BARISAN.CO – Keteladanan Nabi Sulaiman As patut kita contoh, ia merupakan sosok nabi yang senantiasa selalu bersyukur atas nikmat yang diberikan Allah Swt. Nabi Sulaiman adalah putra Nabi Dawud As, ia seorang raja dari Bani Israil yang namanya diabadikan dalam Al-Qur’an.
Nabi Sulaiman semenjak usia remaja sudah nampak tanda-tanda kecerdasan, kepandaiannya berpikir dan memimpin. Sosoknya bisa menjadi teladan bagi generasi milenial, meski usianya baru belasan tahun sudah ada sifat bijaksana dan arif pada dirinya.
Raja yang mampu memiliki keistimewaan dibandingkan dengan nabi-nabi lainnya, terumata kemampuannya berkomunikasi dan memahami bahasa binatang. Berikut ini penjelasan keteladanan Nabi Sulaiman mengutip buku Akidah Akhlak Madrasah Tsanawiyah (MTs) Kelas VII karya Akhmad Fauzi yang diterbitkan Kementerian Agama RI:
Keteladanan Nabi Sulaiman As namanya diabadikan dalam Al-Qur’an surah An-Naml ayat 18-26, Allah Swt berfirman:
حَتَّىٰٓ إِذَآ أَتَوْا۟ عَلَىٰ وَادِ ٱلنَّمْلِ قَالَتْ نَمْلَةٌۭ يَـٰٓأَيُّهَا ٱلنَّمْلُ ٱدْخُلُوا۟ مَسَـٰكِنَكُمْ لَا يَحْطِمَنَّكُمْ سُلَيْمَـٰنُ وَجُنُودُهُۥ وَهُمْ لَا يَشْعُرُونَ ١٨
فَتَبَسَّمَ ضَاحِكًۭا مِّن قَوْلِهَا وَقَالَ رَبِّ أَوْزِعْنِىٓ أَنْ أَشْكُرَ نِعْمَتَكَ ٱلَّتِىٓ أَنْعَمْتَ عَلَىَّ وَعَلَىٰ وَٰلِدَىَّ وَأَنْ أَعْمَلَ صَـٰلِحًۭا تَرْضَىٰهُ وَأَدْخِلْنِى بِرَحْمَتِكَ فِى عِبَادِكَ ٱلصَّـٰلِحِينَ ١٩
وَتَفَقَّدَ ٱلطَّيْرَ فَقَالَ مَا لِىَ لَآ أَرَى ٱلْهُدْهُدَ أَمْ كَانَ مِنَ ٱلْغَآئِبِينَ ٢٠
لَأُعَذِّبَنَّهُۥ عَذَابًۭا شَدِيدًا أَوْ لَأَا۟ذْبَحَنَّهُۥٓ أَوْ لَيَأْتِيَنِّى بِسُلْطَـٰنٍۢ مُّبِينٍۢ ٢١
فَمَكَثَ غَيْرَ بَعِيدٍۢ فَقَالَ أَحَطتُ بِمَا لَمْ تُحِطْ بِهِۦ وَجِئْتُكَ مِن سَبَإٍۭ بِنَبَإٍۢ يَقِينٍ ٢٢
إِنِّى وَجَدتُّ ٱمْرَأَةًۭ تَمْلِكُهُمْ وَأُوتِيَتْ مِن كُلِّ شَىْءٍۢ وَلَهَا عَرْشٌ عَظِيمٌۭ ٢٣
وَجَدتُّهَا وَقَوْمَهَا يَسْجُدُونَ لِلشَّمْسِ مِن دُونِ ٱللَّهِ وَزَيَّنَ لَهُمُ ٱلشَّيْطَـٰنُ أَعْمَـٰلَهُمْ فَصَدَّهُمْ عَنِ ٱلسَّبِيلِ فَهُمْ لَا يَهْتَدُونَ ٢٤
أَلَّا يَسْجُدُوا۟ لِلَّهِ ٱلَّذِى يُخْرِجُ ٱلْخَبْءَ فِى ٱلسَّمَـٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ وَيَعْلَمُ مَا تُخْفُونَ وَمَا تُعْلِنُونَ ٢٥
ٱللَّهُ لَآ إِلَـٰهَ إِلَّا هُوَ رَبُّ ٱلْعَرْشِ ٱلْعَظِيمِ ۩ ٢٦
Artinya:
- hingga apabila mereka sampai di lembah semut berkatalah seekor semut: Hai semut-semut, masuklah ke dalam sarang-sarangmu, agar kamu tidak diinjak oleh Sulaiman dan tentaranya, sedangkan mereka tidak menyadari”;
- Maka Dia tersenyum dengan tertawa karena (mendengar) Perkataan semut itu. dan Dia berdoa: “Ya Tuhanku berilah aku ilham untuk tetap mensyukuri nikmat mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada dua orang ibu bapakku dan untuk mengerjakan amal saleh yang Engkau ridhai; dan masukkanlah aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang saleh”.
