Scroll untuk baca artikel
Berita

Rais ‘Aam PBNU: Musyawarah Kubro Lirboyo adalah Forum Kultural

×

Rais ‘Aam PBNU: Musyawarah Kubro Lirboyo adalah Forum Kultural

Sebarkan artikel ini
Rais ‘Aam PBNU Musyawarah Kubro Lirboyo
Rais ‘Aam PBNU, KH Miftachul Akhyar

Ketidakhadiran Rais ‘Aam PBNU dalam Musyawarah Kubro Lirboyo bukan tanpa alasan. KH Miftachul Akhyar menekankan pentingnya menjaga konstitusi organisasi NU.

BARISAN.CO – Rais ‘Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Miftachul Akhyar menjelaskan alasan ketidakhadirannya dalam Musyawarah Kubro yang digelar di Pesantren Lirboyo.

Hal ini disampaikan dalam surat: TABAYUN RAIS ‘AAM PBNU: Menempatkan Pemberhentian Ketua Umum dalam Koridor Konstitusi Jam’iyah

Ia menegaskan bahwa secara pribadi maupun kelembagaan, PBNU tetap menghormati seluruh saran dan masukan dari berbagai pihak demi kebaikan Jam’iyah Nahdlatul Ulama.

Menurut KH Miftachul Akhyar, forum Musyawarah Kubro tersebut merupakan forum kultural yang patut dihormati karena berangkat dari inisiatif KH Anwar Manshur, selaku salah satu Mustasyar PBNU.

Namun demikian, ia menekankan bahwa setiap keputusan organisasi harus berjalan sesuai dengan aturan dan mekanisme Jam’iyah NU.

“Semua harus kembali kepada mekanisme organisasi, karena di situlah marwah Jam’iyah Nahdlatul Ulama dijaga,” tegasnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa dirinya sebenarnya memiliki keinginan untuk hadir dalam forum tersebut, termasuk untuk melakukan tabayun kepada KH Ma’ruf Amin, Rais ‘Aam PBNU masa khidmat 2015–2018.

Namun, setelah mempertimbangkan berbagai masukan terkait aspek legalitas dan konstitusionalitas forum, keinginan tersebut akhirnya ditinjau ulang.

“Atas pertimbangan itu, dengan berat hati kami mempertimbangkan kembali kehadiran dalam forum tersebut,” pungkas KH Miftachul Akhyar. []