Scroll untuk baca artikel
Berita

Istighotsah dan Sholawat untuk Kesuksesan Muktamar ke-35 NU, Gus Ipul: Yang Sulit Dimudahkan, yang Rumit Bisa Diurai

×

Istighotsah dan Sholawat untuk Kesuksesan Muktamar ke-35 NU, Gus Ipul: Yang Sulit Dimudahkan, yang Rumit Bisa Diurai

Sebarkan artikel ini
Istighotsah dan Sholawat untuk Kesuksesan Muktamar ke-35 NU
Sekjen PBNU Saifullah Yusuf berdiri menyampaikan sambutan dalam Istighotsah dan Sholawat jelang Muktamar ke-35 NU di Tambakberas, Jombang.

Jelang Muktamar ke-35 NU, sekitar 5.000 santri PP Bahrul Ulum Tambakberas bersama warga Nahdliyin mengikuti Istighotsah & Sholawat untuk Kesuksesan Muktamar ke-35 NU, Kamis (20/8/2026).

BARISAN.CO – Menjelang pelaksanaan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU), ribuan warga Nahdliyin mengikuti Istighotsah dan Sholawat untuk Kesuksesan Muktamar ke-35 NU bersama sekitar 5.000 santri Pondok Pesantren (PP) Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Kamis (20/8/2026) malam.

Kegiatan yang dimulai pukul 19.00 WIB tersebut berlangsung di halaman Gedung Serbaguna (GSG) KH Hasbullah Sa’id, PP Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur.

Istighotsah dan sholawat tersebut digelar sebagai bagian dari ikhtiar batin menjelang Muktamar ke-35 NU yang dijadwalkan berlangsung di PP Bahrul Ulum Tambakberas pada 27-31 Agustus 2026.

Peserta kegiatan berasal dari berbagai unsur, mulai panitia lokal Muktamar, para santri, anggota Ikatan Seni Hadrah Indonesia (ISHARI), hingga masyarakat umum dari berbagai daerah.

Sejumlah tokoh penting PBNU dan panitia Muktamar ke-35 NU turut hadir. Mereka di antaranya Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar, Sekjen PBNU sekaligus Ketua OC Muktamar ke-35 NU Drs. H. Saifullah Yusuf (Gus Ipul).

Juga Sekretaris SC Muktamar Prof. Dr. H. Mohammad Nuh, DEA, Bendahara Umum PBNU H. Gudfan Arif, S.IP., Ketua Panitia Lokal Muktamar di Tambakberas KH Abdurrozaq Sholeh (Gus Rozaq), serta pengasuh Pondok Pesantren Bahrul Ulum, KH Hasib Wahab Chasbullah.

Dalam sambutannya, KH Abdurrozaq Sholeh menyampaikan bahwa pelaksanaan Muktamar ke-35 NU tinggal sekitar satu pekan. Menurutnya, menjadi tuan rumah Muktamar NU pada abad kedua merupakan amanah besar bagi keluarga besar PP Bahrul Ulum Tambakberas.

“Tambakberas jadi tuan rumah, bobot saya turun tujuh kilo,” ujar Gus Rozaq disambut suasana hangat dari peserta.

Ia kemudian meminta doa agar seluruh rangkaian persiapan dan pelaksanaan Muktamar ke-35 NU diberikan kelancaran serta perlindungan.

“Saya mohon doa semoga Allah selalu memberikan perlindungan keluarga besar PP Bahrul Ulum dan Jam’iyah Nahdlatul Ulama,” katanya.

Sekretaris Jenderal PBNU Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mengatakan, majelis doa tersebut menjadi landasan batin agar seluruh rangkaian Muktamar ke-35 NU dapat berlangsung aman, lancar, dan membawa keberkahan.

“Ini bagian dari memohon pertolongan kepada Allah agar ikhtiar-ikhtiar yang sudah kita lakukan untuk mempersiapkan penyelenggaraan Muktamar ke-35 NU itu bisa berjalan dengan baik, penuh berkah dalam pertolongan Allah SWT,” ujar Gus Ipul.

Ia berharap berbagai tantangan dalam persiapan Muktamar dapat diberikan kemudahan.

“Yang sulit dimudahkan, yang rumit bisa diurai, dan akhirnya nanti semua bisa bergembira, berkah dengan hasil yang baik,” katanya.

Sementara itu, dalam tausiyahnya, Rais ‘Aam PBNU KH Miftachul Akhyar menekankan pentingnya mendekatkan diri kepada Allah SWT di tengah situasi zaman yang dinilai penuh ketidakpastian.

KH Miftachul Akhyar menyebut kondisi tersebut sebagai yaumal hal, yakni masa yang penuh ketidakmenentuan. Karena itu, ia mengingatkan pentingnya ketajaman mata hati dalam menyikapi berbagai keadaan.

“Orang benar dibohongkan, orang bohong dibenarkan, pahlawan dianggap pengkhianat, pengkhianat dianggap pahlawan,” tutur KH Miftachul Akhyar di hadapan ribuan jemaah.

Menurutnya, istighotsah dan memperbanyak istighfar merupakan salah satu cara umat Islam memohon pertolongan dan perlindungan Allah SWT.

“Istighotsah adalah bagian dari cara melakukan permohonan dan pertolongan kepada Allah dengan memperbanyak membaca istighfar,” imbuhnya.

Ia menegaskan, ikhtiar spiritual tersebut menjadi pelengkap berbagai persiapan lahiriah yang telah dilakukan panitia dan seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan Muktamar ke-35 NU. []