Scroll untuk baca artikel
Berita

Alumni Tambakberas Dukung Bahrul Ulum Jadi Tuan Rumah Muktamar NU ke-35

Redaksi
×

Alumni Tambakberas Dukung Bahrul Ulum Jadi Tuan Rumah Muktamar NU ke-35

Sebarkan artikel ini
Tuan Rumah Muktamar NU ke-35

Alumni Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas menyatakan dukungan agar pesantren di Jombang itu menjadi tuan rumah Muktamar NU ke-35.

BARISAN.CO – Ketua Lesbumi PWNU Jawa Tengah periode 2018–2023, Lukni Maulana, menyatakan dukungan agar Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Kabupaten Jombang, menjadi tuan rumah Muktamar NU ke-35.

Dukungan tersebut disampaikan melalui pernyataan tertulis pada laman Faceboonya, Jumat (3/7/2026), dengan menilai Tambakberas memiliki sejarah, tradisi keilmuan, dan kesiapan menjadi tuan rumah forum permusyawaratan tertinggi Nahdlatul Ulama.

Lukni mengatakan, dukungannya tidak hanya didasarkan pada kapasitas pesantren, tetapi juga pengalaman pribadinya sebagai alumni yang pernah menimba ilmu di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas.

“Saya mendukung Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, menjadi tuan rumah Muktamar Nahdlatul Ulama ke-35,” tegas Lukni.

Menurutnya, Tambakberas merupakan salah satu pesantren yang memiliki sejarah panjang dalam perjalanan Nahdlatul Ulama. Ia menilai semangat para pendiri NU terus hidup dan diwariskan melalui tradisi pendidikan serta kaderisasi ulama yang berlangsung di pesantren tersebut.

Lukni mengingatkan bahwa ikhtiar berdirinya Nahdlatul Ulama tidak dapat dilepaskan dari gagasan KH Abdul Wahab Chasbullah yang kemudian memperoleh restu Hadratussyaikh KH Hasyim Asy’ari hingga lahirnya jam’iyah Nahdlatul Ulama. Semangat para muassis itu, kata dia, menjadi bagian dari tradisi yang terus dijaga Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas.

Ia juga menceritakan kedekatan emosionalnya dengan Tambakberas. Selama mondok, dirinya tinggal di Ribath Al-Hikmah di bawah asuhan KH M. Sulthon Abdul Hadi yang pernah menjabat sebagai Rais Syuriah PCNU Jombang.

Lukni menjelaskan, dirinya dititipkan kepada KH M. Sulthon Abdul Hadi karena adanya hubungan sanad keilmuan dengan sang ayah yang merupakan alumni Mathali’ul Falah Kajen, Pati. Ayahnya juga pernah menjadi Lurah Pondok Pesantren Kulon Banon di bawah asuhan KH Tohir Nawawi, salah seorang murid Hadratussyaikh KH Hasyim Asy’ari.

Ia menambahkan, ayahnya merupakan kakak kelas KH M. Sulthon Abdul Hadi sekaligus adik kelas almaghfurlah KH MA Sahal Mahfudh yang kemudian menjadi Rais Aam Syuriah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). KH M. Sulthon Abdul Hadi dan KH MA Sahal Mahfudh juga sama-sama menjadi menantu KH Abdul Fattah Hasyim, salah satu tokoh sentral Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas.

Menurut Lukni, jalinan sanad keilmuan tersebut semakin menguatkan ikatan emosionalnya dengan Tambakberas. Baginya, pesantren itu bukan sekadar tempat menimba ilmu, melainkan ruang pembentukan karakter, adab, dan penguatan tradisi Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah.

Lukni menilai sejarah panjang Tambakberas sebagai pusat pendidikan Islam, basis kaderisasi ulama, serta bagian penting dalam perjalanan Nahdlatul Ulama menjadi modal besar untuk menjadi tuan rumah Muktamar NU ke-35.

“Dengan tradisi keilmuan yang kokoh, jejaring kiai yang luas, serta kesiapan sumber daya dan fasilitas, saya meyakini Tambakberas sangat layak menjadi tempat Muktamar NU ke-35,” ujarnya.

Ia berharap pelaksanaan Muktamar NU di Tambakberas nantinya dapat menjadi bagian dari upaya merawat tradisi para muassis, memperkuat persatuan jam’iyah, serta menghadirkan forum permusyawaratan yang khidmat, bermartabat, dan membawa kemaslahatan bagi Nahdlatul Ulama, umat, dan bangsa. []