Scroll untuk baca artikel
Religi

10 Kalimat Thayyibah dan Keutamaannya

Redaksi
×

10 Kalimat Thayyibah dan Keutamaannya

Sebarkan artikel ini

BARISAN.CO – Kalimat thayyibah adalah kalimat atau ucapan yang baik, berasal dari dua kata al-kalimah yang artinya kata atau kalimat dan thayyibah artinya baik. Jadi kalimat thayyibah merupakan ucapan yang baik yang jika diamalkan akan mendapatkan kebaikan dan pahala dari Allah Swt.

Agama Islam mengajarkan setiap pemeluknya untuk mengucapkan hal-hal yang baik kalimat thayyibah (الْكَلِمَةُ الطَّيِّبَةُ) dalam kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu hendaklah untuk senantiasa menghiasi lidah dan mulut ini dengan kalimat yang baik.

Sebab setiap kebaikan akan mendapatkan kebaikan, begitu juga sebaliknya ketika ucapan keburukan maka yang didapatkan adalah keburukan. Sebagaimana Allah Swt berfirman dalam surah Ibrahim ayat 24:

أَلَمْ تَرَ كَيْفَ ضَرَبَ ٱللَّهُ مَثَلًا كَلِمَةً طَيِّبَةً كَشَجَرَةٍ طَيِّبَةٍ أَصْلُهَا ثَابِتٌ وَفَرْعُهَا فِى ٱلسَّمَآءِ

Artinya: “Tidakkah kamu perhatikan bagaimana Allah telah membuat perumpamaan kalimat yang baik seperti pohon yang baik, akarnya teguh dan cabangnya (menjulang) ke langit.” (QS. Ibrahim: 24).

Makna yang terkandung ayat di atas yakni Allah Swt memberikan perumpamaan bahwasanya setiap kata-kata yang baik seperti pohon yang kuat. Begitu juga makna akar yang teguh dan menjulang ke langit, sebagaimana fungsi akar pada tanaman.

Adapun fungsi akar yakni, pertama, akar berfungsi untuk menghisap dan menyimpan air dan unsur hara dari dalam tanah. Kedua, menopang tengaknya pohon yang berate semakin kuat akarnya maka akan semakin kuat pula kekuatan pohon tersebut.

Sebagaimana hadis riwayat Abdullah bin Umar, Rasulullah Saw bersabda:

إِنَّ مِنَ الشَّجَرِ شَجَرَةً لاَ يَسْقُطُ وَرَقُهَا وَ إِنَّهَا مَثَلُ الْمُسْلِمِ. فَحَدِّثُوْنِيْ مَا هِيَ؟ فَوَقَعَ النَّاسُ فِي شَجَرِ الْبَوَادِى. قَالَ عَبْدُ اللهِ فَوَقَعَ فِيْ نَفْسِيْ أَنَّهَا النَّخْلَةُ فَاسْتَحْيَيْتُ. ثُمَّ قَالُوْا حَدِّثْنَا مَاهِيَ يَا رَسُوْلَ اللهِ؟ قَالَ: هِيَ النَّخْلَةُ. (رواه البخاري)

Di antara jenis pohon, ada suatu pohon yang tidak pernah gugur daunnya. Pohon itu adalah perumpamaan bagi orang Islam. Beritahukan aku, apakah pohon itu? Orang-orang mengira pohon itu adalah pohon yang tumbuh di hutan. Kata Abdullah, “Sedangkan menurut saya pohon itu adalah pohon kurma. Tetapi saya malu untuk berkata. Kemudian para sahabat berkata, “Beritahulah kami pohon apa itu, hai Rasulullah!” beliau menjawab, “Pohon itu adalah pohon kurma.” (HR. Bukhari).

Seorang hamba hendaknya senantiasa membiasakan diri mengucapkan kata-kata yang baik atau kalimat yang baik karena memiliki keutamaan. Setiap kalimat kalimat thayyibah memiliki keutamaan dan manfaatnya.

10 Kalimat Thayyibah dan Keutamaan

Berikut ini 10 (sepuluh) kalimat thayyibah yang perlu diketahui dan diamalkan:

1. Basmalah

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Bismillaahirrahmaanirrahiim

Artinya: “Dengan nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.”

Ketika Rasulullah Saw menerima wahyu pertama di Gua Hira, diperintahkan untuk mengucapkan basmallah, Allah Swt berfirman:

اقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِي خَلَقَ

Artinya “Bacalah dengan (menyebut) nama Rabb-mu yang Menciptakan.”(QS. Al- Alaq: 1)

Keutamaan bacaan basmallah sebagaimana Rasulullah Saw bersabda:

لاَ تَقُلْ تَعِسَ الشَّيْطَانُ فَإِنَّكَ إِذَا قُلْتَ ذَلِكَ تَعَاظَمَ حَتَّى يَكُونَ مِثْلَ الْبَيْتِ وَيَقُولَ بِقُوَّتِى وَلَكِنْ قُلْ بِسْمِ اللَّهِ فَإِنَّكَ إِذَا قُلْتَ ذَلِكَ تَصَاغَرَ حَتَّى يَكُونَ مِثْلَ الذُّبَابِ

Artinya: “Jangan kamu mengucapkan ‘celaka setan’. Karena ketika kamu mengucapkan kalimat itu, maka setan akan membesar, hingga dia seperti seukuran rumah. Setan akan membanggakan dirinya, ‘Dia jatuh karena kekuatanku.’ Namun ucapkanlah, ‘Bismillah…’ karena jika kamu mengucapkan kalilmat ini, setan akan mengecil, hingga seperti lalat.” (HR. Ahmad )

2. Ta’awudz

أَعُوذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ

A’uudzu billaahi minasy syaithoonir rojiim

Artinya: “Aku berlindung kepada Allah dari godaan syetan yang terkutuk.”

