Scroll untuk baca artikel
Religi

Bismillahirrahmanirrahim: Kapan Dibaca Lengkap dan Kapan Cukup Bismillah?

×

Bismillahirrahmanirrahim: Kapan Dibaca Lengkap dan Kapan Cukup Bismillah?

Sebarkan artikel ini
Bismillahirrahmanirrahim
Ilustrasi

Ia juga menegaskan bahwa surat-surat Nabi ﷺ tidak dimulai dengan alhamdulillah, melainkan dengan basmalah, menunjukkan fleksibilitas lafaz sesuai konteks.

Basmalah dalam Aktivitas Sehari-hari

Dalam hadis tentang adab masuk kamar mandi, Rasulullah ﷺ mengajarkan bacaan:

بِسْمِ ٱللَّهِ، أَعُوذُ بِٱللَّهِ مِنَ ٱلْخُبْثِ وَٱلْخَبَائِثِ

Bismillah, aku berlindung kepada Allah dari kejahatan dan makhluk jahat.”

Di sini, lafaz yang digunakan adalah bismillah, bukan bismillahirrahmanirrahim. Ini menjadi dalil bahwa pada kondisi tertentu, lafaz singkat justru lebih sesuai dengan sunah.

Pendapat Ulama Mazhab Maliki

Al-Hattab Al-Maliki rahimahullah dalam Mawahib al-Jalil menukil pendapat Al-Fakihani bahwa saat menyembelih hewan tidak dianjurkan mengucapkan bismillahirrahmanirrahim, karena yang disyariatkan hanyalah tasmiyah, yakni bismillah.

Namun, pada aktivitas lain seperti makan, minum, wudu, dan membaca, mengucapkan basmalah lengkap tetap dianjurkan.

Basmalah Saat Makan

Dalam hadis riwayat Aisyah radhiyallahu ‘anha, Nabi ﷺ bersabda:

إِذَا أَكَلَ أَحَدُكُمْ فَلْيَذْكُرِ اسْمَ اللَّهِ

Jika salah seorang dari kalian makan, hendaklah ia menyebut nama Allah.”

Jika lupa di awal, beliau mengajarkan untuk mengucapkan:

بِسْمِ ٱللَّهِ أَوَّلَهُ وَآخِرَهُ

Bismillah di awal dan akhirnya.”

Mayoritas ulama menyatakan bahwa mengucapkan bismillah sudah mencukupi. Namun, Syekh Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah menegaskan bahwa jika seseorang mengucapkan bismillahirrahmanirrahim saat makan, hal itu baik dan lebih sempurna.

Kesimpulan

  • Dari berbagai pendapat ulama, dapat disimpulkan bahwa:
  • Bismillahirrahmanirrahim adalah bentuk basmalah yang paling sempurna.
  • Bismillah saja sudah sah dan mencukupi dalam banyak keadaan.
  • Pada kondisi yang ada dalil khusus menggunakan bismillah, maka itulah yang lebih utama diikuti.
  • Menambah ar-Rahmanir-Rahim tidak dilarang dan tetap bernilai ibadah menurut mayoritas ulama.

Dengan demikian, Islam tidak memberatkan umatnya. Baik bismillahirrahmanirrahim maupun bismillah sama-sama menjadi pintu keberkahan, selama hati menghadirkan niat untuk mengingat Allah dalam setiap langkah kehidupan. []