Edukasi

Berbakti Kepada Orang Tua Terutama Ibu, Inilah 4 Alasannya

Lukni Maulana
×

Berbakti Kepada Orang Tua Terutama Ibu, Inilah 4 Alasannya

Sebarkan artikel ini
Berbakti Kepada Orang Tua
Ilustrasi: Unsplash/M.T ElGassier

Jelaskan kewajiban berbakti kepada orang tua merupakan ibadah paling utama? Allah Swt berfirman Surah An-Nisa ayat 36: “Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun. Dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu-bapak…”

BARISAN.CO – Berbakti kepada orang tua bukan sekadar saat peringatan hari ibu atau hari ayah. Begitu juga berbakti kepada orang tua tidak terikat waktu, tempat, maupun usia. Bentuknya bukan sekadar memberikan hadiah ataupun kejutan lain yang dapat menyenangkannya.

Sesungguhnya bagi seorang muslim tentu sangat memahami dan menyadari bahwa sosok orang tua terutama ibu sangat berarti dalam kehidupan ini. Sehingga banyak ayat Al-Quran maupun hadis yang memerintahkan berbakti kepada orang tua terutama ibu.

Sebagai anak kita dianjurkan untuk berbuat baik dan berbakti serta memuliakan kepada orangtua khususnya ibu.

Berikut beberapa alasan, mengapa kita harus berbakti kepada orangtua dan memuliakan mereka? Sebagaimana disarikan dari buku “Muliakan Ibumu” karya Aam Amiruddin dan lainnya:

1. Pesan Universal Seluruh Agama Samawi

Agama samawi merupakan agama yang bersumber atau langsung dari Allah Swt yakni agama Yahudi, Kristen, Ahli Kitab dan Islam. Bagi umat Islam wajib meyakini agama samawi tersebut, terutama juga terkait kitab-kitab agama Samawi.

Seperti agama Nasrasi yang diturunkan kepada Nabi Isa As dengan kitab sucinya Injil. Yahudi memiliki Nabi Musa As dan Nabi Daud As yang diberikan kitab yakni Taurat dan Zabur. Sedangkan, Nabi Muhamamd Saw sebagai pembawa risalah agama Islam diberikan kitab Al-Qur’an.

Jadi berbakti kepada orang tua merupakan pesan universal seluruh agama yakni Yahudi, Ahli Kitab, Kristen dan tentunya agama Islam. Sebagaimana Allah Swt berfirman:

وَإِذْ أَخَذْنَا مِيثَٰقَ بَنِىٓ إِسْرَٰٓءِيلَ لَا تَعْبُدُونَ إِلَّا ٱللَّهَ وَبِٱلْوَٰلِدَيْنِ إِحْسَانًا وَذِى ٱلْقُرْبَىٰ وَٱلْيَتَٰمَىٰ وَٱلْمَسَٰكِينِ وَقُولُوا۟ لِلنَّاسِ حُسْنًا وَأَقِيمُوا۟ ٱلصَّلَوٰةَ وَءَاتُوا۟ ٱلزَّكَوٰةَ ثُمَّ تَوَلَّيْتُمْ إِلَّا قَلِيلًا مِّنكُمْ وَأَنتُم مُّعْرِضُونَ

Artinya: “Dan (ingatlah), ketika Kami mengambil janji dari Bani Israil (yaitu): Janganlah kamu menyembah selain Allah, dan berbuat kebaikanlah kepada ibu bapa, kaum kerabat, anak-anak yatim, dan orang-orang miskin, serta ucapkanlah kata-kata yang baik kepada manusia, dirikanlah shalat dan tunaikanlah zakat. Kemudian kamu tidak memenuhi janji itu, kecuali sebahagian kecil daripada kamu, dan kamu selalu berpaling.” (QS. Al-Baqarah: 83)

2. Ibadah Terpenting Setelah Ibadah Kepada Allah Swt

Berbakti kepada orang tua merupakan salah satu ibadah terpenting, setelah beribadah kepada Allah Swt. Allah Swt berfirman:

وَٱعْبُدُوا۟ ٱللَّهَ وَلَا تُشْرِكُوا۟ بِهِۦ شَيْـًٔا ۖ وَبِٱلْوَٰلِدَيْنِ إِحْسَٰنًا وَبِذِى ٱلْقُرْبَىٰ وَٱلْيَتَٰمَىٰ وَٱلْمَسَٰكِينِ وَٱلْجَارِ ذِى ٱلْقُرْبَىٰ وَٱلْجَارِ ٱلْجُنُبِ وَٱلصَّاحِبِ بِٱلْجَنۢبِ وَٱبْنِ ٱلسَّبِيلِ وَمَا مَلَكَتْ أَيْمَٰنُكُمْ ۗ إِنَّ ٱللَّهَ لَا يُحِبُّ مَن كَانَ مُخْتَالًا فَخُورًا

Artinya: “Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun. Dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu-bapa, karib-kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh, dan teman sejawat, ibnu sabil dan hamba sahayamu. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membangga-banggakan diri.” (QS. An-Nisa: 36)