Allah Swt memerintahkan hambanya untuk membaca ta’awudz ketika hendak membaca Al-Qur’an, Allah Swt berfirman dalam surah An-Nahl ayat 98:

فَإِذَا قَرَأْتَ الْقُرْآنَ فَاسْتَعِذْ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ

Apabila kamu membaca Al-Qur’an hendaklah kamu meminta perlindungan kepada Allah dari setan yang terkutuk.” (QS. An-Nahl: 98).

Selain menjadi hal yang utama dalam membaca Al-Quran, kalimat ta’awudz merupakan doa supaya yang memiliki keutamaan sebagai pelindung. Allah Swt berfirman:

وَاِمَّا يَنْزَغَنَّكَ مِنَ الشَّيْطٰنِ نَزْغٌ فَاسْتَعِذْ بِاللّٰهِ ۗاِنَّهٗ سَمِيْعٌ عَلِيْمٌ

Artinya, “Dan jika setan datang menggodamu, maka berlindunglah kepada Allah. Sungguh, Dia Maha Mendengar, Maha Mengetahui.” (QS. Al-Araaf: 200).

3. Istirja’

إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ

Innaa lillaahi wa innaa ilaihi rooji’uun

Artinya: “Sesungguhnya kita ini milik Allah dan sesungguhnya kepada-Nyalah kita akan kembali.”

Kalimat istirja’ hendaknya menjadi kalimat yang  baik ketika diberi musibah, Allah Swt berfirman:

وَبَشِّرِ الصَّابِرِينَ ,.الَّذِينَ إِذَا أَصَابَتْهُمْ مُصِيبَةٌ قَالُوا إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ

Artinya: “Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar. (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: “Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji’uun.” (QS. al-Baqarah: 154 – 155).

Sedangkan keutamaan kalimat istirja’, Rasulullah Saw bersabda:

مَا مِنْ مُسْلِمٍ تُصِيبُهُ مُصِيبَةٌ فَيَقُولُ مَا أَمَرَهُ اللَّهُ: {إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ} [البقرة: 156] ، اللَّهُمَّ أَجِرْنِي فِي مُصِيبَتِي وَأَخْلُفْ لِي خَيْرًا مِنْهَا، إِلَّا أَخْلَفَ اللَّهُ لَهُ خَيْرًا مِنْهَا

Artinya: “Apabila ada seorang muslim yang mengalami musibah, lalu dia mengucapkan kalimat seperti yang Allah perintahkan, ‘Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji’uun’  ya Allah berikanlah pahala untuk musibahku, dan gantikan untukku dengan sesuatu yang lebih baik darinya. Maka Allah akan memberikan ganti untuknya dengan yang lebih baik.” (HR. Muslim)

4. Tasbih

سُبْحَانَ اللَّهِ

Subhaanallah)

Artinya: “Maha Suci Allah.”

Keutamaan membaca tasbih, sebagaimana Rasulullah Saw bersabda:

مَنْ قَالَ سُبْحَانَ اللهِ وَبِحَمْدِهِ فِيْ يَوْمٍ مِائَةَ مَرَّةٍ حُطَّتْ خَطَايَاهُ وَإنْ كَانَتْ مِثْلَ زَبَدِ الْبَحْرِ

Artinya: “Siapa yang mengucapkan Subhanallah wa bihamdih dalam sehari seratus kali maka kesalahan-kesalahannya dihapuskan meskipun seperti buih lautan.” (HR. Bukhari dan Muslim)

5. Tahmid

الْحَمْدُ لِلَّهِ

Alhamdulillah

Artinya: “Segala puji bagi Allah.”

Adapun keutamaan kalimat tahmid, sebagaimana riwayat Samurah bin Jundub, Rasulullah Saw bersabda:

أَحَبُّ الْكَلاَمِ إِلَى اللَّهِ أَرْبَعٌ سُبْحَانَ اللَّهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ وَلاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَاللَّهُ أَكْبَرُ. لاَ يَضُرُّكَ بَأَيِّهِنَّ بَدَأْتَ

Artinya: “Ada 4 ucapan yang paling disukai oleh Allah yaitu: Subhanallah, Alhamdulillah,  Laa ilaaha illallah (tahlil), dan Allahu Akbar. Tidak berdosa bagimu dengan mana saja kamu memulai.” (HR. Muslim)

6. Takbir

اَللَّهُ أَكْبَرُ

Allaahu akbar

Artinya: “Allah Maha Besar.”

