Satu doa singkat yang diajarkan Nabi Muhammad dipercaya menjadi kunci meraih ampunan dan keberkahan pada malam Lailatul Qadar yang lebih baik dari seribu bulan.
BARISAN.CO – Malam Lailatul Qadar merupakan malam yang sangat istimewa bagi umat Islam. Dalam Al-Qur’an, Allah menyebut bahwa malam ini lebih baik daripada seribu bulan.
Artinya, ibadah yang dilakukan pada malam tersebut memiliki pahala yang sangat besar, bahkan melebihi ibadah selama lebih dari delapan puluh tahun.
Karena keutamaannya yang sangat besar, umat Islam dianjurkan memperbanyak ibadah pada sepuluh malam terakhir bulan Ramadan.
Salah satu amalan yang dianjurkan adalah memperbanyak doa, khususnya doa yang diajarkan oleh Nabi Muhammad.
Doa ini diriwayatkan dari istri Nabi, Aisyah binti Abu Bakar, yang pernah bertanya kepada Rasulullah tentang doa terbaik jika seseorang mendapatkan malam Lailatul Qadar.
Doa Lailatul Qadar dan Tanda-Tanda Malam Lailatul Qadar
Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Aisyah, disebutkan bahwa ia bertanya kepada Nabi Muhammad mengenai doa yang sebaiknya dibaca ketika seseorang mengetahui malam Lailatul Qadar.
Berikut teks hadisnya:
عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ: قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَرَأَيْتَ إِنْ عَلِمْتُ أَيُّ لَيْلَةٍ لَيْلَةُ الْقَدْرِ مَا أَقُولُ فِيهَا؟ قَالَ قُولِي: اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي
‘An ‘Āisyata qālat: Qultu yā Rasūlallāh, ara’ayta in ‘alimtu ayyu laylatin laylatul qadr mā aqūlu fīhā? Qāla: Qūlī: Allāhumma innaka ‘afuwwun tuḥibbul ‘afwa fa‘fu ‘annī.
Artinya: Dari Aisyah ia berkata: Aku bertanya, “Wahai Rasulullah, jika aku mengetahui malam Lailatul Qadar, apa yang harus aku baca pada malam itu?” Rasulullah bersabda, “Bacalah: Ya Allah, Engkau Maha Pemaaf dan menyukai pemaafan, maka maafkanlah aku.”
Hadis ini diriwayatkan dalam kitab Sunan At-Tirmidzi dan juga terdapat dalam Sunan Ibnu Majah. Doa tersebut sangat singkat tetapi memiliki makna yang sangat dalam.
Para ulama menjelaskan bahwa inti dari ibadah pada malam Lailatul Qadar adalah memohon ampunan kepada Allah.
Oleh karena itu, Nabi Muhammad mengajarkan doa yang menekankan permohonan ampun kepada Allah yang Maha Pemaaf.
Selain membaca doa Lailatul Qadar tersebut, umat Islam juga dianjurkan memperbanyak berbagai amalan lain.
Di antaranya adalah shalat malam, membaca Al-Qur’an, memperbanyak dzikir, serta berdoa memohon kebaikan dunia dan akhirat.
Banyak orang juga melakukan i’tikaf di masjid pada sepuluh malam terakhir Ramadan agar dapat lebih fokus dalam beribadah.
Malam Lailatul Qadar sendiri tidak disebutkan secara pasti waktunya. Namun Nabi Muhammad menganjurkan umat Islam untuk mencarinya pada sepuluh malam terakhir Ramadan, khususnya pada malam-malam ganjil.
Hal ini sebagaimana disebutkan dalam hadis berikut:
تَحَرَّوْا لَيْلَةَ الْقَدْرِ فِي الْعَشْرِ الأَوَاخِرِ مِنْ رَمَضَانَ
Artinya: “Carilah malam Lailatul Qadar pada sepuluh malam terakhir bulan Ramadan.”
Hadis ini diriwayatkan dalam kitab Sahih Bukhari dan Sahih Muslim. Selain itu, terdapat beberapa tanda yang disebutkan dalam hadis mengenai malam Lailatul Qadar. Salah satu tanda yang paling dikenal adalah suasana malam yang terasa tenang dan damai.
Dalam sebuah hadis disebutkan bahwa matahari pada pagi hari setelah malam Lailatul Qadar terbit dengan cahaya yang lembut.
Teks hadisnya adalah sebagai berikut:
هِيَ طَلْقَةٌ لَا حَارَّةٌ وَلَا بَارِدَةٌ تُصْبِحُ الشَّمْسُ صَبِيحَتَهَا ضَعِيفَةً حَمْرَاءَ
Artinya: “Malam itu adalah malam yang tenang, tidak panas dan tidak dingin. Pada pagi harinya matahari terbit dengan cahaya yang lemah dan kemerahan.”
Hadis tentang tanda ini diriwayatkan dalam kitab Sahih Muslim dari sahabat Ubay bin Ka’ab. Sebagian ulama juga menjelaskan bahwa pada malam Lailatul Qadar suasana terasa damai dan penuh ketenteraman. Banyak orang merasakan hati yang lebih tenang dan lebih mudah khusyuk dalam beribadah.
Karena keutamaan malam ini sangat besar, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak ibadah pada sepuluh malam terakhir Ramadan.
Dengan membaca doa Lailatul Qadar yang diajarkan Nabi Muhammad serta memperbanyak shalat, dzikir, dan membaca Al-Qur’an, seorang Muslim berharap dapat meraih keberkahan malam yang nilainya lebih baik daripada seribu bulan.
Dengan demikian, doa Lailatul Qadar bukan hanya sekadar bacaan pendek, tetapi merupakan doa yang memiliki makna mendalam.
Doa ini mengajarkan umat Islam untuk senantiasa memohon ampun kepada Allah dan berharap mendapatkan rahmat serta keberkahan dari malam yang sangat mulia tersebut. []









