BARISAN.CO – Semoga kita termasuk orang-orang yang senantiasa syukur nikmat, salah satu caranya yakni membaca doa syukur nikmat. Kali ini Barisanco akan memberikan pembahasan perihal syukur nikmat.
Sesungguhnya sebagai seorang hamba yang beriman, sekecil ataupun sebesar apapun pemberian Allah Swt harus disyukuri. Bahkan ketika diberi rasa sakitpun setidaknya bisa menyukurinya.
Namun sebelumnya perlu diketahui definisi syukur, berikut penjelasannya. Syukur berasal dari bahasa arab yang memiliki makna zaiyadah (الزيادة) artinya bertambah. Sedangkan menurut istilah yakni wujud kepasrahan dan terima kasih seorang hamba atas apa yang dikaruniakan Allah Swt kepada hambanya.
Imam Al-Ghazali memahami pengertian syukur sebagai salah satu ilmu yakni ilmu syukur yang memiliki makna menyadari betapa banyak nikmat yang telah dilimpahkan Allah Swt kepada hambanya.
Jadi seseorang yang dianggap memiliki rasa syukur yakni ketika ia menyadari betapa kenikmatan yang telah dilimpahkan Allah Swt begitu banyaknya dan menyadari hal ini murni pemberian Allah Swt.
Sedangkan lawan dari syukur yakni kufur, acapkali menyebutnya dengan kata kufur nikmat yakni ia tidak menyadari atas limpahan karunia-Nya.
Allah Swt berfirman dalam surah Ibrahim ayat 7:
وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِن شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ ۖ وَلَئِن كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِى لَشَدِيدٌ
Artinya: “Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.” (QS. Ibrahim: 7).
Ayat di atas menjelaskan tentang keutamaan syukur yakni jika seorang hamba senantiasa bersyukur maka Allah Swt akan menambah kenikmatan hambanya. Begitu juga sebaliknya, ketika seorang hamba kufur nikmat maka Allah Swt akan membalasnya dengna azab yang pedih.
5 Doa syukur nikmat
Syukur menjadi maqam bagi seorang hamba, oleh karena itu seorang muslim hendaknya memiliki sifat tersebut. Ia menyadari betapa semua yang ada pada diri ini semata-mata karena karunia-Nya dan limpahan rahmat-Nya.
Rasulullah Saw bersabda:
عَجَبًا لِأَمْرِ الْمُؤْمِنِ إِنَّ أَمْرَهُ كُلَّهُ خَيْرٌ، وَلَيْسَ ذَاكَ لِأَحَدٍ إِلَّا لِلْمُؤْمِنِ؛ إِنْ أَصَابَتْهُ سَرَّاءُ شَكَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ، وَإِنْ أَصَابَتْهُ ضَرَّاءُ صَبَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ
Artinya: “Seorang mukmin itu sungguh menakjubkan, karena setiap perkaranya itu baik. Namun tidak akan terjadi demikian kecuali pada seorang mukmin sejati. Jika ia mendapat kesenangan, ia bersyukur, dan itu baik baginya. Jika ia tertimpa kesusahan, ia bersabar, dan itu baik baginya.” (HR. Muslim).
Salah satu bentuk rasa syukur yakni dengan membaca doa syukur nikmat. Berikut ini empat doa syukur nikmat teks arab, latin dan artinya:
1. Doa syukur Nabi Muhammad
Rasulullah Saw menganjurkan hambanya untuk bersyukur, adapun doa yang diajarkan Nabi Muhammad tentang syukur yakni:
اللَّهُمَّ مَا أَمْسَى بِيْ مِنْ نِعْمَةٍ فَمِنْكَ وَحْدَكَ، لَا شَرِيكَ لَكَ، فَلَكَ الْحَمْدُ، وَلَكَ الشُّكْرُ
Allahumma ma amsa minka min ni’matin fa minka wahdaka la syarika laka fa lakal hamdu wa lakasy syukru.
Artinya: “Ya Allah, nikmat apapun yang ada padaku di waktu pagi, semuanya hanya dari-Mu semata, tiada sekutu bagi-Mu, bagi-Mu segala puji dan bagi-Mu segala syukur.” (HR. Abu Daud).
Rasulullah Saw bersabda:
مَنْ قَالَ حِينَ يُصْبِحُ اللَّهُمَّ مَا أَصْبَحَ بِي مِنْ نِعْمَةٍ فَمِنْكَ وَحْدَكَ لَا شَرِيكَ لَكَ فَلَكَ الْحَمْدُ وَلَكَ الشُّكْرُ فَقَدْ أَدَّى شُكْرَ يَوْمِهِ وَمَنْ قَالَ مِثْلَ ذَلِكَ حِينَ يُمْسِي فَقَدْ أَدَّى شُكْرَ لَيْلَتِهِ
Artinya: “Barangsiapa di pagi hari membaca doa; ‘Allahumma ma ashbaha bi min ni’matin fa minka wahdaka la syarika laka fa lakal hamdu wa lakasy syukru,’ maka sungguh dia telah penuhi kewajiban bersyukurnya hari itu. Dan barangsiapa mengucapkannya di waktu sore, maka sungguh dia telah penuhi kewajiban bersyukurnya malam itu.” (HR. Abu Daud)
2. Doa syukur Nabi Ibrahim
Berikut ini cara bersyukur Nabi Ibrahim:
ٱلْحَمْدُ لِلَّهِ ٱلَّذِى وَهَبَ لِى عَلَى ٱلْكِبَرِ إِسْمَٰعِيلَ وَإِسْحَٰقَ ۚ إِنَّ رَبِّى لَسَمِيعُ ٱلدُّعَآءِ
Arab-Latin: Al-ḥamdu lillāhillażī wahaba lī ‘alal-kibari ismā’īla wa is-ḥāq, inna rabbī lasamī’ud-du’ā`
Artinya: “Segala puji bagi Allah yang telah menganugerahkan kepadaku di hari tua(ku) Ismail dan Ishaq. Sesungguhnya Tuhanku, benar-benar Maha Mendengar (memperkenankan) doa.” (QS. Ibrahim: 39).