- dan Dia memeriksa burung-burung lalu berkata: “Mengapa aku tidak melihat hud-hud, Apakah Dia Termasuk yang tidak hadir.
- sungguh aku benar-benar akan mengazabnya dengan azab yang keras atau benar-benar menyembelihnya kecuali jika benar-benar Dia datang kepadaku dengan alasan yang terang”.
- Maka tidak lama kemudian (datanglah hud-hud), lalu ia berkata: “Aku telah mengetahui sesuatu yang kamu belum mengetahuinya; dan kubawa kepadamu dari negeri Saba suatu berita penting yang diyakini.
- Sesungguhnya aku menjumpai seorang wanita yang memerintah mereka, dan Dia dianugerahi segala sesuatu serta mempunyai singgasana yang besar.
- aku mendapati Dia dan kaumnya menyembah matahari, selain Allah; dan syaitan telah menjadikan mereka memandang indah perbuatan-perbuatan mereka lalu menghalangi mereka dari jalan (Allah), sehingga mereka tidak dapat petunjuk,
- agar mereka tidak menyembah Allah yang mengeluarkan apa yang terpendam di langit dan di bumi dan yang mengetahui apa yang kamu sembunyikan dan apa yang kamu nyatakan.
- Allah, tiada Tuhan yang disembah kecuali Dia, Tuhan yang mempunyai ‘Arsy yang besar”.
Nabi Sulaiman nabi merupakan 25 nabi yang wajib diketahui, ia dipilih Allah sebagai Nabi di kalangan Bani Israil. Keteladanan nabi sulaiman yang patut dicontoh seperti memiliki sifat yang arif, bijaksana dan kemampuannya dalam mimpin, Allah Swt memberikan karunia dan mukjizat kepada Nabi Sulaiman, di antaranya yakni:
- Mengetahui bahasa semua binatang.
- Nabi yang paling kaya di antara manusia sepanjang sejarah peradaban.
- Mempunyai pasukan yang paling kuat dalam sejarah manusia, yaitu pasukan manusia dan para jin yang bekerja menuruti perintahnya.
- Ia juga dapat mengendarai angin sesuai perintahnya. Kemampuan mengendarai angin ini merupakan kendaraan yang paling cepat di antara kendaraan manapun.
Meski seorang raja yang agung dan memiliki keistimewaan yang banyak dan Nabi Sulaiman lantas tidak menjadi orang yang sombong. Justru kebalikannya ia sosok raja yang rendah hati di hadapan makhluk-Nya yang lain, keteladanan Nabi Sulaiman As di antaranya adalah:
1) Rasa malu pada Allah Swt
Nabi Sulaiman melihat karunia Allah terlalu besar, tetapi ibadahnya ia merasa masih kurang, beliau malu memandang ke langit karena malu kepada Allah SWT.
2) Mau berdialog dengan rakyat kecil
Nabi Sulaiman As. senang berkomunikasi dengan rakyatnya, walaupun rakyatnya (hanya) beberapa ekor semut. Ketika pasukan jin, manusia dan burung-burung sampai di lembah semut berkatalah seekor semut bernama Jarsan, ia berkata: Wahai semut-semut, masuklah ke dalam sarang-sarangmu agar kamu tidak diinjak oleh Sulaiman dan tentaranya, sedangkan mereka tidak menyadari.
