Scroll untuk baca artikel
Pendidikan

Pendidikan Literasi Anak Usia Dini, Manfaat dan Praktiknya

Redaksi
×

Pendidikan Literasi Anak Usia Dini, Manfaat dan Praktiknya

Sebarkan artikel ini

BARISAN.CO – Pendidikan literasi anak usia dini adalah kemampuan awal untuk mengajari anak membaca dan menulis, yakni kemampuan untuk anak membangun keterampilan berbahasa yakni kaya akan kosa kata, ekspresi diri, dan pemahaman.

Literasi anak merupkan keterampilan, sehingga membangun keterampilan bahasa sangat penting hal ini membantu anak-anak memahami kata-kata yang dicetak maupun diajarkan pada ada ketika mulai membaca.

Selain membangun keterampilan pada diri anak berupa keterampilan membaca, juga keterampilan menulis dan berhitung.

Lantas, bagaimana cara menerapkan literasi pada anak usia dini?

Cara menerapkan literasi anak usia dini hal utama untuk diperhatikan yakni terkait hubungannya dengan perkembangan anak, terutama perkembangan mental. Adapun cara penerapan literasi anak yakni sebagaimana model pembelajaran yang dilakukan pada anak usia dini.

Jadi menerapkan literasi pada anak usia dini yakni dengan mengedepankan literasi berbasis bermain. Melalui metode bermain anak diajak untuk memahami literasi baik itu huruf, angka maupun cara menulis huruf dan angka.

Sebab bermain adalah dunia anak, ketika ia bermain itu wujud dari pada model belajar. Selain itu menerapkan literasi anak juga menghubungkannya dengan kondisi lingkungan. Akan memiliki perbedaan di lingkugan pedesaan dan perkotaan, salah satu point pentingnya yakni terakit sarana dan prasarana.

Selanjutnya point ketiga setelah model bermain dan lingkungan yakni terkait minat dan bakat anak. Seorang guru atau pendidik selayaknya mengetahui potensi anak didinya, sehingga guru akan mudah menerapkan literasi pada anak.

Manfaat dan Praktik Literasi Anak Anak Usia Dini

Setelah memahami bagaimana menerapkan literasi pada anak, maka akan diketahui hasilnya. Dari hasil tersebut akan menghasilkan manfaat. Adapun manfaat pendidikan literasi pada anak usia dini yakni; Pertama, membantu anak bersiap membaca, menulis dan berhitung.

Kedua, membantu perkembangan keterampilan bahasa anak. Ketiga, memberikan penyadaran pentingnya literasi, terlebih literasi digital yakni hubungaannya dengan handphone atau gaget saat ini.

Lalu setelah memahami pentingnya literasi pada anak usia dini. Berikut ini praktik pendidikan literasi untuk anak usia dini. Praktik pendidikan literasi ini dilakukan melalui kegiatan dunia akan yang dialami anak, berikut daftar praktik literasi anak dikutip dari lexpublib.org:

1. Bermain

Anak-anak belajar bagaimana mengekspresikan diri mereka ketika mereka bermain. Mereka juga menemukan arti kata, dan cara bercerita.

Anak-anak mempelajari kata-kata baru melalui permainan, mereka akan mengenali kata-kata itu dalam sarana belajar ketika mereka mulai membaca. Belajar bagaimana bercerita membangun pemahaman membaca.

Biarkan anak Anda bermain dandanan dengan pakaian, topi, dan perhiasan bekas. Mainkan cerita favorit dengan binatang atau boneka yakni bisa melalui metode dongeng.

Di sentra balok, anak-anak diajak bermain dengan balok. Seorang guru bisa berpura-pura sedang membangun istana, gedung pencakar langit, atau apa pun yang disuka.

2. Bernyanyi

 Bernyanyi membantu anak-anak mendengar bagaimana kata-kata dapat dipecah menjadi bagian-bagian yang lebih kecil.

Keterampilan ini akan membantu mereka mengucapkan kata-kata ketika mereka mulai membaca sendiri. Lagu juga mengajarkan kosakata baru, dan memperkenalkan konsep baru.

Nyanyikan lagu pengantar tidur sebelum tidur, nyanyian awal mulai belajar maupun dengan doa-doa yang dilakukan. Bisa juga bernyanyi mengunakan mp3 pada laptop atau handphone

Banyak buku bergambar mengilustrasikan lagu anak-anak populer. Sebagai seorang guru hendaknya dapat menemukan buku yang sesuai untuk waktu bernyanyi maupun bercerita.

3. Membaca

Membaca dengan anak adalah salah satu cara terbaik untuk membantu anak-anak bersiap-siap untuk membaca sendiri.

Bahasa dalam buku jauh lebih kaya daripada bahasa yang kita gunakan setiap hari. Ini berarti membaca memperluas kosakata anak.

Mendengar banyak “kata-kata langka” di masa kanak-kanak akan membantu anak mengenali kata-kata yang dicetak ketika dia mulai membaca. Ini berarti dia akan mengerti apa yang mereka baca.

Ajak anak untuk gemar membaca  yakni dengan cara mengajak anak membaca setiap hari. Tunjukkan kata dan huruf saat membacakan untuk anak.

4. Berbicara atua komunikasi

Berbicara dengan anak adalah salah satu cara terbaik untuk mengembangkan bahasa dan keterampilan literasi awal.

Percakapan membantu anak mengungkapkan pikiran, mempelajari arti kata, dan memperoleh informasi baru tentang dunia.

Berbicara juga memberi anak-anak dasar pengetahuan yang kaya dan dapat diterapkan untuk membaca mandiri. Semakin banyak anak tahu tentang dunia, semakin banyak kata yang akan mereka kenali.

Pola berbicara atau komunikasi pada anak kuncinya ada pada pertanyaan. Maka ajukan pertanyaan terbuka kepada anak. Ini adalah pertanyaan yang tidak dapat dijawab dengan “ya” atau “tidak” yang sederhana.

Contoh pertanyaa: Apa yang kamu lakukan di taman hari ini?, Apa yang akan terjadi selanjutnya dalam cerita kita?

Jika anak memberi tahu sebuah kata, tambahkan lebih banyak kata. Jika anak mengatakan “truk pemadam kebakaran,” jawab, “Ya, itu truk pemadam kebakaran besar berwarna merah. Ada sirene di atasnya. Sirene membuat suara keras untuk memberitahu orang-orang untuk menyingkir. Truk pemadam kebakaran akan membantu orang-orang.”

5. Menulis

Kegiatan menulis membantu anak belajar nama dan bunyi huruf. Menulis, atau mencoret-coret dan menggambar, juga membantu anak-anak belajar bahwa tanda di atas kertas mewakili bahasa lisan.

Pengetahuan ini akan membantu mereka memecahkan kode kata-kata di halaman dan layar ketika mereka mulai membaca.

Minta anak untuk menggambar segala sesuatu di buku hariannya. Bantu anak menulis nama setiap benda di dalam ruangan.

Demikanlah pendidikan literasi  anak usia dini, semoga anak memahami dan begitu juga sbealinya bagi guru. Bahwa literasi adalah bagian dari pembelajaran untuk anak usia dini.