Scroll untuk baca artikel
Nasional

Survei SMRC: Mahfud MD Rajai Skor Kepemimpinan, Prabowo dan Gibran Tercecer di Bawah

×

Survei SMRC: Mahfud MD Rajai Skor Kepemimpinan, Prabowo dan Gibran Tercecer di Bawah

Sebarkan artikel ini
Survei SMRC mahfud md
Mahfud MD

Studi terbaru SMRC menunjukkan Mahfud MD meraih skor kepemimpinan tertinggi sebesar 7,6 dari para opinion leaders, sementara Presiden Prabowo mendapat skor 5,1 dan Wapres Gibran mencatat skor 4,4 akibat rendahnya aspek kapabilitas.

BARISAN.CO, JAKARTA – Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) mencatat Mahfud MD memperoleh skor kualitas kepemimpinan demokratis-transformatif tertinggi di antara sejumlah tokoh nasional yang dinilai para pemimpin opini (opinion leaders). Mahfud meraih skor rata-rata 7,6 dalam skala 0–10, disusul Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi dengan skor 7,0.

Sementara itu, Presiden Prabowo Subianto memperoleh skor 5,1 dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka mendapat skor 4,4.

Hasil tersebut berasal dari studi opinion leaders yang dilakukan SMRC pada September 2026. Temuan itu dipaparkan pendiri SMRC, Profesor Saiful Mujani, dalam presentasi bertajuk “Kepemimpinan Nasional Demokratik-Transformatif: Survei Opinion Leaders” di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Kamis (15/10/2026).

Saiful menjelaskan, studi ini melibatkan kelompok yang dinilai relatif memiliki pengetahuan lebih mendalam tentang tokoh-tokoh nasional. Penilaian tersebut diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan masyarakat dalam memilih pemimpin.

“Pemilih pada umumnya tidak cukup punya informasi untuk menilai calon presiden secara mendalam. Karena itu kami bertanya kepada kelompok yang relatif lebih tahu tentang tokoh-tokoh ini,” kata Saiful.

Guru besar ilmu politik UIN Jakarta itu mengatakan, penilaian para responden diharapkan membantu pemilih menentukan pemimpin yang memiliki visi demokratis-transformatif.

“Penilaian mereka diharapkan menjadi bahan pertimbangan pemilih agar memilih pemimpin yang bervisi demokratis-transformatif,” ujarnya.

Skor Prabowo terendah pada profesionalisme TNI-Polri

Dalam studi tersebut, skor terendah Prabowo terdapat pada aspek komitmen terhadap profesionalisme TNI dan Polri, yakni 4,2. Nilai tersebut sama dengan skor Kaesang Pangarep dan menjadi yang terendah di antara tokoh-tokoh yang dinilai pada aspek tersebut.

Padahal, sebanyak 84 persen opinion leaders menilai komitmen untuk membatasi TNI pada fungsi pertahanan serta Polri pada fungsi keamanan dan ketertiban masyarakat sebagai kriteria yang sangat penting bagi calon presiden.

Pada aspek lainnya, Prabowo memperoleh skor 4,9 untuk empati, 5,1 untuk kapabilitas, 5,3 untuk komitmen terhadap politik luar negeri bebas aktif, 5,5 untuk kemampuan memimpin, serta 5,8 untuk sikap pluralis-inklusif.

Gibran mendapat skor kapabilitas 3,7

Adapun Gibran Rakabuming Raka memperoleh skor 3,7 pada aspek kapabilitas atau kompetensi. Nilai tersebut menjadi yang terendah kedua setelah Kaesang Pangarep, yang memperoleh skor 3,3.

Skor Gibran pada aspek lainnya berkisar antara 4,0 untuk integritas hingga 5,1 untuk sikap pluralis-inklusif. Ia mendapat nilai 4,2 untuk empati, 4,3 untuk kemampuan memimpin, 4,5 untuk komitmen terhadap profesionalisme TNI-Polri, dan 4,7 untuk komitmen pada politik luar negeri bebas aktif.

Mahfud unggul di hampir seluruh aspek

Mahfud MD dinilai memiliki kualitas kepemimpinan demokratis-transformatif tertinggi di antara 31 tokoh yang dievaluasi. Ia meraih skor tertinggi pada sejumlah indikator, yakni kapabilitas 7,6, empati 7,3, sikap pluralis-inklusif 7,7, kemampuan memimpin 7,6, serta komitmen terhadap profesionalisme TNI-Polri 7,8.

Pada aspek komitmen terhadap politik luar negeri bebas aktif, Mahfud memperoleh skor 7,7 dan berada di posisi kedua, sedikit di bawah Retno Marsudi yang meraih 7,8.

Sementara itu, Dedi Mulyadi menonjol pada aspek empati, sikap pluralis-inklusif, dan kemampuan memimpin.

Gubernur Jawa Barat tersebut memperoleh skor 7,1 untuk empati, berada di posisi kedua setelah Mahfud yang mendapat 7,3. Pada aspek pluralis-inklusif, Dedi meraih skor 7,2, sama dengan Zainal Arifin Mochtar dan berada di posisi kedua.

Untuk kemampuan memimpin, yang mencakup kemampuan bekerja, bersikap tegas, dan mengambil keputusan, Dedi memperoleh skor 7,3. Nilai tersebut menempatkannya di posisi ketiga setelah Mahfud dengan skor 7,6 dan Basuki Tjahaja Purnama dengan skor 7,4.

Pada indikator lainnya, Dedi memperoleh skor 6,7 untuk kapabilitas atau kompetensi, 6,8 untuk komitmen terhadap politik luar negeri bebas aktif, dan 6,5 untuk komitmen terhadap profesionalisme TNI-Polri.

Libatkan 200 responden

SMRC melibatkan 200 opinion leaders dalam studi ini, yang terdiri atas 166 akademisi atau ilmuwan dari berbagai bidang dan 34 jurnalis. Para responden diminta menilai 31 tokoh menggunakan skala 0–10.

SMRC menjelaskan, responden tidak dipilih secara acak karena tidak tersedia daftar populasi opinion leaders secara nasional. Pemilihan responden dilakukan menggunakan teknik snowballing, terutama melalui media massa nasional dan daerah.

Karena metode tersebut, SMRC menegaskan bahwa hasil studi bersifat deskriptif dan mencerminkan penilaian responden yang terlibat, bukan keseluruhan populasi opinion leaders di Indonesia.

Sebanyak 149 responden bersedia namanya dipublikasikan dalam studi tersebut. []