weekend” menjadi suatu kebiasaan belahan masyarakat global.***