Scroll untuk baca artikel
Terkini

Turut Selamatkan dan Jaga Lingkungan, Kelompok Tani Hutan Kofarwis Raih Kalpataru 2022

Redaksi
×

Turut Selamatkan dan Jaga Lingkungan, Kelompok Tani Hutan Kofarwis Raih Kalpataru 2022

Sebarkan artikel ini

BARISAN.CO – Kelompok Tani Hutan Kofarwis Biak Numfor mendapat penghargaan Kalpataru Tahun 2022 yang dianugrahkan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Penyerahan penghargaan Nirwasita Tantra Tahun 2021 dan Kalpataru Tahun 2022 bertempat di Auditorium Manggala Wanabakti, Jakarta. Rabu 20/7/2022.

Kalpataru merupakan penghargaan tertinggi di bidang lingkungan hidup dan kehutanan oleh pemerintah kepada individu juga kelompok, yang berjasa dalam merintis, mengabdi, menyelamatkan dan membina perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup dan kehutanan.

Pada periode ini, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan memberikan penghargaan kepada 11 juara pada 4 kategori yaitu: Perintis Lingkungan, Pengabdi Lingkungan, Penyelamat Lingkungan dan Pembina Lingkungan. KTH Kofarwis mendapatkan penghargaan setelah mengungguli capaian dari 184 individu atau kelompok yang diusulkan untuk penghargaan Kalpataru tahun 2022.

Pada periode ini, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan memberikan penghargaan kepada 11 juara pada 4 kategori yaitu: Perintis Lingkungan, Pengabdi Lingkungan, Penyelamat Lingkungan dan Pembina Lingkungan.

Dalam perjalanan kiprah membudidayakan hutan tersebut. Pada Tahun 2015, masyarakat di Kampung Rimbajaya melalui KTH Kofarwis bersama dengan tim peneliti  dari Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Bioteknologi dan Pemulian Tanaman Hutan (BBPPBPTH) Yogyakarta juga bekerjasama dengan KPHL Biak Numfor melakukan uji coba tanaman Kayu putih dengan memanfaatkan lahan seluas 5 hektar.

Saat itu, jumlah bibit yang di tanam berjumlah 5.000 bibit setiap hektar atau dengan prediksi sekitar 25.000 bibit seluas 5 hektar,  dan terus melakukan  pengembangan tanaman kayu putih hingga saat ini. Hasil tanaman kayu putih disuling dan menghasilkan minyak kayu putih dengan kualitas terbaik sesuai dengan Standar SNI.

Ketika masuk masa panen dan penyulingan perdana minyak kayu putih pada akhir Tahun 2017, hasil uji coba kadar seniol mencapai 70%. Selanjutnya masyarakat memanfaatkannya sebagai obat gosok di pasaran dengan rata- rata produksi per bulan 30 sampai 60 liter.

Sementara itu, upaya pemasaran lainnya KPHL Biak Numfor turut memfasilitasi. Minyak kayu putih dari Rimba Jaya yang diberi nama “Farkin” telah mendapat izin edar dari BPOM Papua sehingga dapat dijual di apotek, toko di dalam kota Biak, luar daerah, hingga luar negeri.

Sebagai informasi tambahan sejak tahun 2018 KTH Kofarwis, melakukan penanaman Damar seluas 15 Ha dan masih melakukan penanaman hingga saat ini. Sementara itu, mereka melakukan penanaman jenis kayu sengon, jati, nyatoh, sagu, rambutan, durian, cengkeh, cempedak serta  jenis tanaman hortikultura lainnya. [rif]