Berhasil dengan peran itu, false nine pun melekat pada sosok Messi. Bahkan, pola bermain tanpa striker atau false nine selalu Pep terapkan ke klub yang ia asuh, seperti Bayern Munich dan sekarang Manchester City. Di City, misalnya, ia memainkan Bernardo Silva dan Kevin De Brunei sebagai false nine. Hasilnya, The Citizens- Sebutan Manchester City, menjadi klub tersubur sekaligus pemuncak klasemen Liga Inggris.
Di dalam sepak bola modern, false nine kini sudah lazim digunakan oleh banyak klub. Seperti Chelsea di bawah asuhan Thomas Tuchel, misalnya, yang justru berhasil menjadi jawara Liga Champions musim lalu tanpa penyerang dalam skuatnya.
Alhasil, untuk peran false nine bukan sekedar melihat posisi dalam formasi saja. Tapi lebih kepada bagaimana cara bermain pemain tersebut.
Dan, uniknya, tidak semua orang dapat memainkan peran tersebut dengan apik. Karena memang, seorang false nine lebih seperti gelandang serang yang memiliki umpan dan dribel yang bagus, kreasi serangan yang variatif, dan daya jelajah yang luas, sehingga tak semua pemain dapat mengemban peran tersebut. [rif]