Dia menambahkan, dengan Malpass di puncak, Grup Bank Dunia tidak dapat dipercaya sebagai mitra dalam pembangunan berkelanjutan.
Laporan Banking on Climate Chaos 2022 menemukan, sejak Perjanjian Iklim Paris 2015, bank terbesar di dunia telah menggelontorkan dana sebesar US$4,6 triliun ke dalam industri bahan bakar fosil.
Lima bank dunia teratas yang mendanai bahan bakar fosil secara global antara tahun 2016-2021, yaitu:
- JPMorgan Chase (US$328 miliar)
- Citi (US$285 miliar)
- Wells Fargo (US$272 miliar)
- Bank of America (US$232 miliar)
- RBC (US$201 miliar)
Orang Pilihan Trump
Mantan ekonom bank investasi dan pejabat Departemen Keuangan, Malpass ditunjuk oleh Presiden AS, Donald Trump pada 2019.
Amerika Serikat adalah pemegang saham terbesar Bank Dunia dan tradisi lama memberi pemerintah AS hak untuk memilih kepala Bank Dunia.
Sonia Dunlop, pemimpin bank umum di think tank E3G menyampaikan, pemimpin berikutnya harus orang yang visioner dengan pemahaman mendalam tentang krisis pangan, energi, dan pembangunan yang mencengkeram dunia.
“Menjadikan perubahan iklim sebagai salah satu prioritas utama, sangat berkomitmen untuk multilateralisme dan mendapat dukungan penuh dari negara maju dan berkembang,” jelasnya.
Dia menambahkan: “Tentu saja sudah saatnya bank pembangunan dunia memiliki seorang wanita sebagai pemimpin.”
Semua 12 presiden Bank adalah pria Amerika dan semuanya, kecuali orang Korea-Amerika Jim Yong Kim berkulit putih.
Calon Terkuat Pengganti Malpass
Kepala Yayasan Rockefeller, Rajiv Shah telah muncul sebagai favorit untuk menggantikan David Malpass sebagai kepala Bank Dunia di tengah seruan agar Gedung Putih kehilangan cengkeramannya dalam memilih siapa yang harus menjalankan badan pembangunan global tersebut.
Shah, seorang dokter, pakar kesehatan, dan mantan kepala Badan Pembangunan Internasional AS, adalah salah satu nama yang digadang-gadang akan menjadi pilihan pemerintahan Joe Biden sebagai pengganti Malpass menyusul pengumumannya bahwa dia akan meninggalkan jabatannya pada bulan Juni.
Tetapi, kemungkinan, Washington akan menggunakan “kesepakatan pria” di mana AS memilih presiden Bank Dunia, sementara Eropa memilih direktur pelaksana dari organisasi saudaranya – Dana Moneter Internasional – segera menyerukan agar proses tersebut dibuka.
“Dengan hilangnya Malpass yang suram, AS sudah bermanuver untuk menunjuk kepala Bank yang baru,” kata kepala kebijakan ketidaksetaraan Oxfam, Max Lawson.
Menurutnya, hubungan neo-kolonial berusia 80 tahun ini harus diakhiri jika Bank Dunia ingin mempertahankan kredibilitasnya dengan seluruh dunia.
“Joe Biden harus mendukung proses rekrutmen terbuka yang sepenuhnya transparan untuk menunjukkan kepada dunia bahwa pemerintahannya berbeda,” tegasnya.