SABTU sore yang teduh, 16 Juli 2022 lebih dari 40 ribu Ibu-ibu (selanjutnya dipakai istilah Emak) penggerak PKK dan Dasa Wisma berkumpul di Jakarta International Stadium (JIS). Spektakuker, luar biasa, semangat Emak hadir penuhi undangan Gubernur DKI Jakarta, H. Anies R. Baswedan dan Ketua Tim Penggerak PKK Ibu Fery Farhati.
Emak dihormati, ditakzimi. Mereka diundang dengan hormat, diberikan apresiasi kepadanya untuk dedikasinya di PKK dan Dasa Wisma. Sejak pukul 12.00 Emak sudah berkumpul di terminal-terminal penjemputan menuju JIS, acara baru dimulai pukul 16.00 sampai pukul 21.00 acara selesai dan Emak baru sampai rumah pukul 23.35 WIB.
Kata pembawa acara Rian Ibram dan Melani Ricardo untuk acara “Jakarta Menyapa” Emak sudah dandan sejak usai sholat Subuh. Praktis Sabtu, 16 Juli untuk acara “Jakarta Menyapa di Jakarta International Stadium adalah hari Emak ditakzimi, diberikan ruang sebebasnya untuk merayakan, mensyukuri dedikasinya di gerakan Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga atau PKK.
Tidak mau kalah dengan warna orange JIS yang mentereng, dandanan Emak juga menor mentereng. Emak Jakarta Barat, jilbab orange, kaos putih dan celana hitam, Emak Jakarta Utara jilbab merah, baju pink dan celana hitam, Emak Jakarta Selatan jilbab hijau, baju putijh celana hitam, Emak Jakarta Pusat jilbab merah, baju pink dan celana hitam, Emak Jakarta Timur jilbab hijau, baju pink dan celana hitam, dan Emak Kepulauan Seribu, jilbab orange, baju biru dan celana hitam. JIS dibuat menor gemerlap oleh Emak.
Ini bukan serimonial belaka, jika sebelumnya PKK dan kader Dasa Wisma bekerja mendata warga door to door secara manual. Jika dulunya Emak bekerja secara manual, mulai dari mengetuk pintu rumah warga, mencatat seluruh data dan potensi warga, melakukan dokumentasi, foto copy berkas warga lalu mengarsipkan data warga. Maka kurang dari 5 tahun ini PKK DKI Jakarta lewat kepemimpinan Ibu Fery Farhati berhasil menghadirkan Sistim Informasi Manajemen (SIM PKK) dan Program Pendataan Keluarga Satu Pintu dengan menggunakan aplikasi Carik Jakarta.
Dalam sambutannya Ibu Ferry Farhaty menyampaikan, “Sejak tahun 2021 PKK dan Kader Dasa Wisma se-DKI Jakarta melakukan pendataan warga dengan menggunakan aplikasi SIM PKK dan Carik Jakarta dengan melibatkan 3.541 TP PKK dan 76.114 Kader Dasa Wisma. Hasilnya terkumpul 7.943.396 data jumlah individu warga Jakarta yang dihimpun melalui aplikasi Carik Jakarta”.
Kerja spektakuler dari Emak untuk Jakarta terdata 7,9 juta data individu Jakarta atau 80% penduduk Jakarta kini terdokumentasi secara digital dalam Carik Jakarta. Terobosan yang sangat luar biasa dari kepimpinan PKK Provinsi DKI Jakarta. Pada akhir sambutanya dengan penuh optimisme Ibu Fery Farhati menlambaikan tangan dan berkata, “selamat tinggal pendataan secara manual, selamat tinggal foto copy”. Gemuruh tepuk tangan ribuan Emak.
Pada acara “Jakarta Menyapa” juga secara resmi Bapak H. Anies Rasyid Baswedan meluncurkan dasbord SIM PKK, Carik Jakarta dan Pusat Pelayanan Keluarga (PUSPA) kolaborasi dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Tim Penggerak PKK, PT. Hanwha Life Indonesia dan Yayasan Save The Children Indonesia. Keberhasilannya Emak PKK dan Dasa Wisma ini juga menghantarkan TP PKK DKI Jakarta mendapatkan penghargaan dari Rekor MURI dunia atas Pendataan Keluarga Satu Pintu terbanyak di dunia. Diberikan juga penghargaan kepada 70 kader PKK atas dedikasi antara 15 sampai dengan 25 tahun.
“Jakarta Menyapa” adalah apresiasi dan takzim Jakarta untuk para Emak PKK dan Dasa Wisma yang telah bekerja dengan tulus dan ikhlas mendata warga. Seluruh data dalam Carik Jakarta sebagaimana sambutan Gubernur DKI Jakarta, Bapak H. Anies Rasyid Baswedan, PhD menjadi bahan dan data Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam menyusun kebijakan.
Mengapreasiasi kerja kolosal PKK dan Kader Dasa Wisma, pada sambutannya Anies Rasyid Baswedan juga menegaskan, “tiada lain kecuali rasa syukur, disebuah sore yang teduh kita diberi nikmat kesehatan bisa bersama-sama berkumpul untuk merayakan peran kader PKK di Jakarta. Jakarta Menyapa, Jakarta Berterimakasih, Jakarta memberikan apresiasi kepada Ibu dan Bapak semua yang selama ini hadir menyapa, menjaga, melindungi warga DKI Jakarta di kampong-kampung, di komplek-komplek yang mungkin tak terlihat di media, tapi terasa kehadirannya di masyarakat Jakarta.”.
Dalam sambutannya juga Anies menegaskan keberadaan Jakarta International Stadium (JIS) sebagai karya anak bangsa. Kata Anies, “Ibu-ibu berkumpul di Jakarta International Stadium. Ini mungkin salah satu even paling banyak yang pernah digunakan saat ini dan saya perlu sampaikan bahwa stadion ini adalah stadion kebanggaan Jakarta yang dibangun oleh anak-anak yang lahir dari rahim Ibu orang Indonesia. Oleh anak-anak Bangsa, dikerjakan oleh keringat orang Indonesia yang didik di tanah air dan mereka berhasil membangun sebuah stadion yang mengharumkan nama Jakarta, mengharumkan nama Indonesia dan hari ini Ibu-ibu diundang untuk duduk di dalam stadion yang mereka bangun.” Sambutan Anies mendapat tempat istimewa di hati Emak, tepuk membahana, sekaligus bercampur haru biru syukur di JIS pada sore yang teduh.
Terimakan Ibu/Bapak PKK dan Kader Dasa Wisma, Jakarta berterimakasih. Terimakasih juga untuk anak-anak terbaik bangsa Indonesia yang lahir dari rahim hebat Ibu-ibu Indonesia, JIS membuat bangga Emak, membuat bangga kita semua. Terimakasih Bang Anies dan Ibu Ferry Farhaty, telah menjadi pemimpin yang baik, memberi inspirasi dan menggerakan anak bangsa. [rif]