أَحَبُّ الْكَلاَمِ إِلَى اللَّهِ أَرْبَعٌ سُبْحَانَ اللَّهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ وَلاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَاللَّهُ أَكْبَرُ. لاَ يَضُرُّكَ بَأَيِّهِنَّ بَدَأْتَ

Artinya: “Ada 4 ucapan yang paling disukai oleh Allah yaitu: Subhanallah, Alhamdulillah,  Laa ilaaha illallah (tahlil), dan Allahu Akbar. Tidak berdosa bagimu dengan mana saja kamu memulai.” (HR. Muslim)

7. Tahlil

لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ

Laa ilaaha illallah

Artinya: “Tiada Tuhan selain Allah.”

Keutamaan membaca tahlil:

مَنْ كَانَ آخِرُ كَلَامِهِ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ دَخَلَ الجَنَّةَ

Artinya: “Barangsiapa yang akhir perkataannya sebelum meninggal dunia adalah “la ilaha illallah,” maka ia akan masuk surga.” (HR. Abu Daud)

8. Hauqalah

لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ

Laa haula walaa quwwata illa billah

Artinya: “Tiada daya dan kekuatan kecuali dari Allah.”

Keutamaan kalimat hauqalah, Rasulullah Saw bersabda:

كُنَّا مَعَ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي سَفَرٍ فَكُنَّا إِذَا عَلَوْنَا كَبَّرْنَا فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: “أَيُّهَا النَّاسُ ارْبَعُوا عَلَى أَنْفُسِكُمْ فَإِنَّكُمْ لَا تَدْعُونَ أَصَمَّ وَلَا غَائِبًا وَلَكِنْ تَدْعُونَ سَمِيعًا بَصِيرًا”. ثُمَّ أَتَى عَلَيَّ وَأَنَا أَقُولُ فِي نَفْسِي لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللهِ فَقَالَ: “يَا عَبْدَ اللهِ بْنَ قَيْسٍ قُلْ لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللهِ فَإِنَّهَا كَنْزٌ مِنْ كُنُوزِ الْجَنَّةِ”

Artinya: “Pada suatu hari kami bepergian bersama dengan nabi Shallallahu’alaihiwasallam. Setiap kali melewati jalan menanjak kami  bertakbir (dengan suara keras). Maka Nabi Shallallahu’alaihiwasallam pun bersabda, “Wahai para manusia, kasihanilah diri kalian. Sungguh kalian tidaklah sedang memanggil dzat yang tuli atau sesuatu yang tidak ada. Namun kalian sedang memanggil Dzat Yang Maha Mendengar dan Maha Melihat!”. Kemudian beliau mendatangiku, dan saat itu aku sedang membaca dengan lirih, “La haula wa la quwwata illa billah”. Maka beliaupun berkata, “Wahai Abdullah bin Qais, ucapkanlah La haula wa la quwwata illa billah. Sungguh ia merupakan salah satu harta karun surga”. (HR. Bukhari dan Muslim.)

9. Istighfar

أَسْتَغْفِرُ اللَّهَ

Astaghfirullah

Artinya: “Aku memohon ampun kepada Allah.”

Keutamaan membaca istighfat sebagaimana Allah Swt berfirman:

“فَقُلْتُ اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ إِنَّهُ كَانَ غَفَّاراً . يُرْسِلِ السَّمَاء عَلَيْكُم مِّدْرَاراً . وَيُمْدِدْكُمْ بِأَمْوَالٍ وَبَنِينَ وَيَجْعَل لَّكُمْ جَنَّاتٍ وَيَجْعَل لَّكُمْ أَنْهَاراً”

 Artinya: “Aku (Nabi Nuh) berkata (pada mereka), “Beristighfarlah kepada Rabb kalian, sungguh Dia Maha Pengampun. Niscaya Dia akan menurunkan kepada kalian hujan yang lebat dari langit. Dan Dia akan memperbanyak harta serta anak-anakmu, juga mengadakan kebun-kebun dan sungai-sungai untukmu.” (QS. Nuh: 10-12).

10. Salam

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَ بَرَكَاتُهُ

Assalaamu’alaikum warohmatulloohi wabarookaatuh

Artinya: “Semoga keselamatan, rahmat Allah dan berkah-Nya limpahkan kepada kalian.”

يَا أَيُّهَا النَّاسُ أَفْشُوا السَّلَامَ وَأَطْعِمُوا الطَّعَامَ وَصِلُوا الْأَرْحَامَ وَصَلُّوا وَالنَّاسُ نِيَامٌ تَدْخُلُوا الْجَنَّةَ بِسَلَامٍ

Artinya: “Hai manusia sebarkan perdamaian (salam), berilah makan dan sambunglah silaturahim, dan shalatlah tatkala manusia sedang tidur, maka kamu akan masuk surga dengan seamat.” (HR. Tirmidzi)

Demikianlah sepuluh kalimat thayyibah dan keutamaannya yang dapat dijadikan amalan harian.