Scroll untuk baca artikel
Daerah

Festival Kali Tuntang #8 Demak Hadirkan Tari Mistis “Sewu Rupo” Karya Mentari Menari

×

Festival Kali Tuntang #8 Demak Hadirkan Tari Mistis “Sewu Rupo” Karya Mentari Menari

Sebarkan artikel ini
Festival Kali Tuntang Demak
Ilustrasi penari Mentari Menari Dance Studio/Foto: Mentari Isnaini

Festival Kali Tuntang #8 di Kabupaten Demak siap menyuguhkan daya pikat magis lewat pementasan teater tari “Sewu Rupo” persembahan Mentari Menari Dance Studio.

BARISAN.CO, DEMAK – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Demak resmi membuka gelaran Festival Kali Tuntang ke-8 yang berlangsung mulai Sabtu (31/10/2026) hingga Minggu (1/11/2026).

Berpusat di kawasan Pertigaan Jalan Kyai Singkil, Kabupaten Demak, festival tahunan yang dapat diakses gratis oleh masyarakat umum ini mengusung misi penting dalam merawat ekosistem sungai serta membangkitkan ingatan sejarah lokal di kalangan generasi muda.

Dalam perhelatan ini, Mentari Menari Dance Studio turut memeriahkan acara dengan mempersembahkan karya tari bertajuk “Sewu Rupo”.

Dipimpin oleh Mentari Isnaini selaku Art Director & Choreographer bersama para penari yaitu Chilya, Dwi Putri, Maylova, Oxcell, dan Vivi, pementasan ini menandai kembalinya bagian dalam hidup yang sempat hilang karena luka mendalam.

Pertunjukan tersebut lahir dari sisi paling gelap dan dalam, serta menghadirkan cerita tentang dunia sebelum “kelahiran menuju bumi” bergulat dengan pilihan seperti apa manusia akan dilahirkan.

“Karya Sewu Rupo ini lahir dari sisi paling gelap dan dalam, sekaligus menjadi bentuk kembalinya bagian dalam hidup yang sempat hilang karena luka mendalam,” ujar Mentari Isnaini, Art Director sekaligus koreografer Mentari Menari Dance Studio, Sabtu (31/10/2026).

“Lewat tarian ini, kami ingin menghadirkan cerita tentang dunia sebelum ‘kelahiran menuju bumi’ sebuah pergulatan batin tentang pilihan seperti apa manusia itu akan dilahirkan,” lanjutnya.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Demak menyampaikan bahwa festival ini bukan sekadar panggung hiburan, melainkan ruang edukasi publik.

Melalui perpaduan aksi peduli lingkungan Sungai Tuntang dan unjuk kreativitas tradisional, acara ini diharapkan mampu memperkuat identitas budaya daerah di tengah era modernisasi.

Sepanjang dua hari pelaksanaan yang dimulai sejak Sabtu (31/10/2026) pukul 11.00 WIB, Festival Kali Tuntang ke-8 dimeriahkan oleh rangkaian pertunjukan seni pusaka dan kreasi islami khas pesisir.

Pengunjung disuguhi penampilan memukau mulai dari seni teater, karawitan, lomba MAPSI (Mata Pelajaran Seni Islam), selawat Rebana Zippin, kesenian Barongan yang atraktif, hingga pagelaran seni tari tradisi. Seluruh elemen masyarakat tampak memadati area sekitar bantaran sungai guna menyaksikan momentum pelestarian budaya ini. []