Scroll untuk baca artikel
Gaya Hidup

Kisah Sarofah Sembuh dari Asam Lambung Siksa Perut: Rahasianya Cuma Rebusan Temulawak

Redaksi
×

Kisah Sarofah Sembuh dari Asam Lambung Siksa Perut: Rahasianya Cuma Rebusan Temulawak

Sebarkan artikel ini
manfaat temulawak untuk asam lambung
Ilustrasi

Sempat tersiksa rasa nyeri hebat di perut, Sarofah akhirnya menemukan kesembuhan alami dari gangguan asam lambung berkat rutin mengonsumsi air rebusan rimpang temulawak.

BARISAN.CO – Sarofah (47), warga Godong, Kabupaten Grobogan, memiliki cara tersendiri untuk membantu meredakan keluhan asam lambung yang selama ini dirasakannya. Ia rutin mengonsumsi rebusan temulawak.

Menurut Sarofah, setelah mengonsumsi ramuan tersebut secara rutin, rasa tidak nyaman pada perut yang kerap muncul mulai berkurang. Ia pun merasa aktivitas sehari-hari menjadi lebih nyaman.

Berikut penuturan Sarofah kepada Barisan.co mengenai pengalamannya mengonsumsi temulawak.

Seperti apa yang dirasakan ketika asam lambung kambuh?

Sarofah menggambarkan rasa sakit yang muncul seperti ada tekanan kuat di bagian perut.

“Rasanya seperti ada yang menekan ketika sakit datang. Seperti ada bola sebesar kepalan tangan yang mendorong kencang,” tuturnya.

Ia menyebut rasa sakit tersebut mirip dengan keluhan maag yang cukup berat. Menurutnya, keluhan serupa juga banyak dirasakan oleh masyarakat di lingkungan tempat tinggalnya.

Apa yang dirasakan setelah mengonsumsi temulawak?

Sarofah mengaku kondisi perutnya terasa lebih nyaman setelah mengonsumsi rebusan temulawak.

“Alhamdulillah, perut jadi lebih enakan. Rasa sakit jadi hilang,” katanya.

Ia juga merasa lebih leluasa menjalankan aktivitas sehari-hari. Namun, menurut Sarofah, konsumsi temulawak membuat nafsu makannya meningkat.

“Perut saya jadi tambah besar sekarang, karena temulawak itu kan juga bisa menambah nafsu makan,” ujarnya.

Bagaimana cara Sarofah mengonsumsi temulawak?

Sarofah mengatakan hingga kini masih mengonsumsi temulawak, meski tidak selalu rutin. Ia biasanya membeli temulawak dalam jumlah cukup banyak untuk kemudian diolah sendiri.

Temulawak tersebut diiris tipis menggunakan pisau, kemudian dijemur di bawah sinar matahari hingga setengah kering.

Saat hendak membuat ramuan, ia mengambil sekitar satu jumput irisan temulawak yang sudah dijemur. Irisan tersebut kemudian direbus menggunakan tiga gelas air.

“Dari hasil rebusan itu saya minum tiga kali sehari, dengan takaran setengah gelas setiap kali minum,” jelasnya.

Temulawak dan kandungan kurkumin

Temulawak telah lama digunakan dalam pengobatan tradisional. Salah satu kelompok senyawa aktif yang terdapat di dalamnya adalah kurkuminoid, yang terdiri dari kurkumin, demetoksikurkumin, dan bisdemetoksikurkumin.

Sejumlah penelitian juga telah mengkaji potensi kurkumin terhadap kesehatan saluran pencernaan, termasuk kaitannya dengan perlindungan mukosa lambung dan proses peradangan.

Dalam pengobatan tradisional, temulawak juga kerap digunakan untuk membantu mengatasi berbagai keluhan pencernaan.

Namun, pengalaman Sarofah maupun penggunaan temulawak secara tradisional tidak dapat dijadikan bukti bahwa temulawak pasti menyembuhkan penyakit asam lambung. Efektivitasnya dapat berbeda pada setiap orang dan tetap perlu dibedakan antara pengalaman individu dengan bukti klinis.

Bagi orang yang mengalami keluhan asam lambung secara berulang atau berat, pemeriksaan dan penanganan oleh tenaga kesehatan tetap penting, terutama jika gejala menetap atau mengganggu aktivitas sehari-hari. []