Terkini

Pendaki Asal Portugal Dilaporkan Tewas Terjatuh Saat Selfie di Bibir Jurang Puncak Rinjani

Avatar
×

Pendaki Asal Portugal Dilaporkan Tewas Terjatuh Saat Selfie di Bibir Jurang Puncak Rinjani

Sebarkan artikel ini
Pendaki Rinjani Tewas
Ilustrasi: Wikimedia Common.

Boaz Bar Anan, pendaki Portugal, jatuh di lereng arah Danau Segara Anak. Jarak korban jatuh sekitar 150 meter dan diperkirakan tewas.

BARISAN.CO Kecelakaan terjadi di Taman Nasional Gunung Rinjani, Lombok, Nusa Tenggara Barat. Kejadian itu menimpa Boaz Bar Anan, warga negara Portugal.

Seperti dilaporkan Kepala Resort Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) Sembalun, pada pukul 05.30 Wita, Jumat (19/08/2022), Boaz diperkirakan terjatuh saat berswafoto dari bibir jurang puncak Rinjani.

Dalam rilis pers yang diterima Barisanco siang ini, Kepala Biro Subbagian Tata Usaha Balai Taman Nasional Gunung Rinjani Dwi Pangestu mengatakan, kecelakaan diketahui lewat informasi Trekking Organize (TO) Rudy Trekker. TO tersebut adalah pemandu Boaz saat mendaki Rinjani.

“Korban jatuh pada lereng bagian barat laut atau arah Danau Segara Anak. Jarak korban jatuh sekitar 150 meter dan diperkirakan meninggal dunia. Berdasarkan keterangan TO, sebelum terjatuh, korban tengah berswafoto di tepi jurang puncak Rinjani,” kata Dwi.

Boaz bersama dua rekannya, lanjut Dwi, terdaftar dalam sistem pendakian gunung berapi setinggi 3.726 meter di atas permukaan laut ini. Ia terdaftar mendaki Rinjani melalui pintu Sembalun pada 18 Agustus 2022.

Selain pintu Sembalun, ada lima pintu pendakian lain, yakni jalur Senaru dan Torean (Lombok Utara), jalur Aik Berik (Lombok Tengah), serta jalur Tete Batu dan Timbanuh (Lombok Timur).

Sudah beberapa upaya dilakukan untuk menangani kejadian. Dwi mengatakan, dua tamu atau pendaki yang bersama Boaz telah dibawa turun oleh pemandunya ke Bawak Nao Sajang yang merupakan titik keberangkatan jalur Sembalun.

Proses evakuasi juga sudah dimulai. Pada Jumat siang pukul 14.00 Wita, tim gabungan dengan personel 34 orang dari TNGR, Unit SAR Lombok Timur dan SAR Mataram, Edelweis Medical Health Center (EMHC), dan tim Inafis Kepolisian Resor Lombok Timur telah berangkat menuju lokasi korban.

“Lokasi korban memang tidak bisa dikatakan mudah untuk dijangkau. Oleh karena itu, tim yang turun adalah yang berpengalaman dan mengenal medan. Semoga cuaca cerah sehingga kita bisa evakuasi lebih cepat,” kata Dwi. [dmr]