Scroll untuk baca artikel
Berita

Wajah Ini Disebut Paling Mirip KH Sholeh Darat, Mencari Jejak Mahaguru Ulama Nusantara

×

Wajah Ini Disebut Paling Mirip KH Sholeh Darat, Mencari Jejak Mahaguru Ulama Nusantara

Sebarkan artikel ini
kh sholeh darat
Lukisan Wajah KH Sholeh Darat

Siapa sangka, inilah wajah asli KH Sholeh Darat yang selama ini hanya hidup dalam cerita para ulama.

BARISAN.CO – Wajahnya tak terekam dalam kamera, namun jejak pengaruhnya mengalir dalam kehidupan jutaan umat Islam di Nusantara.

KH Sholeh Darat, ulama besar asal Semarang, yang haul ke-125-nya akan digelar secara meriah tahun ini, adalah sosok yang hingga kini terus dicari—bukan hanya pemikirannya, tapi juga rupa fisiknya.

Pada sebuah lukisan yang pernah dimuat di Majalah Gatra tahun 1996, wajah KH Sholeh Darat digambarkan dengan janggut panjang, sorot mata tajam, dan dahi lebar yang memancarkan keteduhan.

Lukisan itu belakangan dilukis ulang, dan setelah melalui diskusi panjang oleh para pecintanya di komunitas KOPISODA (Komunitas Pecinta Kyai Sholeh Darat), disepakati bahwa itulah wajah yang paling mendekati aslinya. Sebuah gambaran penuh wibawa yang lahir dari ketekunan spiritual dan keilmuan.

Bagi banyak orang, lukisan tersebut bukan sekadar gambar. Ia adalah jembatan imajinatif yang menghubungkan umat dengan tokoh besar yang telah membukakan jalan ilmu keislaman dalam bahasa ibu.

KH Sholeh Darat adalah ulama pertama yang menafsirkan Al-Qur’an ke dalam bahasa Jawa dengan huruf Pegon.

Salah satu muridnya adalah R.A. Kartini, yang pernah menulis surat kepada Snouck Hurgronje bahwa dia baru benar-benar mengerti arti surat Al-Fatihah setelah dijelaskan oleh Kyai Sholeh Darat.

Kini, di usia haul ke-125, Semarang mempersembahkan penghormatan luar biasa kepada Mahaguru ini. Acara bertajuk Haul Semarang akan digelar pada hari Rabu, 10 Syawal 1446 H atau bertepatan 9 April 2025.

Ini bukan sekadar haul tahunan, tetapi transformasi spiritual dan budaya yang menghidupkan kembali semangat Islam Nusantara.

Rangkaian acara dimulai dari pagi hari di kompleks makam Kyai Sholeh Darat, Bergota, Semarang. Seperti biasa, akan ada khataman Al-Qur’an, pembacaan Maulid Barzanji dan Sholawat Burdah diiringi rebana, serta tahlil dan pengajian umum.

Namun mulai tahun ini, dua agenda besar ditambahkan di sore dan malam hari: kirab ulama dan santri se-Kota Semarang serta Semarang Bersholawat yang dipusatkan di Lapangan Garnizun, Kalisari.

Kirab ini dipastikan diikuti seluruh ormas Islam dan kepemudaan yang bernaung di bawah KNPI Kota Semarang, juga komunitas Islam di bawah binaan Kementerian Agama.

Semangat gotong royong tampak kuat dari sinergi antara Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kota Semarang, Jama’ah Pengajian Ahad Pagi 1939, dan KOPISODA dengan dukungan penuh dari Pemerintah Kota Semarang.

Puncak acara malam hari akan menghadirkan KH Achmad Chalwani, Rois Aam Jam’iyyah Ahluth Thoriqoh al-Mu’tabaroh An-Nahdliyyah (JATMAN-PBNU) dari Purworejo sebagai pemberi mauidzoh hasanah.

Ketua Panitia Haul Semarang, Kyai Syaiful Bahri akrab disapa Rahul mengatakan bahwa persiapan sudah dimatangkan sejak bulan Ramadhan.

“Kami optimis acara akan ramai dan meriah. Berkat dukungan para kyai, santri, serta fasilitasi dari Pemkot Semarang,” ujarnya.

Tidak hanya itu, dalam acara ini juga akan dilakukan penyerahan usulan gelar pahlawan nasional untuk KH Sholeh Darat secara simbolis dari para ulama dan santri kepada Pemerintah Kota Semarang.

Proses ini merupakan kelanjutan dari upaya yang dimulai sejak 2021 oleh PCNU Kota Semarang, termasuk penataan makam yang kini telah lebih representatif serta pendirian Ma’had Kyai Sholeh Darat di Palir, Ngaliyan, yang mulai aktif sejak 2023.

KH Sholeh Darat adalah simbol ilmu yang membumi. Ia mengajarkan Islam yang tidak menakutkan, tetapi memerdekakan. Ia membuka cakrawala berpikir dengan bahasa yang dipahami rakyatnya.

Tak heran jika banyak ulama besar seperti KH Hasyim Asy’ari, KH Ahmad Dahlan, hingga Syaikh Mahfudz At-Tarmasi disebut pernah bersinggungan dengan ajarannya.

Namun di tengah pengaruh besar itu, sosok fisiknya nyaris tak pernah terekam jelas. Tak ada foto asli yang bisa diverifikasi. Maka ketika lukisan wajahnya muncul di Majalah Gatra, para murid spiritual dan keturunannya menyambut dengan haru.

Gambar itu kemudian direproduksi ulang dan dikaji bersama di komunitas KOPISODA. Hasilnya, lukisan itu kini diyakini sebagai penggambaran paling otentik, dan dijadikan rujukan dalam berbagai media visual Haul Semarang.

lukisan wajah kh sholeh darat

Ketua PCNU Kota Semarang, KH Anasom, yang juga pembina KOPISODA, menyebut bahwa upaya mengusulkan gelar pahlawan ini bukan hanya bentuk penghargaan historis, tetapi juga spiritual.

“Beliau sudah seperti mata air. Kita tinggal menyelami dan menyebarkannya kembali,” katanya.

Haul Semarang adalah ikhtiar besar mengenalkan kembali figur KH Sholeh Darat kepada generasi muda. Wajahnya mungkin tak sejelas tokoh nasional lainnya, tapi warisan pemikirannya tetap abadi.

Dan kini, dengan satu gambar dan satu semangat kolektif, umat Islam Indonesia bersiap untuk menghadirkan wajah KH Sholeh Darat kembali ke tengah masyarakat melalui haul, melalui ilmu, dan melalui cinta. []