Scroll untuk baca artikel
Kolom

Zero Sum Game

×

Zero Sum Game

Sebarkan artikel ini
Zero Sum Game
Ilustrasi

Skandal Epstein mengingatkan: ketamakan elit bukan sekadar penyimpangan moral, tetapi sistem yang memakan korban dalam diam.

Oleh: Imam Trikarsohadi.

PENYIMPANGAN perilaku sosial yang didorong oleh ketamakan, tentu akan menempuh jalan kriminal demi memuaskan keinginan tak terbatas akan materi, status, atau kekuasaan. Inilah akar masalah yang melatarbelakangi Skandal Epstein.

Seperti diketahui, terungkapnya ribuan data file Jeffrey Edward Epstein cukup mengguncang berbagai belahan dunia karena menyeretserta begitu banyak orang ternama.

Epstein adalah seorang oligarki, pelaku kejahatan seks anak, pemerkosa berantai, dan pedagang manusia asal Amerika Serikat .

Epstein membina lingkaran sosial elit dan menyediakan setidaknya 1.000 gadis di bawah umur, remaja, dan wanita muda yang menjadi sasaran pemerkosaan berulang dan kekerasan seksual oleh dirinya serta rekan-rekannya.

Menurut The New York Times, Epstein memperoleh sebagian besar kekayaannya dengan menyediakan layanan pajak dan estat bagi para miliarder.

Ia juga seorang jejaring sosial yang ternama, yang jaringan luasnya mencakup pebisnis, bangsawan, politisi, dan akademisi.

Persahabatannya dengan tokoh publik termasuk Donald Trump, Andrew Mountbatten-Windsor, Bill Clinton, dan Mette-Marit, Putri Mahkota Norwegia telah menarik kontroversi yang signifikan.

Ia memelihara hubungan dengan Peter Thiel, Elon Musk, Bill Gates, Larry Summers, dan Steve Bannon.
Pada Januari 2026, ada begitu banyak berkas Epstein dirilis, menunjukkan kontak ekstensif dengan Ehud Barak, Steve Tisch, Miroslav Lajčák, Howard Lutnick, Kathy Ruemmler, Peter Mandelson, dan banyak tokoh terkemuka lainnya.

Rilis jutaan halaman Epstein Files membawa dampak besar terhadap diskursus global mengenai kejahatan seksual terorganisir, kekuasaan elit, dan akuntabilitas hukum.

Dokumen ini menjadi sumber penting bagi jurnalis investigatif, akademisi, dan penegak hukum dalam mengungkap fakta yang selama ini tersembunyi.

Epstein Files merupakan arsip besar yang membuka tabir skandal Jeffrey Epstein dan jejaring relasinya secara lebih luas.

Meski masih menuai kontroversi terkait kelengkapan dan redaksi, dokumen ini menjadi langkah penting menuju transparansi dan keadilan, sekaligus pengingat bahwa kejahatan sistematis dapat berlangsung lama ketika kekuasaan dan pengaruh tidak diawasi secara ketat.

Skandal Epstein juga menunjukkan bahwa penguasaan dan/ atau kekuasaan tanpa batas akan melahirkan kejahatan sistematis.

Apa sebab? Jawabnya, karena ketamakan, apapun jenisnya, ia berangkat dari mentalitas zero-sum game yang berprinsip bahwa keuntungan harus berasal dari kerugian orang lain. []