Scroll untuk baca artikel
Kolom

Riwayat Dibalik Dukungan Anies Baswedan ke Pasangan Pram-Doel

Redaksi
×

Riwayat Dibalik Dukungan Anies Baswedan ke Pasangan Pram-Doel

Sebarkan artikel ini
Riwayat Dibalik Dukungan Anies Baswedan
Anies Baswedan dan Pramono Anung

Artinya Anies sudah fix mendukung pasangan Pram-Doel. Kelompok Anak Abah yang protes atas keputusan ini mayoritas adalah kelompok Anak Abah yang sudah terlebih dahulu menjatuhkan pilihan terlebih kepada paslon 01.

Tentu Sebagian besar adalah konstituen PKS. Mereka tentu berharap Anies bisa mendukung Paslon 01 yang di dalamnya juga ada calon wakil gubernur dari PKS, partai yang selama ini dianggap sebagai ‘basis tradisionalnya’ Anies.

Tapi bukankah Paslon 01 adalah paslon yang paling jauh dari Anies? Bagaimana mungkin Anies harus mendukung Paslon yang sudah secara terang-terangan meninggalkannya, dan bahkan menghalanginya mencalonkan diri sebagai gubernur Jakarta?

Melalui berbagai skenario yang diatur oleh penguasa, Paslon 01 didukung oleh koalisi KIM+ (Koalisi Indonesia Maju Plus) terdiri dari 12 partai politik yang akhirnya memasang Ridwan Kamil (Golkar)-Suswono (PKS). Anies yang awalnya sudah akan dicalonkan oleh PKS, PKB, dan Nasdem kemudian ‘dilepeh’ dan tidak bisa mencalonkan.

Teramat santer soal kabar belakang layarnya, bahwa RK yang sebenarnya sangat kuat di Jawa Barat bersedia digeser ke Jakarta asalkan Anies tidak mencalonkan diri.

Artinya memang RK mau maju di Jakarta asalkan Anies didepak dulu dari bursa pencalonan. Partai Gerindra yang sangat berkepentingan untuk mencalonkan kadernya Dedi Mulyadi di Jawa Barat mengatur strategi dengan membangun koalisi jahat demi manghalau Anies dari mencalonkan diri di Jakarta.

Singkat cerita, skenario itu berjalan, Anies gagal mencalonkan diri dan RK diusung melalui koalisi gemuk ke Jakarta.

Jika RK atau paslon 01 adalah salah satu aktor utama yang menghalangi Anies mencalonkan di Jakarta, apatah kemudian Anies harus mendukungnya RK di Jakarta?

Plus, di kemudian hari, setelah RK sungkem ke pangkuan Jokowi di Solo, Jokowi memberikan endorsement dan bahkan turun gunung mendukung Paslon 01.

Adalah tak masuk di akal jika Anies harus mendukung Paslon yang dibekingi oleh Mulyono, bukan? Bukankah selama ini ia yang jadi sumber masalah rusaknya demokrasi di negeri ini?

Jadi, akan jauh panggang dari api mengharapkan Anies mendukung Paslon 01.

Bagaimana jika Anies mendukung Paslon 02? Tak perlu banyak dibahas, semua sudah tahu, sedari awal Paslon ini memiliki cacat prosedural. Ini adalah Paslon boneka, paslon jadi-jadian.

Penggunaan 700.000 KTP disinyalir hasil manipulasi. Banyak pemilik KTP protes karena namanya dicatut dan didaftarkan sebagai pengusung.

Lucunya, KTP Abdillah baswedan yang adalah adik kandung Anies Baswedan juga dicatut sebagai salah satu yang dimasukkan dalam 700.000 KTP pendaftaran itu.