Scroll untuk baca artikel
Terkini

Gempa Magnitudo 5,2 Guncang Bayah Banten Terasa Hingga Jakarta, Ini Tindakan Perlu Dilakukan Saat Terjadi Gempa

Redaksi
×

Gempa Magnitudo 5,2 Guncang Bayah Banten Terasa Hingga Jakarta, Ini Tindakan Perlu Dilakukan Saat Terjadi Gempa

Sebarkan artikel ini

BARISAN.CO – Gempa berkekuatan 5,2 magnitudo mengguncang kawasan Bayah, Banten pada Selasa (7/2/2023). Guncangan gempa turut dirasakan warga di Jakarta dan Bogor.

Berdasarkan akun Twitter BMKG, gempa bumi terjadi tepatnya pada pukul 07.35 WIB.

Adapun, pusat gempa berlokasi di 7,43 lintang selatan dan 105,95 bujur timur alias 70 kilometer sebelah barat daya daerah Bayah, Banten. Pusat gempa berada di kedalaman 24 kilometer di bawah permukaan laut.

BMKG mengatakan, informasi tersebut masih dinamis dan terus dikaji ulang. Kemungkinan akan berubah seiring kelengkapan data.

Tindakan yang harus dilakukan saat gempa bumi

Melihat seringnya gempa terjadi di Indonesia, mengetahui apa yang harus dilakukan saat gempa bumi terjadi wajib anda ketahui. Jadi bila sewaktu-waktu gempa terjadi anda tidak lagi panik dan bingung apa yang mesti anda lakukan. Catat langkah menyelamatkan diri selama gempa bumi berikut ya!

1. Lindungi Kepala

Bila terjadi gempa dan anda sedang berada di dalam gedung, coba lindungi kepala dan badan. Anda bisa melindungi kepala dengan buku tebal atau tas.

Hindari furniture atau perabotan yang mudah jatuh, seperti lemari, rak, dan cermin karena berpotensi untuk jatuh dan menimpa tubuh atau menghalangi jalan evakuasi.

2. Matikan Listrik dan Sumber Api

Gempa bisa menyebabkan konsleting listrik, untuk itu saat terjadi gempa cobalah matikan listrik dan sumber api yang bisa menyebabkan kebakaran. Supaya lebih cepat menyelamatkan diri, anda bisa mencoba mematikan sekring atau sirkuit pemutus listrik satu bangunan.

3. Hindari Menggunakan Lift

Jika memungkinkan untuk evakuasi, keluarlah dari gedung dengan menggunakan tangga darurat, bukan lift. Sebab bila anda menggunakan lift, ditakutkan anda bisa terjebak karena terjadi korsleting listrik ataupun rem darurat yang sewaktu-waktu aktif.

Bila anda sedang di dalam lift dan merasakan gempa, segera tekan semua tombol. Setelah pintu terbuka, segera cari tempat untuk berlindung. Tapi, bila pintu tidak bisa terbuka, tekan tombol darurat dan hubungi petugas gedung melalui interphone yang tersedia.

4. Jatuhkan Diri ke Lantai

Bila anda sedang di dalam gedung dan tidak bisa keluar, jangan panik. Tetap tenang, cari tempat aman, dan jatuhkan diri ke lantai kemudian mencari perlindungan dengan berada di bawah meja atau furnitur yang kokoh sampai guncangan gempa selesai.

Anda juga bisa berlindung dekat kontruksi kuat seperti tiang-tiang besar (pondasi) atau pilar beton dan berdiri di dekat lift. Elemen struktur yang digunakan di area tersebut bisa meredam distribusi gempa dan menjadi tempat yang kuat dari bangungan.

5. Jauhi Jendela Kaca

Apa yang harus dilakukan saat gempa bumi terjadi yaitu anda harus menjauhi semua jendela kaca atau benda-benda mudah pecah. Lindungi mata agar tidak terkena serpihan kaca yang terpecah.

6. Jangan Lari Terburu-buru

Lho, bukannya kita harus buru-buru evakuasi diri? Berdasarkan instruksi dari National Information Centre of Earthquake Engineering (NICEE), lari dalam kondisi terburu-buru membuat tidak bisa fokus apakah area yang dilalui aman atau tidak.

Selain itu, ditakutkan anda akan mengalami cedera karena guncangan yang terjadi kita juga harus menghindari penumpukan orang saat di tangga darurat.

7. Hindari Berlindung di Ruang Kecil

Hal apa yang harus dilakukan saat gempa bumi lainnya adalah sebisa mungkin hindari berlindung di ruang kecil seperti toilet atau gudang. Ini karena bisa memperlambat mitigasi atau evakuasi.

8. Dengarkan Setiap Informasi dan Instruksi

Saat anda di dalam gedung, apa yang harus dilakukan saat gempa bumi terjadi adalah mendengarkan semua informasi dan instruksi yang diberikan. Dengan begini, anda bisa tahu mitigasi apa yang perlu dilakukan dan dimana titik evakuasi.