Scroll untuk baca artikel
Terkini

Mengenal Kabisat dan Bagaimana Orang Kelahiran 29 Februari Berulang Tahun

Redaksi
×

Mengenal Kabisat dan Bagaimana Orang Kelahiran 29 Februari Berulang Tahun

Sebarkan artikel ini

Hari kabisat datang setiap empat tahun sekali, Kabisat ini memang dibuat agar menggenapi penghitungan kalender agar penghitungan tahun itu akurat.

BARISAN.CO – Bulan Februari terkadang memiliki jumlah hari sebanyak 28. Tapi pada tahun-tahun tertentu jumlah harinya 29. Padahal di luar Februari, hari dalam bulan bisa 30 bahkan bisa juga 31. Hal ini berkaitan dengan adanya tahun kabisat.

Arti kata Kabisat sendiri secara etimologis, diambil dari kata Kabisah. Kabisah itu dari Bahasa Arab yang artinya melompat. Dalam bahasa Inggris, Tahun Kabisat dikenal sebagai leap year.

Tahun kabisat terjadi setiap empat tahun sekali pada kalender masehi. Hal ini terjadi karena bumi memerlukan waktu 365 hari, 5 jam, 48 menit, dan 46 detik untuk mengelilingi matahari. Jika diperhatikan, ternyata jumlah waktunya tidak tepat di 365 hari.

Bumi membutuhkan waktu sekitar 24 jam atau satu hari untuk berputar pada porosnya, dalam proses pergerakan bumi terhadap matahari, tahun tidak memiliki hari yang pasti.

Karena itulah hampir setiap tahun di kalender masehi dibulatkan menjadi 365 hari, meski demikian sisanya tidak hilang. Untuk mengganti sebagian hari yang hilang itu, NASA menambahkan satu hari pada ke kalender setiap empat tahun. Itu disebut tahun kabisat.

Untuk bisa mengetahui tahun kabisat kapan akan terjadi atau berlangsung, caranya cukup mudah, hanya dengan membaginya. Jika angka tahun itu habis dibagi 400, maka tahun itu adalah tahun kabisat.

Sejarah Tahun Kabisat

Konsep kabisat ini sendiri pertama kali dicetuskan oleh seorang astronom bernama Sosigenes Alexandria, yang saat itu hidup di masa kepemimpinan Julius Caesar, setahun sebelum masehi.

Waktu itu belum memakai kalender sekarang, karena kalender Romawi masih memakai hitungan 355 hari setahunnya atau juga dikenal dengan sebutan kalender Julianus.

Caesar dan Sosigenes kemudian menambahkan satu hari untuk setiap tahun keempat. Mereka menambahkan hari tersebut di bulan kedua setiap tahun, yakni Februari.

Namun, pada abad ke 16 sejumlah ilmuwan mengatakan bahwa perhitungan Julius Caesar masih kurang tepat. Hal ini menjadi masalah bagi Gereja Katolik, karena tanggal Paskah telah menyimpang dari tanggal tradisionalnya.

Lalu, Paus Gregorius XIII menugaskan untuk membuat kalender yang dimodifikasi dan disebut kalender Gregorian.

Dalam kalender Gregorian yang sekarang digunakan secara umum, selisihnya disesuaikan dengan menambahkan satu hari tambahan hanya pada tahun-tahun abad yang habis dibagi 400 (misalnya, 1600, 2000).

Nasib yang Lahir 29 Februari

Anak yang lahirnya pada 29 Februari mendapat julukan (leaplings, leapers, atau leapsters). Mereka biasa merayakan ulang tahunnya pada 28 Februari, beberapa lebih suka merayakannya pada tanggal 1 Maret.

Secara hukum, memang ulang tahun pada Tahun Kabisat bisa jatuh pada tanggal 28 Februari atau 1 Maret di tergantung pada negara kelahirannya.

Mengutip dari Wikipedia, di beberapa negara, terdapat undang-undang khusus yang mengatur hari ulang tahun dari seseorang yang lahir di hari kabisat atau tanggal 29 Februari.

Inggris dan Hong Kong, misalnya. Kedua negara tersebut memiliki aturan bahwa setiap warganya yang lahir di hari Kabisat, maka pada usia 18 tahun setelah dilahirkan, warga tersebut akan dicatat lahir di tanggal 1 Maret.

Berbeda dengan Inggris dan Hong Kong, Selandia Baru juga memiliki aturan bahwa setiap bayi yang lahir pada tanggal 29 Februari akan dicatat lahir pada tanggal 28 Februari di kantor catatan sipil.

Hal tersebut agar tanggal lahirnya tidak mengacaukan sistem administrasi kenegaraan lainnya, terutama kartu penduduk dan surat izin mengemudi. [rif]