BARISAN.CO – Panitia Lokal Muktamar Ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) menggelar Apel Siaga sekaligus meluncurkan armada operasional Muktamar di Gedung Serbaguna KH Abdullah Sa’id, Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Rabu (22/7/2026).
Kegiatan ini menandai dimulainya hitung mundur 35 hari menjelang pelaksanaan Muktamar NU yang dijadwalkan berlangsung pada 27–31 Agustus 2026.
Apel dipimpin Ketua Organizing Committee (OC) Muktamar Ke-35 NU, Saifullah Yusuf atau Gus Ipul, bersama Ketua Panitia Lokal KH Abdurrozaq Sholeh (Gus Rozaq). Keduanya memastikan seluruh panitia bergerak dalam satu koordinasi untuk menyukseskan agenda lima tahunan organisasi tersebut.
Dalam arahannya, Gus Ipul mengatakan apel siaga menjadi momentum menyatukan semangat dan menyamakan pemahaman tugas seluruh unsur panitia.
“Seluruh elemen panitia kita kumpulkan agar memiliki semangat yang sama, memahami tugas masing-masing, dan bergerak dalam satu koordinasi. Dari perkembangan yang saya lihat hari ini, saya optimistis Muktamar Ke-35 NU akan berjalan lancar dan sukses,” ujarnya.
Ia juga mengungkapkan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dijadwalkan hadir untuk membuka secara resmi Muktamar Ke-35 NU.
“Kurang 35 hari lagi menuju Muktamar Ke-35 NU yang insyaallah akan dihadiri langsung Presiden Republik Indonesia ke-8, Bapak Prabowo Subianto,” kata Gus Ipul.
Selain apel siaga, panitia meluncurkan armada operasional Muktamar yang ditandai dengan pelepasan balon berwarna hijau dan emas ke udara.
Iring-iringan kendaraan berstiker “Muktamar Ke-35 Nahdlatul Ulama 1926–2026” juga diperkenalkan sebagai bagian dari kesiapan layanan logistik dan transportasi bagi peserta serta tamu undangan selama penyelenggaraan Muktamar.
Suasana apel berlangsung semarak. Ribuan panitia yang mengenakan seragam putih memenuhi lokasi kegiatan, sementara Gus Ipul dan Gus Rozaq bersama jajaran Banser menyapa peserta sebelum prosesi pelepasan balon berlangsung.
Ketua Panitia Lokal Muktamar Ke-35 NU, Gus Rozaq, mengatakan sekitar 2.000 panitia lokal telah disiapkan. Mereka berasal dari keluarga besar Pondok Pesantren Bahrul Ulum, MWCNU Jombang, lembaga, badan otonom (banom), hingga relawan.
Menurutnya, kesiapan infrastruktur saat ini telah mencapai sekitar 70 persen. Panitia masih memfokuskan penyelesaian area parkir dan kawasan bazar.
“Panitia menyiapkan lahan parkir seluas sekitar tiga hektare di sisi timur kompleks pesantren. Proses pengurukan lahan masih berlangsung dan ditargetkan selesai dalam beberapa hari ke depan,” jelasnya.
Selain itu, panitia juga menyiapkan lebih dari 150 unit toilet tambahan, pemasangan pendingin ruangan di ruang persidangan, pembangunan dapur umum, serta kawasan pameran UMKM untuk mendukung kelancaran pelaksanaan Muktamar.
Gus Rozaq menegaskan apel siaga tidak hanya bertujuan memastikan kesiapan teknis, tetapi juga membangun semangat khidmah seluruh panitia.
“Apel ini untuk menyamakan barisan. Kita juga tampilkan armada dan lepaskan balon sebagai tanda bahwa kita siap. Tinggal 35 hari lagi, Muktamar di tempat lahirnya NU harus sukses,” ujarnya.
Ia menambahkan pembekalan kepada panitia akan terus dilakukan secara bertahap agar setiap personel memahami tugas pokok dan fungsinya.
“Yang terpenting bukan hanya sukses penyelenggaraan, tetapi juga bagaimana Muktamar ini membawa keberkahan, memperkuat ukhuwah, serta memberikan manfaat bagi NU, bangsa, dan negara,” katanya.
Salah seorang peserta apel, Eko Heru S, mengaku bangga dapat terlibat dalam persiapan Muktamar Ke-35 NU.
“Yang bagus itu kekompakan panitia dan semangat kebersamaannya. Dari barisan sampai arahan, semua tertib dan satu tujuan. Insyaallah dengan semangat seperti ini Muktamar Ke-35 di Jombang akan sukses dan membawa berkah untuk kita semua,” ujarnya.
Melalui apel siaga, peluncuran armada, dan percepatan penyelesaian infrastruktur, Panitia Lokal bersama PBNU, keluarga besar Pondok Pesantren Bahrul Ulum, serta MWCNU Jombang menyatakan siap menjadi tuan rumah Muktamar Ke-35 NU yang digelar bertepatan dengan peringatan satu abad Nahdlatul Ulama menurut kalender hijriah. []









