Scroll untuk baca artikel
Terkini

Korban Kecelakaan Tabrak Separator Busway Ternyata Anak Gubernur Kaltara dan Kader Wanita PSI

Redaksi
×

Korban Kecelakaan Tabrak Separator Busway Ternyata Anak Gubernur Kaltara dan Kader Wanita PSI

Sebarkan artikel ini

BARISAN.CO – Identitas kedua korban dalam insiden kecelakaan mobil Camry yang menabrak separator Busway dan terbakar di kawasan Senen, Jakarta Pusat, terungkap. Anak dari Gubernur Kalimantan Utara bernama AKP Novandi Arya Kharisma meninggal bersama kader perempuan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) bernama Fatimah.

Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Pol Sambodo Purnomo Yogo menyatakan jenazah yang terbakar bisa teridentifikasi berdasarkan data gigi atau odontogram.

“Dapat kami sampaikan bahwa betul korban adalah putra beliau (Gubernur Kalimantan Utara Zainal Arifin Paliwang) dan tadi sore pukul 16.30 WIB sudah diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan,” katanya saat jumpa pers, di kantor Subdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya, Selasa (8/2/2022) malam.

Dikatakan Sambodo, AKP Novandi merupakan anggota Polri yang saat ini bertugas di Polda Kalimantan Timur.

Sementara satu korban lainnya bernama Fatimah teridentifikasi dari pengenalan properti yang melekat pada jenazah. Selain itu juga ada beberapa tanda-tanda pada jenazah korban yang dikenali oleh pihak keluarga.

“Jadi bisa dipastikan itu Fatimah, kader PSI,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Zulpan, Rabu (9/2/2022).

Fatimah atau yang dikenal dengan panggilan Sis Zahra merupakan anggota DPD PSI Kota Banjarmasin. Ia bergabung dengan partai sejak tahun lalu.

“(Jadi kader PSI) semenjak dia (Fatimah) di Banjarmasin itu Juni 2021,” kata Ketua DPD PSI Kota Banjarmasin Antung Riduan, Selasa (8/2/2022) dikutip dari Kumparan.

Mengenal Sis Zahra

Fatimah dikenal sempat aktif di kepengurusan. Wanita asal Jambi itu menjadi bagian dari Divisi Aksi Sosial dan Bencana. Penempatan Fatimah di divisi tersebut atas rekomendasi anggota lainnya yang mengenal almarhumah.

“Saat dia jadi anggota itu kita langsung bentuk kepengurusan, pas kebetulan, jadi langsung kita rekomendasikan teman-teman juga ke almarhumah,” kata Antung.

Secara pribadi Fatimah dikenal sebagai sosok yang aktif di kegiatan partai. Ia juga mudah bergaul dengan rekan-rekan lainnya.

“Kalau di mata pengurus semua teman-teman memang Fatimah salah satu kader yang aktif pada saat berkegiatan. Orangnya aktif, humble juga, enak juga, kadang pada saat kegiatan apalagi kalau ada agenda-agenda, contohnya agenda rice box PSI, terus juga ada kegiatan sosial lain Fatimah selalu aktif,” kata Antung.

Saat kecelakaan terjadi, Fatimah sudah tidak di kepengurusan. Sebab ia memilih pindah ke Jakarta.

“Sekitar kurang lebih berapa bulannya beliau memutuskan untuk berdomisili di Jakarta. Tapi melepas di kepengurusan tapi tetap jadi anggota kita,” kata Antung.

Antung sendiri mengaku tidak tahu hubungan Fatimah dengan AKP Novandi.

“Itu dia saya juga kurang tahu masalah itu. Saya juga baca berita kaget juga dengarnya bahwa yang setelah diautopsi ya ternyata korban laki-lakinya si AKP itu. Saya kurang tahu,” kata Antung.

Kabar meninggalnya Fatimah disampaikan pertama kali oleh Ketua Umum PSI Giring lewat Instagram pribadinya.

“Mewakili DPP PSI, saya H. Giring Ganesha Djumaryo turut berduka cita sedalam-dalamnya,” tulis Giring di Instagram, Selasa (8/2/2022).

Pelantun Laskar Pelangi ini juga turut menyampaikan doa untuk almarhumah agar mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah.

“Mendoakan agar almarhumah sis fatimah diterima di sisi Allah. Untuk keluarga yang ditinggalkan, diberikan ketabahan dan kesabaran,” tutur Giring.

Fatimah tewas dalam kecelakaan tunggal bersama AKP Novandi Arya di Kawasan Senen, Jakarta Pusat, Senin (7/2/2022). Mobil yang dikendarai korban menabrak separator Busway dan terbakar. Korban yang terjebak dalam mobil tidak bisa menyelamatkan diri. Keduanya ditemukan tewas terbakar. [rif]