Jodoh yang benar bukan yang bikin deg-degan terus, tapi yang bikin hati tenang dan iman tumbuh.
BARISAN.CO – Doa minta jodoh adalah bentuk ikhtiar seorang hamba kepada Allah agar dipertemukan dengan pasangan hidup terbaik, yang bukan hanya menemani di dunia, tetapi juga menuntun hingga ke surga.
Dalam Islam, jodoh memang berada dalam ketetapan Allah, namun manusia tetap diperintahkan untuk berusaha dan berdoa.
Manusia pada hakikatnya adalah makhluk sosial. Rasa ingin memiliki pasangan hidup adalah fitrah. Terlebih ketika seseorang telah memasuki usia menikah, namun belum juga menemukan jodohnya, kegelisahan sering kali muncul.
Di sinilah doa memiliki peran penting sebagai jalan spiritual yang menenangkan sekaligus menguatkan harapan.
Sebagian orang memahami jodoh sebagai takdir mutlak. Padahal, dalam Islam, jodoh termasuk takdir mu‘allaq, yaitu takdir yang bergantung pada usaha dan doa.
Artinya, Allah Maha Mengetahui siapa jodoh kita, namun cara bertemu, waktu, dan kesiapan hati sangat dipengaruhi oleh ikhtiar.
Allah berfirman:
وَالطَّيِّبٰتُ لِلطَّيِّبِيْنَ وَالطَّيِّبُوْنَ لِلطَّيِّبٰتِۚ
“Wanita-wanita yang baik untuk laki-laki yang baik, dan laki-laki yang baik untuk wanita-wanita yang baik.” (QS. An-Nur: 26)
Karena itu, doa minta jodoh tidak hanya tentang “ingin cepat menikah”, tetapi juga memohon agar Allah memperbaiki diri kita terlebih dahulu agar layak dipertemukan dengan pasangan terbaik.
Apakah jodoh bisa sampai ke surga? Dalam Islam, suami dan istri yang saling mencintai karena Allah, saling menjaga iman, serta menuntun satu sama lain dalam kebaikan, insyaAllah akan dipertemukan kembali di surga.
Allah berfirman:
وَالَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَاتَّبَعَتْهُمْ ذُرِّيَّتُهُمْ بِاِيْمَانٍ اَلْحَقْنَا بِهِمْ ذُرِّيَّتَهُمْ وَمَآ اَلَتْنٰهُمْ مِّنْ عَمَلِهِمْ مِّنْ شَيْءٍۚ كُلُّ امْرِئٍ ۢ بِمَا كَسَبَ رَهِيْنٌ
Artinya: “Orang-orang yang beriman dan anak cucunya mengikuti mereka dalam keimanan, Kami akan mengumpulkan anak cucunya itu dengan mereka (di dalam surga). Kami tidak mengurangi sedikit pun pahala amal (kebajikan) mereka. Setiap orang terikat dengan apa yang dikerjakannya.” (QS. At-Thur: 21)
Yang dibawa hingga akhirat bukan sekadar status pernikahan, melainkan iman dan amal saleh yang dijalani bersama. Maka, doa minta jodoh sejatinya juga doa agar dipertemukan dengan pasangan yang menuntun ke surga.
Doa Minta Jodoh dengan Segera
1. Doa Nabi Zakaria (QS. Al-Anbiya: 89)
رَبِّ لَا تَذَرْنِيْ فَرْدًا وَ أَنْتَ خَيْرُ الْوَارِثِيْنَ
Rabbi laa tazarnii fardaw wa anta khoirul waarisiin
Artinya: “Ya Tuhanku, janganlah Engkau biarkan aku hidup seorang diri (tanpa keturunan) dan Engkaulah ahli waris yang terbaik.”
Doa ini sering dibaca oleh mereka yang berharap segera dipertemukan dengan jodoh dan keturunan yang baik.
2. Doa Meminta Pasangan Penyejuk Hati (QS. Al-Furqan: 74)
رَبَّنَا هَبْلَنَا مِنْ أَزْوَاجِنِا وَ ذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ
Rabbanaa hab lanaa min azwaajinaa wa zurriyyatinaa qurrota a’yun
Artinya: “Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami pasangan dan keturunan sebagai penenang hati.”
Ayat ini menunjukkan bahwa tujuan jodoh dalam Islam bukan sekadar status, tetapi ketenteraman jiwa.
3. Doa Minta Jodoh untuk Laki-Laki
رَبِّ هَبْ لِي مِنْ لَدُنْكَ زَوْجَةً طَيِّبَةً أَخْطُبُهَا وَأَتَزَوَّجُ بِهَا وَتَكُوْنُ صَاحِبَةً لِى فِى الدِّيْنِ وَالدُنْيَا وَالْأَخِرَةِ
Robbi habli min ladunka zaujatan thoyyibah akhutubuha wa atazawwaj biha watakuna shoohibatan lii fiddiini wad-dunyaa wal aakhirah
Artinya: “Ya Rabbku, berikanlah kepadaku istri yang baik dari sisi-Mu, yang aku lamar dan nikahi, serta menjadi sahabatku dalam urusan agama, dunia, dan akhirat.”
4. Doa Minta Jodoh untuk Perempuan
رَبِّ هَبْ لِي مِنْ لَدُنْكَ زَوْجًا طَيِّبًا وَيَكُوْنُ صَاحِبًا لِى فِى الدِّيْنِ وَالدُنْيَا وَالْأَخِرَة
Robbi habli milladunka zaujan thoyyiban wa yakuuna shoohiban lii fiddiini wad-dunyaa wal aakhirah
Artinya: “Ya Rabb, berikanlah kepadaku suami yang terbaik dari sisi-Mu, yang menjadi sahabatku dalam urusan agama, dunia, dan akhirat.”
Menurut Islam, meski tidak ada tanda gaib yang pasti, jodoh yang baik biasanya ditandai dengan hati yang terasa lebih tenang, jalan yang dimudahkan oleh Allah, serta kehadiran pasangan yang mengajak pada kebaikan dan ibadah.
Ia bisa diterima oleh akal sehat setelah doa istikharah, dan tidak melelahkan secara batin, melainkan menumbuhkan rasa aman dan saling menguatkan. []









