Ratusan warga Jomblang tumpah ruah di Bundaran Cinde dengan mengenakan pakaian khas era 70-an untuk memeriahkan Pesta Rakyat Djomblang Djadoel.
BARISAN.CO, SEMARANG – Suasana Bundaran Lapangan Cinde, Kelurahan Jomblang, Kecamatan Candisari, Sabtu malam (24/10/2026) benar-benar pecah.
Ratusan warga tumpah ruah mengikuti Pesta Rakyat Djomblang Djadoel yang mengusung tema Gelora Kebersamaan dalam Kesenian Rakyat.
Dengan dresscode unik pakaian era 70-an, mulai dari celana cutbray, kemeja bunga-bunga, kacamata jadul hingga rambut gondrong, warga larut dalam nostalgia musik dan joget bersama. Panggung Karya yang bertuliskan “Djomblang Djadoel Kembali Ke Djaman Doeloe” menjadi pusat kemeriahan.
Acara ini dihadiri langsung oleh Camat Candisari Cipta Nugraha, Anggota DPRD Kota Semarang dari Fraksi PDIP Lely Purwandari, Lurah Jomblang Henry Nur Cahyo, beserta jajaran staf kelurahan dan tokoh masyarakat.
Dalam sambutannya, Camat Candisari Cipta Nugraha memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif warga Jomblang.
“Luar biasa! Ini bukan sekedar hiburan, ini adalah cara kita merawat kebersamaan. Melihat warga Jomblang guyub, rukun, kreatif dengan konsep Djadoel seperti ini, saya sangat bangga. Ini contoh nyata bagaimana kesenian rakyat bisa menjadi perekat sosial. Saya berharap kegiatan seperti ini terus dilestarikan,” ujar Cipta Nugraha.
Senada, Anggota Dewan Lely Purwandari yang hadir dengan antusias mengaku terhibur dan mendukung penuh kegiatan berbasis masyarakat.
“Saya melihat semangat gotong royong yang luar biasa di Jomblang. Pesta Rakyat Djomblang Djadoel ini kreatif, menghibur, dan inklusif. Semua warga dari anak muda sampai orang tua bisa happy-happy bareng. Ini harus jadi agenda rutin, kami dari DPRD siap mendukung,” kata Lely Purwandari di sela acara.
Sementara itu Lurah Jomblang Henry Nur Cahyo mengatakan acara ini sengaja digelar untuk membangkitkan kembali semangat kebersamaan pasca berbagai kegiatan pembangunan di wilayah.
“Tujuannya sederhana, ingin bikin warga seneng-seneng bareng, los dol. Kita ingin warga Jomblang kembali merasakan kebersamaan tanpa sekat di ruang publik milik kita sendiri, Bundaran Cinde ini. Terima kasih untuk semua warga yang sudah totalitas pakai baju 70-an,” ungkap Henry.
Kemeriahan semakin menjadi ketika pembawa acara mengajak warga untuk bernyanyi dan berjoget bersama diiringi musik dangdut era 70-an. Dengan kemeja bunga-bunga khas berhasil memancing warga untuk turun dan joget bersama di depan panggung.
Salah satu peserta, Jono Santoso, warga RT 5 RW 5 Jomblang yang datang dengan gaya jadul dan kacamata hitam, mengaku sangat antusias.
“Seru pol! Sudah lama nggak ada acara semeriah ini di Jomblang. Bisa nostalgia lagu-lagu jaman bapak saya dulu. Tadi saya joget sampai keringetan, apalagi dapat doorprize buat joget paling heboh, jadi makin semangat,” katanya sambil tertawa.
Puncak acara ditutup dengan pembagian doorprize bagi peserta dengan penampilan kostum dan joget paling menarik. Warga pun berharap Pesta Rakyat Djomblang Djadoel bisa kembali digelar tahun depan dengan konsep yang lebih meriah. []









