- Pembuka Pintu Surga
في الجنة بابٌ يُقال له بابُ الضحى ، إذا كان يومُ القيامةِ نادى منادٍ : أين الذين كانوا يُداومون على صلاةِ الضحى ؟ هذا بابُكم فادخلوه برحمةِ اللهِ
“Di surga ada pintu bernama Bab Adh-Dhuha. Pada hari kiamat, akan diseru, ‘Mana orang-orang yang senantiasa mengerjakan sholat dhuha? Inilah pintumu, masuklah dengan rahmat Allah’.” (HR. At-Tabrani)
Waktu, Tata Cara Sholat Dhuha dan Doanya
Waktu sholat dhuha dimulai sejak matahari naik setinggi tombak (sekitar 15 menit setelah matahari terbit) hingga sebelum masuk waktu zhuhur.
Dari Zaid bin Arqam, Rasulullah SAW bersabda:
صلاةُ الأوَّابينَ حين تَرمَضُ الفِصَالُ
“Sholat awwabin (orang yang kembali kepada Allah) adalah ketika anak unta merasakan panas matahari.” (HR. Muslim)
Artinya, waktu terbaik mengerjakan sholat dhuha adalah ketika matahari sudah mulai terik (sekitar pukul 09.30 hingga 11.00 pagi).
Jumlah rakaat sholat dhuha minimal 2 rakaat, namun bisa ditambah hingga 8 rakaat atau lebih. Sebagaimana hadits:
“كان النبيُّ صلَّى اللهُ عليه وسلَّم يُصلِّي الضُّحى أربعًا، ويَزيد ما شاءَ اللهُ”
“Rasulullah SAW biasa mengerjakan sholat dhuha 4 rakaat dan menambahkan sesuai kehendak Allah.” (HR. Muslim}
Tata cara sholat dhuha sama seperti sholat sunah lainnya: dikerjakan dua rakaat-dua rakaat, dengan satu salam setiap dua rakaat.
Dalam sholat ini, tidak ada bacaan surat khusus setelah Al-Fatihah. Boleh membaca surat apa saja sesuai kemampuan.
Adapun doa selesai sholat dhuha yakni:
Selanjutnya, selesai menjalankannya hendaknya ditutup dengan doa dan zikir. Adapun doa setelah sholat dhuha yakni:
اَللّهُمَّ اِنَّ الضُّحَاءَ ضُحَاءُكَ وَالْبَهَاءَ بَهَائُكَ وَالْجَمَالَ جَمَالُكَ وَالْقُوَّةَ قُوَّتُكَ وَالْقُدْرَةَ قُدْرَتُكَ وَالْعِصْمَةَ عِصْمَتُكَ اَللّهُمَّ اِنْ كَانَ رِزْقِى فِى السَّمَاءِ فَاَنْزِلْهُ وَاِنْ كَانَ فِى اْلاَرْضِ فَاَخْرِجْهُ وَاِنْ كَانَ مُعَسِّرًا فَيَسِّرْهُ وَاِنْ كَانَ حَرَامًا فَطَهِّرْهُ وَاِنْ كَانَ بَعِيْدًا فَقَرِّبْهُ بِحَقِّ ضُحَائِكَ وَبَهَائِكَ وَجَمَالِكَ وَقُوَّتِكَ وَقُدْرَتِكَ آتِنِى مَااَتَيْتَ عِبَادَكَ الصَّالِحِيْنَ
Allaahumma innadh dhuhaa-a dhuhaa-uka walbahaa-a bahaa-uka wal jamaala jamaaluka wal quwwata quw watuka wal qudrata qudratuka wal ‘ishmatta ‘ishmatuk. Allaahumma in kaana rizqii fissamaa-i fa anzilhu wa in kaanafil ardhi fa-akhrijhu wa in kaana mu’assaran fayas sirhu wa in kaana haraaman fathahhirhu wa in kaana ba’iidan faqarribhu bihaqqi dhuhaa-ika wa bahaa-ika wa jamaalika wa quuwatika wa qudratika aatinii maa aataita ‘ibaadakash shalihiin.
Artinya: “Ya Allah, bahwasannya waktu dhuha adalah waktu dhuha-Mu dan keagungan adalah keagungan-Mu, dan keindahan adalah keindahan-Mu, dan kekuatan adalah kekuatan-Mu, dan kekuasaan adalah kekuasaan-Mu dan perlindungan adalah perlindungan-Mu,. Ya Allah, jika rizkiku ada di atas langit, maka turunkanlah, jika ada di dalam bumi. Maka keluarkanlah, jika masih sukar, maka mudahkanlah, jika (ternyata) haram, maka sucikanlah. Jika jauh, maka dekatkanlah, dengan berkat waktu dhuha-Mu, keagungan-Mu, keindahan-Mu, kekuatan-Mu dan kekuasaan-Mu. Limpahkanlah kepadaku segala yang telah Engkau limpahkan kepada hamba-hambaMU yang sholeh.” []