Sebenarnya Anies bisa memilih untuk netral, tidak berpihak kepada salah satu Paslon. Tetapi bukankah itu yang diharapkan oleh Paslon 01?
Jikapun Anies tidak bisa mendukung 01, minimal bisa netral. Kenapa? Dengan netral akan menguntungkan Paslon 01, karena berarti tidak akan banyak Anak Abah yang bergerak untuk Paslon 03. So, Anies netral artinya sama saja dengan Anies mendukung Paslon 01, bukan?
Ihwal Anies Mendukung Pram-Doel
Keputusan berlabuh dan mendukung Paslon 03 Pram-Doel tentu telah melalui proses pertimbangan matang dan memperhitungkan segala aspek.
Ada beberapa hal yang menjadi alasan dibalik dukungan Anies kepada paslon 03. Selama masa ‘belum memutuskan’, Anies sebenarnya mengamati, mana-mana diantara Paslon yang visi-misi dan janji-janjinya layak untuk didukung.
Nyatanya, dari kampanye-kampanye yang dilakukan oleh setiap paslon, yang secara eksplisit komitmen melanjutkan program-program pro-rakyat Anies Baswedan adalah paslon 03.
Paslon 03 menunjukkan komitmen pada paradigma pembangunan yang berpihak pada rakyat kecil, inklusif, keberlanjutan, dan berwawasan lingkungan.
Paslon 03 bahkan berani membuat kontrak politik dengan kampung-kampung yang dulunya pernah ditata oleh Anies Baswedan seperti Kampung Bayam, Tanah Merah, dan sebagainya.
Bandingkan dengan tawaran program dari paslon 01 yang diantaranya akan membangun Giant Sea Wall (bendungan raksasa di laut), yang tiada lain adalah reklamasi.
Program ini seperti ‘melawan’ Anies, karena saat menjabat sebagai gubernur justru Anies yang menyetop reklamasi. Giant Sea Wall adalah program konstruksi rakasa yang tentunya akan menguntungkan pemain proyek besar namun memiliki dampak ekologis jangka panjang yang merusak.
Pantai utara Jakarta akan dikepung dengan kubangan limbah air raksasa yang bisa menyebabkan berbagai dampak kerusakan lingkungan dan manusia.
Deklarasi dukungan Anies ke Paslon 03 dilakukan sehari setelah Jokowi turun gunung dan terang-terangan kampanye untuk Paslon 01. Ini seperti sebuah pesan oleh Anies, dirinya all-out mendukung Paslon 03 sebagai bentuk perlawanan terhadap Mulyono, bersama dinasti dan sekutu oligarkinya.
Apalagi setelah Presiden Prabowo juga ikut-ikutan Jokowi secara terang-terangan mengkampanyekan Paslon 01, perlawanan itu musti semakin digalakkan.
Saat semua orang dinegeri ini tak ada yang berani berkata ‘tidak’, maka sosok seperti Anies bersama pasukan Anak Abah-nya harus tegas mendukung Paslon yang berani berkata tidak dan terang-terangan melawan.
Pertanyan soal partai merah (PDI-P) yang menjadi pengusungnya adalah pertanyaan konyol yang bisa dijawab dengan pertanyaan balik: Hallo, apakabar dengan Paslon 01 yang didukung Mulyono bersama parpol-parpol yang bersekutu menciderai demokrasi?