Scroll untuk baca artikel
Daerah

Hangatkan Balai Kota, Puluhan Sastrawan Unjuk Gigi di Semarang Berpuisi 2026

×

Hangatkan Balai Kota, Puluhan Sastrawan Unjuk Gigi di Semarang Berpuisi 2026

Sebarkan artikel ini

Gelaran sastra akbar Semarang Berpuisi 2026 sukses menyedot perhatian ratusan pencinta literasi lewat kolaborasi epik puluhan penyair legendaris Jawa Tengah di Hall Balai Kota Semarang.

BARISAN.CO, SEMARANG – Perhelatan sastra dan seni bertajuk “Semarang Berpuisi: Dari Kata Menjadi Karya” digelar di Hall Balai Kota Semarang, Kamis (5/11/2026).

Kegiatan yang diinisiasi Dinas Arsip dan Perpustakaan Kota Semarang tersebut berlangsung mulai pukul 13.00 WIB hingga selesai dengan menghadirkan sejumlah penyair, sastrawan, dan seniman lokal.

Acara ini dibuka dengan penampilan tari Semarangan dari Sanggar Seruni Dance Semarang.

Selanjutnya, diisi dengan pertunjukan pembacaan puisi dan ekspresi seni budaya.

Dibuka dengan penampilan budayawan, Eko Tunas. Dilanjutkan pembacaan puisi Beno Siang Pamungkas membacakan puisi berjudul Negeri Abrakadrabra.

Sejumlah pegiat sastra tampil membawakan karya-karya pilihan di hadapan masyarakat dan penikmat seni yang hadir di lokasi kegiatan.

Para penyair dan sastrawan yang tampil dalam perhelatan tersebut antara lain Triyanto Triwikromo, Sulis Bambang, Budi Maryono, Timur Sinar Suprabana.

Juga Adhitia Armitrianto, Tegsa, Jinawi Rana, Fitriyani, Arif Fitra ‘Seperti Ambar’, Salma Ibrahim, Sandra Palupi, Titis Widjayanti, serta Imaniar.

Sepanjang acara, para pengisi kegiatan tampil secara bergantian di panggung utama.

Suasana pembacaan puisi semakin khidmat adanya seni instalasi dari karya Konde, perpaduan bambu dan kain hitam

Sementara pembacaan puisi penuh dengan kritik sosial dan pemerintah terutama ketika Timur Sinar Suprabana mendeklamasikan puisi tentang Kota Semarang mulai dari penikmat pejalan kaki yang dibangun baik di kota, namun dari BSB hingga Mijen dilarang untuk berjalan kaki

Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan Kota Semarang, Nur Huda Iskandar mengatakan tujuan acara ini adalah memberikan apresiasi terhadap seniman dan karya sastranya.

“Mempererat jaringan antar komunias sastra, pegiat literasi dan penikmat seni di Kota Semarang,” lanjutnya, Kamis (5/11/2026).

Melalui kegiatan tersebut, penyelenggara menghadirkan ruang apresiasi dan pertemuan bagi para pegiat sastra, seniman, serta masyarakat.

Perhelatan ini juga menjadi salah satu upaya untuk memperkuat kegiatan literasi dan seni pertunjukan di Kota Semarang.

Acara dihadiri ratusan penikmat seni dan sastra mulai dari anak sekolah, mahasiswa, seniman, sastrawan hingga pejabat pemerintah kota Semarang l.

Rangkaian acara “Semarang Berpuisi: Dari Kata Menjadi Karya” berakhir setelah seluruh penampilan dan agenda yang telah disiapkan selesai dilaksanakan. []