Scroll untuk baca artikel
Blog

Jangan Banting Ini Bukan Lesti

Redaksi
×

Jangan Banting Ini Bukan Lesti

Sebarkan artikel ini

BELAKANGAN ini berseliweran beragam meme yang terkait kekisruhan dan amburadulnya pasangan rumah tangga selebritas Rizky Billar dan Lesti Kejora, tentu keduanya nama pasar bukan nama asli.

Namun dari sekian meme yang memancing saya untuk tersenyum sejenak tentang sebuah paket yang di luarnya bertuliskan: Jangan Dibanting Ini Bukan Lesti.

Tulisan itu sangat bermakna, sangat mendalam juga sangat lucu. Satire ini sindiran untuk Rizky Billar yang disebut tukang aniaya istrinya sehingga dijerat pasal dalam UU Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT).

Kalau melihat dari laporan visum yang disampaikan polisi, KDRT yang dilakukan Rizky Billar bisa dibilang sadis. Membayangkan aksi Rizky Billar kepada istrinya seperti pertandingan ‘Smack Down’.

Apalagi kalau melihat salah satu adegan dalam CCTV yang memperlihatkan aksi Rizky Billar dengan sangat emosional melempar bola billiard dalam jarak dekat yang diarahkan ke Lesti Kejora. Untungnya Rizky Billar terpleset dan jatuh.

Entah apa jadinya bila bola billiard tersebut tepat kena mata, hitung atau jidat Lesti Kejora. Saya tak bisa membayangkan saking mengerikannya.

Karena itu pantaslah aktivis perempuan dan juga para lelaki sekalipun, kecewa dengan sikap Lesti Kejora yang mencabut laporannya ke polisi. Mereka pantas sangat marah karena aksi brutal Rizky Billar sudah tidak bisa ditolerir. Karena kasus ini bukan soal Lesti Kejora sebagai korban. Ini akan menjadi preseden buruk dan memperlihatkan posisi atau relasi perempuan yang sangat lemah ketika berurusan dengan KDRT.

Pantas saja mantan politikus Partai Solidaritas Indonesia Tsamara Amany kecewa dengan keputusan Lesti Kejora. Namun, Tsamara tak sampai tega keputusan Lesti Kejora tersebut sebagai drama atau ‘Prank Tingkat Nasional’.

Yang jelas netizen sangat kecewa dengan keputusan penyanyi dangdut yang dilahirkan dari ajang pencarian bakat di televisi partikelir tersebut. Karena itu netizen pun kini berbalik menuntut stasiun televisi dan juga pengusaha hiburan tidak hanya memboikot Rizky Billar tetapi juga sepaket dengan istrinya.

Mereka sangat beralasan kecewa karena aksi mereka ini telah membetot perhatian publik. Sebagai figur publik seharusnya Lesti Kejora memberi contoh yang baik kepada masyarakat. KDRT tidak bisa ditolerir.

Tadinya masyarakat berharap keputusan Lesty Kejora melaporkan suaminya kepada polisi kemudian diproses dan sampai ke pengadilan menjadi ‘yurisprudensi’. Tapi Lesti Kejora kini sudah mengambil keputusan dengan alasan keluarga, anak dan kemungkinan perangai suaminya berubah. Alasan klise sebenarnya.

Lesti Kejora juga telah membuat polisi dibuat sibuk ngurus domestik selebritas sementara masalah lainnya sudah antre di kepolisian yang harus dituntaskan. Kasus Lesti Kejora telah membuat polisi mengalihkan tugas lain. Padahal bisa jadi tugas lain itu lebih penting untuk publik.

Belum lagi polisi juga secara psikologis tengah terganggu karena mereka juga memiliki masalah internal yang sangat pelik dan menjadi sorotan publik. Sampai-sampai komandan mereka harus datang ke Istana seperti masyarakat biasa, tanpa tongkat komando dan tanpa ajudan.

Saya tidak bisa membayangkan bila suatu waktu nanti (semoga tak terjadi), Lesti Kejora kembali menjadi korban KDRT dan melapor ke polisi. Apa reaksi polisi dan publik?