Sholat Dhuha bukan hanya ibadah sunnah, tetapi juga sumber keberkahan, kelapangan rezeki, dan penyembuh jiwa yang penuh hikmah.
BARISAN.CO – Sholat dhuha bukan hanya ibadah sunah biasa, melainkan sebuah pintu spiritual menuju limpahan rezeki, kebahagiaan jiwa, dan perlindungan Allah di dunia dan akhirat.
Di antara berbagai ibadah sunah yang dianjurkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, sholat dhuha memiliki tempat istimewa.
Ia menjadi wasiat Rasul kepada para sahabat, pengganti sedekah untuk setiap persendian tubuh, dan jalan pembuka rizki dari langit dan bumi.
Secara hukum, sholat dhuha disepakati oleh para ulama empat madzhab sebagai sunnah muakkadah (sunah yang sangat dianjurkan).
Salah satu dalil kuat tentang keutamaan sholat dhuha adalah sabda Rasulullah:
يُصْبِحُ عَلَى كُلِّ سُلاَمَى مِنْ أَحَدِكُمْ صَدَقَةٌ … وَيُجْزِئُ مِنْ ذَلِكَ رَكْعَتَانِ يُرْكَعُهُمَا مِنَ الضُّحَى
“Di pagi hari ada kewajiban bagi seluruh persendian kalian untuk bersedekah… Semua itu bisa dicukupi dengan dua rakaat shalat dhuha.” (HR. Muslim)
Hadits ini menjelaskan bahwa tubuh manusia terdiri dari ratusan sendi, dan semuanya wajib diberi sedekah setiap hari.
Namun jika tidak mampu bersedekah dalam bentuk materiil, dua rakaat sholat dhuha cukup menggantikan seluruh sedekah tersebut.
Inilah salah satu manfaat sholat dhuha yang sangat agung: pengganti seluruh sedekah fisik manusia.
Manfaat Sholat Dhuha Berdasarkan Hadits-Hadits Shahih
- Sholat Dhuha sebagai Jalan Rezeki
Salah satu keutamaan utama dari sholat dhuha adalah menjadi kunci pembuka rezeki dan jaminan kecukupan kebutuhan sepanjang hari. Dalam hadits qudsi Allah berfirman:
يَا ابْنَ آدَمَ لاَ تَعْجِزْ عَنْ أَرْبَعِ رَكَعَاتٍ مِنْ أَوَّلِ النَّهَارِ أَكْفِكَ آخِرَهُ
“Wahai anak Adam, jangan malas mengerjakan empat rakaat di awal siang, niscaya Aku cukupkan engkau hingga sore hari.” (HR. Tirmidzi)
Sholat dhuha menjadi wujud pengharapan akan keberkahan dan kecukupan hidup.
- Mendapat Pahala Setara Haji dan Umrah
Dalam hadits lain disebutkan:
من صلى الغداةَ في جماعةٍ ثم قعد يذكرُ اللهَ حتى تطلعَ الشمسُ ثم صلَّى ركعتيْنِ كانت لهُ كأجرِ حجَّةٍ وعمرةٍ، تامةٍ، تامةٍ، تامةٍ
“Barangsiapa yang shalat Subuh berjamaah, lalu duduk berdzikir hingga matahari terbit, kemudian shalat dua rakaat, maka pahalanya seperti haji dan umrah. Sempurna, sempurna, sempurna.” (HR. Tirmidzi)
Sholat ini biasa disebut sholat isyraq, yang pada dasarnya merupakan sholat dhuha yang dilakukan di awal waktu.
- Perlindungan dari Neraka
Rasulullah SAW menjelaskan dalam hadits riwayat Al-Baihaqi bahwa orang yang menjaga sholat dhuha dua rakaat setelah dzikir pagi akan dijauhkan dari api neraka.
“Barangsiapa melakukan shalat Fajar, kemudian ia tetap duduk di tempat shalatnya sambil berdzikir hingga matahari terbit dan kemudian ia melaksanakan shalat Dhuha sebanyak dua rakaat, niscaya Allah Swt. akan mengharamkan api neraka untuk menyentuh atau membakar tubuhnya.” (HR. Al-Baihaqi)