Jumlah korban dugaan keracunan massal uji coba Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Cirebon melonjak menjadi 64 orang hingga Rabu (21/10/2026) pagi, dengan 11 pasien di antaranya terpaksa menjalani rawat inap di RSD Gunung Jati.
BARISAN.CO, CIREBON — Jumlah pasien dugaan keracunan setelah menyantap menu Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Cirebon, Jawa Barat, yang ditangani Rumah Sakit Daerah (RSD) Gunung Jati bertambah menjadi 64 orang hingga Rabu (21/10/2026) pagi.
Direktur Utama RSD Gunung Jati Kota Cirebon, Katibi, mengatakan, dua pasien baru yang terdiri dari seorang anak dan seorang ibu rumah tangga tiba di rumah sakit sekitar pukul 09.00 WIB.
Keduanya langsung mendapatkan penanganan awal di Instalasi Gawat Darurat (IGD).
“Dari mulai jam 17.50-an sampai jam 9.00 hari ini itu jumlah pasien yang terdaftar itu ada 62 pasien, dan setelah jam 9.00, itu ada tambahan dua, jadi jumlahnya 64 ya,” kata Katibi saat ditemui di depan IGD RSD Gunung Jati, Rabu siang.
Dengan tambahan tersebut, total pasien yang tercatat di RSD Gunung Jati sejak Selasa (20/10/2026) sekitar pukul 17.50 WIB hingga Rabu pukul 09.00 WIB mencapai 64 orang.
Sebanyak 47 Pasien Sudah Pulang
Dari total 64 pasien tersebut, sebanyak 47 orang telah diperbolehkan pulang setelah kondisinya membaik. Sementara itu, 11 pasien menjalani rawat inap dan beberapa pasien lainnya masih dalam proses observasi di IGD.
Keluhan utama yang dialami pasien antara lain mual dan muntah. Tim medis melakukan penanganan untuk mengatasi gejala yang muncul sekaligus mengantisipasi risiko dehidrasi.
Pasien yang mendapatkan perawatan berasal dari berbagai kelompok, mulai dari siswa taman kanak-kanak (TK), siswa sekolah dasar (SD), guru, orang tua murid, hingga petugas Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Katibi menyebutkan, di antara pasien yang ditangani terdapat empat orang tua murid, dua guru, dan dua petugas SPPG.
“Dari klasifikasi asal institusi itu dari mulai TK ya, ada 30 orang sampai guru dan di SPPG-nya, jadi bervariasi dari mulai usia TK, SD, sampai tim dari SPPG-nya,” ujarnya.
Pihak rumah sakit masih melakukan pemantauan terhadap pasien yang menjalani perawatan dan observasi untuk memastikan perkembangan kondisi mereka.
RSD Gunung Jati Bantah Kabar Pasien Meninggal
Di tengah penanganan para pasien, Katibi membantah kabar yang beredar di media sosial mengenai adanya korban meninggal dunia akibat dugaan keracunan MBG di Kota Cirebon.
Ia menegaskan, informasi tersebut tidak benar. Menurut dia, pasien yang dirawat di RSD Gunung Jati berada dalam kondisi stabil dan tidak ada yang dilaporkan kritis.
Rumah sakit tetap bersiaga untuk menangani pasien yang masih membutuhkan perawatan maupun kemungkinan adanya pasien tambahan.
Sebelumnya, dugaan keracunan setelah konsumsi menu MBG berupa sup telur puyuh dilaporkan berdampak pada lebih dari 100 siswa TK, siswa SD, dan warga di Kota Cirebon. Para korban dilaporkan mendapatkan penanganan di sejumlah rumah sakit.
Hingga Rabu pagi, data RSD Gunung Jati mencatat 64 pasien telah mendapatkan penanganan di rumah sakit tersebut. Angka ini merupakan data dari RSD Gunung Jati dan belum menggambarkan keseluruhan korban yang ditangani di fasilitas kesehatan lain. []









