BARISAN.CO – Seorang teman perempuan menyampaikan bahwa dirinya hari itu sungguh tidak suka dengan hari tersebut. Ternyata alasannya adalah masa menstruasi. Di awal hari hari itu, ia merasakan nyeri hebat di bagian perut. Terlebih di hari itu pula tugas banyak menumpuk dan harus ia selesaikan pada hari itu juga. Semakin membuat suasana tidak mengenakan katanya.
Mengalami nyeri perut saat menstruasi tentu bukan hal aneh bagi hampir setiap wanita. Dalam medis, nyeri perut bagian bawah saat menstruasi ini bernama dismenore. Ditandai dengan munculnya rasa kram pada perut bagian bawah, sebelum atau saat menstruasi.
Beberapa wanita mungkin mengalami dismenore yang sifatnya ringan dan tidak mengganggu rutinitas. Namun, beberapa wanita lainnya bisa saja mengalami nyeri yang parah, hingga mengganggu aktivitas sehari hari.
Meski hal ini menjadi tamu bulanan yang pasti akan terus terjadi, namun pada dasarnya tidak ada seorang wanita yang menginginkan kondisi tersebut. Sungguh sungguh tidak nyaman katanya.
Penyebab
Sakit perut saat haid atau dismenorea bisa dibedakan menjadi dua macam berdasarkan penyebabnya, yakni primer dan sekunder.
Dismenorea primer: disebabkan oleh perubahan material kimia alami dalam tubuh. Material kimia yang disebut prostaglandin ini dibuat di lapisan rahim dan memiliki efek seperti hormon yang menyebabkan otot dan pembuluh darah rahim berkontraksi sehingga muncul efek nyeri.
Pada hari pertama menstruasi, ada pasokan prostaglandin dalam jumlah besar. Tapi saat lapisan rahim luruh dan perdarahan berlanjut, tingkat prostaglandin turun. Itulah sebabnya rasa sakit cenderung berkurang setelah beberapa hari pertama menstruasi.
Dismenorea sekunder: disebabkan oleh gangguan pada organ reproduksi, seperti fibroid, tumor, endometriosis, penyakit radang panggul, atau pertumbuhan pada rahim, indung telur, atau organ lainnya.
Dalam hal ini, nyeri biasanya lebih terasa saat haid dan sering berlangsung lebih lama daripada kram menstruasi biasa. Jaringan parut dari operasi sebelumnya atau jenis alat kontrasepsi IUD juga dapat menyebabkan dismenorea sekunder.
Mereka yang Beresiko
Faktanya lebih dari separuh perempuan yang mengalami menstruasi merasakan sakit perut saat haid selama satu atau dua hari setiap bulan menurut laporan American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG).
Jadi pada dasarnya nyeri menstruasi ini adalah hal yang normal. Semua perempuan berisiko mengalaminya.
Perempuan remaja yang baru saja memasuki masa menstruasi akan lebih sering mengalami sakit perut saat haid.
Rasa nyeri itu biasanya terjadi selama dua-tiga hari dengan siklus menstruasi yang belum teratur. Seiring dengan pertambahan usia dan kematangan organ reproduksi, rasa sakit saat menstruasi cenderung berkurang dan siklus menstruasi lebih teratur.
Adapun bagi perempuan yang mengidap beberapa penyakit seputar organ reproduksi, risiko mengalami sakit perut saat haid lebih besar. Intensitas nyeri yang dirasakan juga lebih tinggi sehingga memerlukan perhatian lebih secara medis.
Trik Sederhana Mengatasi Sakit Perut Saat Menstruasi
Lalu, kebiasaan alami apa yang bisa redakan nyeri perut saat menstruasi? Berikut lima trik yang bisa dilakukan.
Minum Banyak Air Putih
Kembung salah satu hal yang dapat memperparah nyeri menstruasi. Dengan minum banyak air putih, rasa kembung perlahan akan menghilang. Saat kembung menghilang, rasa nyeri di perut juga akan menghilang perlahan.
Sebisa mungkin, minum air putih hangat. Soalnya, minum air putih hangat memiliki efek baik dengan membantu mengalirkan aliran darah ke seluruh tubuh serta mengendurkan otot otot yang kram akibat dari kontraksi pada rahim.
Minum Teh Herbal
Teh herbal memiliki kandungan anti inflamasi serta senyawa antispasmodik yang dapat mengurangi kram perut. Oleh karena itu, seduhlah teh herbal seperti teh chamomile atau teh jahe untuk meredakan rasa kram yang melilit perut.
Selain meredakan kram perut, minum teh herbal juga mampu memberikan rasa rileks dan mengatasi insomnia. Dengan kata lain, kita bisa lebih cepat tidur.
Makan Makanan Anti Inflamasi
Perlu diketahui kalau makanan anti-inflamasi yang dimaksud bukan makanan mentah. Sebab, beberapa makanan anti inflamasi justru memiliki rasa yang enak. Beberapa makanan anti-inflamasi ialah buah buahan beri, tomat, rempah rempah seperti kunyit, jahe atau bawang putih.
Bahkan, sayuran berdaun hijau, almond, walnut, dan salmon juga termasuk makanan anti-inflamasi. Sederet makanan ini memiliki manfaat besar untuk meredakan nyeri dengan membantu relaksasi rahim.
Beri Botol Panas
Gunakan botol panas yang dibalut handuk dan taruh di bagian yang terasa sakit. Bisa juga dengan menggunakan hot pad jika ingin lebih simpel dan tidak mengganti air panas terlalu sering. Fungsi botol panas atau hot pad sama, untuk meningkatkan aliran darah dan meredakan kram perut.
Olahraga Ringan
Meskipun rasanya sulit untuk berdiri, tetapi hormon endorfin yang dilepaskan saat olahraga mampu membuatmu merasa lebih bahagia dan damai. Faktanya, olahraga ringan dapat meredakan rasa sakit dan mengendurkan otot otot tubuh.
Jenis olah raga yang bisa dilakukan diantaranya gerakan yoga, jalan kaki, atau hanya sekedar peregangan.
Itulah beberapa cara sederhana yang bisa dilakukan oleh setiap perempuan yang mengalami nyeri haid. Namun bagaimana pun, perlu dipahami bersama bahwa haid itu menyehatkan. Sebab haid itu sifatnya membersihkan.
Bayangkan bila haid tidak terjadi pada seornag wanita, tentu akan merasa rugi. Akhir kata, semoga cara cara di atas bisa membantu meredakan nyeri saat haid.