3. Doa syukur Nabi Sulaiman
Doa ini diucapkan Nabi Sulaiman ketika ia mendengar obrolan semut saat pasukannya hampir saja menginjak rombongan semut. Nabi Sulaimanpun tersenyum dan tertawa mendengar obrolan semut.
Inilah salah satu keistimewaan Nabi Sulaiman yang mampu berbincang dengan binatang. Lalu Nabi Sulaiman mengucapkan syukur dan berdoa:
رَبِّ أَوْزِعْنِىٓ أَنْ أَشْكُرَ نِعْمَتَكَ ٱلَّتِىٓ أَنْعَمْتَ عَلَىَّ وَعَلَىٰ وَٰلِدَىَّ وَأَنْ أَعْمَلَ صَٰلِحًا تَرْضَىٰهُ وَأَدْخِلْنِى بِرَحْمَتِكَ فِى عِبَادِكَ ٱلصَّٰلِحِينَ
Rabbi auzi’nī an asykura ni’matakallatī an’amta ‘alayya wa ‘alā wālidayya wa an a’mala ṣāliḥan tarḍāhu wa adkhilnī biraḥmatika fī ‘ibādikaṣ-ṣāliḥīn
Artinya: “Ya Tuhanku berilah aku ilham untuk tetap mensyukuri nikmat Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada dua orang ibu bapakku dan untuk mengerjakan amal saleh yang Engkau ridhai; dan masukkanlah aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang saleh.” (QS. An-Naml: 19).
4. Dos syukur Nabi Musa
Suatu ketika Nabi Musa mengalami kebingungan tentang bagaimana bersyukur, kisah ini dalam kitab Al-Zuhd karya Imam Ahmad bin Hambal:
حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ، أَخْبَرَنَا أبِي، أَخْبَرَنَا هَاشِمٌ، أَخْبَرَنَا صَالِحٌ، عَنْ أَبِي عِمْرَانَ الْجَوْنِيِّ، عَنْ أَبِي الْجَلْدِ قَالَ: قَالَ مُوسَى: إِلَهِي، كَيْفَ أَشْكُرُكَ وَأَصْغَرُ نِعْمَةٍ وَضَعْتَهَا عِنْدِي مِنْ نِعَمِكَ لَا يُجَازِي بِهَا عَمَلِي كُلُّهُ؟ قَالَ: فَأَوْحَى اللَّهُ إِلَيْهِ أَنْ يَا مُوسَى، الْآنَ شَكَرْتَنِي
Artinya: “Abdullah bercerita, Ayahku mengabarkan, Hasyim mengabarkan, Shalih mengabarkan, dari Abu ‘Imran, dari Abu al-Jald, ia berkata: “Musa berkata: “Tuhanku, bagaimana cara(ku) bersyukur kepada-Mu, sedangkan nikmat terkecil yang Kau letakkan di sisiku, termasuk nikmat-nikmat-Mu yang tidak mungkin berbalas dengan semua amalku?” Kemudian Allah mewahyukan kepada Musa, (Allah berfirman): “Wahai Musa, sekarang ini kau sudah bersyukur kepada-Ku.” (Imam Ahmad bin Hanbal).
Kebingungan yang dialami Nabi Musa karena ia menyadari begitu banyak nikmat Allah Swt yang diberikan kepadanya. Lalu berdoa:
اللهمّ إِنَّكَ تَعْمَلُ عَجْزِي عَنْ مَوَاضِعِ شُكْرِكَ، فَاشْكُرْ نَفْسَكَ عَنِّي
Artinya: “Ya Allah, sungguh Kau mengetahui ketidak-mampuanku bersyukur sesuai dengan (semua karunia)-Mu, maka bersyukurlah pada DiriMu sendiri sebab (ketidak-mampuan)ku (itu).” (Imam Abu Bakr Muhammad al-Kalabadzi, Kitâb al-Ta’arruf li Madzhab Ahl al-Tashawwuf, Kairo: Maktabah al-Khanji, tt, h. 71).
5. Doa syukur Nabi Nuh
Kisah Nabi Nuh berkaitan dengan banjir bandang, setelah Nabi Nuh dan umatnya menaiki bahtera, Allah Swt memerintahkan untuk membaca puji-pujian kepada Allah Swt sebagai bentuk rasa syukur.
Berikut ini doa syukur Nabi Nuh ketika diselamatkan dari orang-orang zalim. Allah Swt berfirman dalam surah Al-Mu’minun ayat 28:
الْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِيْ نَجّٰىنَا مِنَ الْقَوْمِ الظّٰلِمِيْنَ
Alhamdulillaahil-ladzii najjaanaa minal-qawmizh-zhaalimiina.
Artinya: “Segala puji bagi Allah yang telah menyelamatkan kami dari kaum yang zalim.” (QS. Al Mu’minuun: 28)
Demikianlah doa syukur nikmat, semoga kita termasuk golongan orang-orang yang senantiasa bersyukur. Semoga bermanfaat.









