Scroll untuk baca artikel
Edukasi

3 Akhlak Terpuji: Pengertian, Dalil dan Contohnya

Redaksi
×

3 Akhlak Terpuji: Pengertian, Dalil dan Contohnya

Sebarkan artikel ini

Akhlak adalah kehendak jiwa manusia yang menimbulkan suatu perbuatan dengan mudah karena kebiasaan tanpa memerlukan pertimbangan pikiran terlebih dahulu

BARISAN.CO – Akhlak terpuji adalah sikap atau perilaku dan perbuatan manusia yang sesuai dengan dengan etika masyarakat dan tuntunan ajaran agama Islam. Dalam pendidikan agama Islam, akhlak berasal dari bahasa arab yang berasal dari kata khuluqun yang artinya tabiat, adat, perangai.

Kata akhlak mempunyai akar kata yang sama dengan kata khaliq yang artinya pencipta dan makhluk yang berarti ciptaan atau yang diciptakan.

Sedangkan pengertian akhlak secara istilah dikutip dari buku Kurikulum dan Pembelajaran karya Oemar Hamalik, akhlak adalah kehendak jiwa manusia yang menimbulkan suatu perbuatan dengan mudah karena kebiasaan tanpa memerlukan pertimbangan pikiran terlebih dahulu.

Pendapat lain, menurut Imam Al-Ghazali, akhlak adalah sifat yang tertanam dalam jiwa yang  menimbulkan perbuatan-perbuatan dengan gampang dan mudah, tanpa memerlukan pemikiran dan pertimbangan.

Jika sifat itu melahirkan perbuatan yang baik menurut akal dan syariat, maka disebut akhlak yang baik, dan bila lahir darinya perbuatan yang buruk, maka disebut akhlak yang buruk.

Agama Islam menempatkan akhlak pada posisi yang sangat penting. Pentingnya posisi akhlak sebagaimana diketahui bahwa Rasulullah Saw diutus untuk menyempurnakan akhlak. Misi utama Nabi Muhammad Saw menempatkan posisi akhlak yang tempat tertinggi.

Rasulullah Saw bersabda:

إِنَّمَا بُعِثْتُ لأُتَمِّمَ مَكَارِمَ الأَخْلاقِ

Artinya: “Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlak yang mulia.” (HR. Bukhari).

Akhlak yang mulia Rasulullah Saw sebagaimana diterangkan Allah Swt pada firmannya dalam surah Al-Qalam ayat 4. Allah Swt berfirman:

وَإِنَّكَ لَعَلَىٰ خُلُقٍ عَظِيمٍ

Artinya: “Dan sesungguhnya engkau benar-benar berbudi pekerti yang agung.” (QS. Al-Qalam: 4).

Lantas seperti apa akhlak Rasulullah Saw? Pada suatu ketika Hisyam bin Amir bertanya kepada Aisyah istri Rasulullah menanyakan tentang akhlak Nabi. Lalu Aisyah menjawab:

كَانَ خُلُقُهُ الْقُرْآنَ

Artinya: “Akhlak Nabi Saw adalah Alquran.” (HR. Muslim).

Bahkan salah satu pokok timbangan terpenting dari amal manusia adalah akhlak terpuji. Sebagaimana Rasulullah Saw bersabda:

مَا مِنْ شَىْءٍ يُوضَعُ فِى الْمِيزَانِ أَثْقَلُ مِنْ حُسْنِ الْخُلُقِ وَإِنَّ صَاحِبَ حُسْنِ الْخُلُقِ لَيَبْلُغُ بِهِ دَرَجَةَ صَاحِبِ الصَّوْمِ وَالصَّلاَةِ

Artinya: “Tidak ada sesuatu amalan yang jika diletakkan dalam timbangan lebih berat dari akhlak yang mulia. Sesungguhnya orang yang berakhlak mulia bisa menggapai derajat orang yang rajin puasa dan rajin salat.” (HR. Tirmidzi).

Dari uraian di tas, bahwasanya akhlak yang dimaksud adalah akhlak yang baik atau akhlak yang mulis bersumber dari wahyu Allah Swt yakni Al-Quran.

Contoh 3 Akhlak Terpuji

Pendidkan akhlak hal yang paling utama harus diterapkan. Materi-materi akhlak menjadi pembahasan, termasuk di Madrasah Ibtidaiyah. Ada 3 (tiga) akhlak terpuji dalam materi kelas 3 Madrasah Ibtidaiyah (MI).

Berikut ini penjabaran materi tersebut dikutip dari buku Akidah Akhlak MI Kelas III yang ditulis Khoirul Mujahiddin diterbitkan Kementerian Agama RI. Adapun tiga akhlak terpuji tersebut yakni:

1. Pantang Menyerah

Pantang menyerah adalah sikap tidak mudah putus asa dalam melakukan sesuatu. Sikap yang seperti ini perlu untuk dimiliki oleh setiap orang. Apalagi di  zaman sekarang, persaingan menuju kesuksesan menuntut kita untuk terus  berjuang.  Jika kita mudah menyerah, maka kesuksesan akan hilang dari  jangkauan kita.

Patang menyerah menjadi hal yang tidak mudah dilakukan. Banyak orang  yang memilih untuk menyerah ketika merasa tidak mampu untuk bangkit di saat  perjalanannya dihadang suatu masalah. Ada anak yang mengaku tidak bisa  dalam satu pelajaran, sementara dia belum berusaha dengan maksimal.