Scroll untuk baca artikel
Nasional

Kaget? Survei Poltracking Ungkap Beda Jauh Tingkat Kepercayaan vs Kepuasan Kinerja Prabowo-Gibran!

×

Kaget? Survei Poltracking Ungkap Beda Jauh Tingkat Kepercayaan vs Kepuasan Kinerja Prabowo-Gibran!

Sebarkan artikel ini
Survei Poltracking Oktober 2026
Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka/Foto: FB Prabowo Subianto

Hasil survei Poltracking Indonesia Oktober 2026 menunjukkan tingkat kepercayaan publik terhadap pemerintahan Prabowo-Gibran mencapai 64,8%, lebih tinggi dibanding kepuasan kinerjanya.

BARISAN.CO, JAKARTA – Tingkat kepercayaan publik terhadap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka mencapai 64,8 persen berdasarkan hasil survei terbaru Poltracking Indonesia pada Oktober 2026.

Angka tersebut terdiri atas 10,8 persen responden yang menyatakan sangat percaya dan 54 persen yang mengaku cukup percaya terhadap pemerintahan saat ini.

Hasil survei tersebut menunjukkan adanya kenaikan tingkat kepercayaan publik dibandingkan survei Poltracking pada Agustus 2026 yang tercatat sebesar 63,2 persen.

Meski meningkat, Poltracking mencatat tingkat kepercayaan masyarakat pada Oktober 2026 cenderung stabil dibandingkan dua bulan sebelumnya.

Selain mengukur kepercayaan terhadap pemerintah, survei ini turut memotret pandangan masyarakat mengenai arah kebijakan dan keseriusan pemerintah dalam menangani berbagai persoalan publik.

Dalam survei tersebut, sebanyak 61,3 persen responden menyatakan percaya bahwa kebijakan pemerintahan Prabowo-Gibran pada dasarnya ditujukan untuk memperbaiki kehidupan masyarakat kecil.

Temuan ini menggambarkan persepsi responden terhadap orientasi kebijakan pemerintah, terutama terkait upaya memperbaiki kondisi kehidupan kelompok masyarakat yang membutuhkan perhatian lebih besar.

Selain itu, sebanyak 62,1 persen responden menilai pemerintah serius bekerja untuk menyelesaikan persoalan masyarakat. Rinciannya, 12,4 persen menyatakan pemerintah sangat serius, sedangkan 49,7 persen lainnya menilai pemerintah cukup serius.

Berdasarkan hasil tersebut, Poltracking mencatat bahwa kepercayaan masyarakat tidak hanya tercermin dalam penilaian terhadap pemerintahan secara umum, tetapi juga dalam persepsi mengenai keseriusan pemerintah bekerja dan keberpihakan kebijakannya.

Posisi Kepemimpinan Prabowo Dinilai Kuat

Pada aspek kepemimpinan, survei Poltracking menunjukkan sebanyak 64,7 persen responden menilai posisi Presiden Prabowo kuat dalam memimpin dan mengendalikan jalannya pemerintahan.

Temuan ini menjadi salah satu indikator persepsi publik terhadap kepemimpinan presiden di tengah pelaksanaan agenda pemerintahan.

Meski demikian, tingkat kepercayaan terhadap pemerintah masih berbeda dengan tingkat kepuasan masyarakat terhadap kinerja pemerintahan yang telah dirasakan.

Poltracking mencatat tingkat kepuasan publik terhadap kinerja pemerintahan sebesar 55,3 persen, atau lebih rendah dibandingkan tingkat kepercayaan yang mencapai 64,8 persen.

Dalam kesimpulan surveinya, Poltracking menilai perbedaan kedua indikator tersebut menunjukkan bahwa keyakinan masyarakat terhadap pemerintah masih lebih tinggi dibandingkan evaluasi publik atas hasil kinerja yang telah dirasakan secara langsung.

Dengan kata lain, kepercayaan terhadap pemerintah belum sepenuhnya berbanding lurus dengan tingkat kepuasan masyarakat terhadap pelaksanaan kinerja pemerintahan.

Temuan survei tersebut menempatkan peningkatan hasil kebijakan yang dirasakan masyarakat sebagai salah satu tantangan pemerintah ke depan.

Kepercayaan publik perlu diikuti dengan pelaksanaan program yang memberikan manfaat nyata, terutama bagi masyarakat kecil. Hasil kebijakan yang dapat dirasakan dalam kehidupan sehari-hari berpotensi menjadi faktor penting dalam membentuk penilaian masyarakat terhadap kinerja pemerintah.

Meski demikian, angka survei ini perlu dibaca sesuai indikator yang diukur. Kepercayaan, persepsi keberpihakan kebijakan, penilaian terhadap keseriusan pemerintah, dan kepuasan terhadap kinerja merupakan aspek berbeda yang tidak dapat disamakan begitu saja.

Survei Poltracking Indonesia dilaksanakan melalui wawancara tatap muka pada 30 September hingga 7 Oktober 2026. Survei melibatkan 1.220 responden warga negara Indonesia yang telah memiliki hak pilih.

Penarikan sampel menggunakan metode multistage random sampling, dengan margin of error sekitar ±2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Hasil survei ini memberikan gambaran mengenai persepsi responden terhadap pemerintahan Prabowo-Gibran pada periode pengumpulan data tersebut. Angka-angka yang disajikan merupakan hasil pengukuran opini responden dan tidak dengan sendirinya membuktikan efektivitas setiap kebijakan pemerintah.

Tantangan selanjutnya adalah bagaimana pemerintah menerjemahkan kepercayaan publik tersebut menjadi hasil kerja yang terukur dan manfaat yang semakin dirasakan masyarakat luas. []