Scroll untuk baca artikel
Daerah

SMAN 11 Semarang Gelar Drama Tari Legenda Nusantara, 12 Kelas X Tampilkan Cerita Rakyat Indonesia

×

SMAN 11 Semarang Gelar Drama Tari Legenda Nusantara, 12 Kelas X Tampilkan Cerita Rakyat Indonesia

Sebarkan artikel ini

Melestarikan budaya Nusantara melalui kreativitas, siswa Kelas X SMAN 11 Semarang tampil memukau dalam pentas drama tari 12 legenda Indonesia.

BARISAN.CO – SMA Negeri 11 Semarang menggelar Gelar Karya Kokurikuler yang menampilkan Pentas Drama Tari Legenda Nusantara. Kegiatan yang diikuti seluruh siswa Kelas X, mulai dari X-1 hingga X-12 ini, menjadi puncak pembelajaran kokurikuler sekaligus rangkaian peringatan Bulan Bahasa dengan tema Kearifan Lokal dan Budaya Nusantara, Kamis (23/10/2026).

Sebanyak 12 legenda terbaik Indonesia diangkat ke atas panggung. Setiap kelas mendapat tantangan untuk menghidupkan kembali cerita rakyat dalam balutan drama dan tari. Pada hari pertama, Kamis (23/10), enam kelas tampil secara berurutan mulai pukul 12.10 WIB, yakni Baru Klinting (X-8), Roro Jonggrang (X-6), Sangkuriang (X-12), Timun Mas (X-9), Joko Tarub (X-2), dan Lutung Kasarung (X-4). Sementara enam kelas lainnya, yaitu Keong Mas (X-7), Malin Kundang (X-10), Rara Mendut (X-1), Ramayana (X-11), Cinde Laras (X-3), dan Ande-Ande Lumut (X-5), melanjutkan pentas pada Jumat (24/10).

Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas SMA Negeri 11 Semarang, Titin Sulistiyoningsih, menyampaikan bahwa kegiatan kokurikuler merupakan agenda rutin tahunan. Namun, bentuk gelar karyanya tidak selalu berupa karya seni, melainkan disesuaikan dengan tema yang diangkat.

“Kegiatan kokurikuler setiap tahun memang ada. Untuk bentuk gelar karyanya tidak selalu berupa karya seni, tergantung tema yang diangkat. Untuk tahun ini, Kelas X mengangkat tema Kearifan Lokal dan Budaya Nusantara,” ujarnya.

Ia menambahkan, tujuan utama kegiatan ini adalah memberikan ruang seluas-luasnya bagi murid untuk mengekspresikan ide, gagasan, kreativitas, serta potensi seni. Kegiatan ini juga menjadi sarana untuk mengapresiasi hasil karya murid sekaligus menerapkan pengetahuan dan keterampilan yang telah diperoleh selama pembelajaran.

“Seni bukan sekadar keindahan atau hiburan, melainkan juga sarana untuk mengenal jati diri bangsa, menjaga warisan budaya, dan mempererat persatuan dalam keberagaman. Kami berharap murid menjadi generasi muda yang kreatif, inovatif, berkarakter, serta bangga terhadap kekayaan seni dan budaya Nusantara,” pungkasnya.

Salah satu penampilan yang mendapat apresiasi positif dari audiens pada hari pertama adalah Kelas X-12 yang membawakan Legenda Sangkuriang.

Wali Kelas X-12, Purno Darmanto, turut memberikan apresiasi atas kerja keras anak didiknya.

“Untuk penampilan anak-anak Kelas X-12 sudah sangat baik. Ada kerja sama dan tanggung jawab sesuai job-nya masing-masing. Untuk tarinya juga sudah sangat baik, biarpun tidak ikut ekstra tari. Untuk musik dan dubbing, meski suara masih kurang jelas, tapi tampil baik. Sekali lagi, buat anak-anak itu kerja hebat,” terangnya.

Melalui pentas legenda ini, SMA Negeri 11 Semarang tidak hanya menampilkan kreativitas siswa di atas panggung, tetapi juga menanamkan kesadaran bahwa melestarikan budaya adalah bagian dari membangun karakter dan jati diri generasi penerus bangsa. [Lusi Maulid Ndalu]