Jangan tunggu haus untuk minum air putih. Kurang cairan dapat memengaruhi tubuh, termasuk kesehatan cakram tulang belakang yang berperan menopang aktivitas sehari-hari.
BARISAN.CO – Dalam tubuh manusia terdapat sekitar 60 hingga 70 persen air dari berat tubuh. Ketika kandungan air kurang dari jumlah tersebut, tubuh dapat mengalami dehidrasi. Selain itu, kurang minum air putih juga dapat berkaitan dengan munculnya sakit punggung.
Setiap sistem dalam tubuh dipengaruhi oleh jumlah air yang dikonsumsi. Banyak orang mengabaikan pentingnya minum air putih dan hanya minum ketika merasa haus. Masalahnya, ketika rasa haus muncul, tubuh sebenarnya telah memberikan sinyal bahwa kebutuhan cairan mulai tidak tercukupi.
Dikutip dari APEC WATER, di antara setiap dua tulang belakang terdapat cakram yang berfungsi sebagai peredam kejut dalam berbagai aktivitas yang dilakukan setiap hari. Cakram tersebut memiliki dua bagian, yaitu cincin luar yang fleksibel tetapi sangat kuat serta bagian dalam yang mengandung zat seperti gel yang disebut nucleus pulposus.
Bagian dalam cakram tersebut mengandung air. Saat beraktivitas, tulang belakang yang mendapat tekanan gravitasi membuat air perlahan-lahan keluar dari cakram. Kemudian, pada malam hari ketika tubuh berbaring, cakram akan mengalami proses rehidrasi.
Dehidrasi Dapat Mengganggu Fungsi Cakram Tulang Belakang
Gerakan teratur juga penting untuk membantu menjaga cakram tetap terhidrasi. Ketika tulang belakang bergerak maju dan mundur, cakram dapat menyerap air yang tersedia. Cakram dapat melakukan proses rehidrasi secara alami selama kadar air dalam tubuh tetap tercukupi.
Cakram memiliki cincin luar yang lebih kuat dan bagian dalam yang menyerupai gel. Ketika terhidrasi dengan baik, cincin luar menanggung sekitar 25 persen beban tubuh, sedangkan bagian dalam menanggung sekitar 75 persen.
Ketika tubuh mengalami dehidrasi, bagian dalam cakram tidak dapat menahan beban secara optimal sehingga cincin luar harus menanggung tekanan yang lebih besar. Kondisi tersebut dapat berkaitan dengan munculnya rasa sakit, pembengkakan, bahkan kerusakan atau herniasi pada bagian luar cakram.
Secara sederhana, salah satu cara untuk membantu mengurangi risiko keluhan pada punggung adalah dengan memenuhi kebutuhan cairan tubuh serta melakukan peregangan punggung dan leher secara teratur, termasuk gerakan ke arah depan dan belakang.
Namun, untuk membantu menghindari kejang atau ketegangan otot punggung, pastikan kebutuhan cairan tercukupi sebelum, selama, dan setelah melakukan aktivitas. Jangan menunggu hingga merasa sangat haus dan tetap utamakan air putih sebagai sumber cairan. []









