Scroll untuk baca artikel
Video

Jawaban Mas Wawan Memilih Wakil Walikota Semarang

Redaksi
×

Jawaban Mas Wawan Memilih Wakil Walikota Semarang

Sebarkan artikel ini
mas wawan wakil walikota semarang
Mas Wawan atau Ady Setiawan mendaftar bakal calon wakil walikota Semarang

Mas Wawan memilik Wakil Walikota Semarang, bukan Walikota Semarang? Sebab acapkali wakil identic dengan ban serep

BARISAN.CO – Ady Setiawan yang akrab disapa Mas Wawan secara resmi mendafatr bakal calon Wakil Walikota Semarang melalui jalur Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Minggu (28/04/2024).

Alasan kenapa Mas Wawan memilik Wakil Walikota Semarang, bukan Walikota Semarang? Sebab acapkali wakil identic dengan ban serep.

Mas Wawan mengatakan bahwa dalam memberikan kebijakan publik disusun oleh dua dwi fungsi yaitu kepala daerah dan wakil kepala daerah.

“Bahwa di dalam kita memberikan kebijakan publik ada satu tugas di dalam political will Negara kesejahteraan. Seorang pemimpin, seorang leadership, seorang kepala daerah dan wakil kepala daerah harus memberikan kebijakan yang baik buat rakyatnya, buat masyarakatnya,” terangnya.

Lebih lanjut ia menyampaikan, ketika kebijakan yang baik itu disusun oleh dua dwi fungsi yaitu kepala daerah dan wakil kepala daerah, orang banyak mengatakan bahwa wakil kepala daerah itu ban serep. Orang banyak berpendapat bahwa wakil kepala daerah tidak difungsikan oleh kepala daerahnya di tengah perjalanan.

“Bagi mas wawan pendapat itu tidak saya yakini. Saya meyakini bahwa ada dua di dalam teori mengambil public policy atau kebijakan publik yang pertama kepala daerah atau walikota itu sebagai political wisdom,” terangnya.

Menurutnya, Wakil Walikota, dia sebagai pejabat politik yang memiliki politik yang wisdom, politik yang baik, politik yang sejahtera untuk mensejahterakan masyarakat.

“Sedangkan wakilnya adalah teknokratik political wisdom. Jadi wakil kepala daerah wakil walikota itu adalah pengelola semua kebutuhan masyarakat, semua sampah masyarakat, masalah masyarakat,” Jelasnya.

Mulai dari infrastruktur, mulai dari sosial, mulai dari budaya kearifan kesenian, ilmu pengetahuan sosial, bansos. Semua hal-hal yang bermasalah itu dihimpun oleh wakil walikota untuk diolah untuk dipilih di ingenerator setelah dipilih diolah disuguhkan kepada pak walikota untuk dipilih menjadi kebijakan publik.

Itu artinya bahwa wakil walikota memiliki peran yang strategis untuk menjadikan bi fungsi walikota dan wakil walikota membangun Kota semarang. Kemudian selanjutnya, kalau terjadi perpecahan tidak karena di dalam undang-undang pemerintah daerah sudah jelas diatur apa tugas walikota dan apa tugas wakil walikota.

“Oleh karena itu dengan mengukur kemampuan saya, mengukur kapabilitas saya, saya mendaftarkan diri sebagai bakal calon wakil walikota,” tutupnya.[]