Scroll untuk baca artikel
Terkini

Surat Cinta dari Tuhan – Puisi Slamet Unggul

Redaksi
×

Surat Cinta dari Tuhan – Puisi Slamet Unggul

Sebarkan artikel ini

SURAT CINTA DARI TUHAN

“Para setan yang telah aku ciptakan sebelum Adam, coba dengarkan. Aku bebaskan engkau untuk menggoda manusia, sebebas bebasnya. Engkaupun boleh mengaku sebagai aku. Engkau boleh menyerupai malaikat atau manusia, mengaku nabi dan rosulpun terserah. Manusia memang tempat untuk digoda!”
Kata Tuhan pada para Setan.

“Para Setan yang aku ciptakan dari api, engkaulah pembangkit nafsu tanpa nurani, pembangkit amarah tanpa kendali, pembangkit hati tanpa kasih. Hati yang mati. Engkaulah penyubur ke-egoisan, menyanyikan lagu duka jadi suka.”
Kata Tuhan beberapa saat kemudian.

“Hidup TUHAN, hidup Tuhan…!”
Teriak para Setan hiruk pikuk.

Semarang, 030816

SAJAK BULAN YANG MALU

Seekor kucing bermain di atas genteng
malam larut jelang pukul tiga pagi
tanggal tujuh belas Suro
bulan tertutup awan

Bulan masih malu
pada hari pertama bersama kekasihnya.

Semarang, 27072022

SAJAK LAKI-LAKI PEMBAWA BUKU

Ketika menyeduh secangkir kopi yang ada di meja itu. Kutatap wajahmu yang diam. Terlihat setitik air menetes dari celah bola matamu yang bening.

Ahh, engkau masih seperti dulu. Laki-laki pendiam dan pemalu.
Laki-laki pembawa buku. Entah apa isinya, engkau yang tahu.

Buku bersampul biru.

Semarang, 270721

ADA CERITA

Ada cerita
Kemudian terpenggal, layu
Dengan hiruk pikuknya suara
Saling mencela.

Oh…inikah kegaduhan?

Ada cerita
Selalu terpenggal

Semarang, 22072017

Slamet Unggul, penyair tinggal di Semarang dan pegiat di Belimbing Wening. Pertunjukan “Mbohlah” merupakan salah satu puisi pertunjukan tunggalnya