3) Nabi sulaiman senang bekerja sebagai wujud syukur
Nabi Sulaiman termasuk sebagian nabi yang paling pandai bersyukur seperti diungkap dalam al Qur’an. Suatu ketika beliau bertanya pada Allah: Ya Allah tunjukkan padaku seseorang yang bisa membuatku pandai bersyukur?, lalu Allah memerintahnya melihat dua orang yang bekerja keras. Yang seorang bekerja keras bertujuan sekedar untuk mengganjal perut dari kelaparan. Sedangkan yang satu lagi ia bekerja bertujuan untuk bersyukur dan tidak termasuk orang yang dikatakan penganggur. Lalu Nabi Sulaiman berdoa pada Allah supaya diajari pekerjaan yang membuatnya bersyukur, lalu Allah mengajarinya ilmu menyepuh besi dengan emas. Sehingga beliaulah manusia pertama yang menyepuh besi dengan emas.
4) Juga kehebatan kekhusyu’an shalat
Sampai-sampai beliau meninggal dalam posisi sedang berdiri shalat. Sudahkah shalat kalian khusyu’? Allah berfirman dalam QS. As Saba’ (34): 14:
فَلَمَّا قَضَيْنَا عَلَيْهِ الْمَوْتَ مَا دَلَّهُمْ عَلَىٰ مَوْتِهِ إِلَّا دَابَّةُ الْأَرْضِ تَأْكُلُ مِنْسَأَتَهُ ۖ فَلَمَّا خَرَّ تَبَيَّنَتِ الْجِنُّ أَنْ لَوْ كَانُوا يَعْلَمُونَ الْغَيْبَ مَا لَبِثُوا فِي الْعَذَابِ الْمُهِينِ
Artinya: “Maka tatkala Kami telah menetapkan kematian Sulaiman, tidak ada yang menunjukkan kepada mereka kematiannya itu kecuali rayap yang memakan tongkatnya. Maka tatkala ia telah tersungkur, tahulah jin itu bahwa kalau sekiranya mereka mengetahui yang ghaib tentulah mereka tidak tetap dalam siksa yang menghinakan (jadi pelayan yang bekerja keras untuk Nabi Sulaiman). (QS. As Saba: 14)
Beberapa tafsir menyebutkan bahwa meninggalnya nabi Sulaiman adalah ketika beliau sedang berdiri melaksanakan shalat. Dalam keadaan berdiri, ruhnya diambil oleh Allah Swt., dan beliau sedang berdiri memegang sambil bersandar pada tongkatnya, ia berdiri dalam posisi meninggal selama satu tahun, dan pasukannya yang juga terdiri dari jin-jin dan setan tidaklah mengetahui kalau nabi Sulaiman telah meninggal bahkan sudah selama satu rahun. Sehingga tongkat yang dipakai bersandar itu rapuh dimakan rayap, saat itulah Nabi Sulaiman tersungkur jatuh, dan saat itulah para jin sadar bahwa nabi Sulaiman As. telah meninggal.
5. Nabi yang Memiliki Kecerdasan Tinggi
Pada suatu hari ada peristiwa yang menunjukkan kecerdasan dan ketajaman otaknya, yaitu terjadi pada salah satu sidang peradilan yang ia turut menghadirinya. Dalam persidangan itu, ada dua orang datang mengadu meminta Nabi Daud mengadili perkara sengketa mereka, yaitu’ kebun tanaman salah seorang dari kedua lelaki itu telah dimasuki oleh kambing-kambing ternak kawannya di waktu malam yang mengakibatkan rusak perkarangan yang sudah dirawatnya begitu lama sehingga mendekati masa panen.
Kawan yang diadukan itu mengakui kebenaran pengaduan kawannya dan bahwa memang hewan ternaknyalah yangg merusak kebun dan perkarangan kawannya itu.
Dalam perkara sengketa tersebut, Daud memutuskan bahwa sebagai ganti rugi yang diderita oleh pemilik kebun akibat pengrusakan kambing-kambing peliharaan kawannya, maka pemilik kambing-kambing itu harus menyerahkan binatang peliharaannya kepada pemilik kebun sebagai ganti rugi yang disebabkan oleh kelalainnya menjaga binatang ternak.
Akan tetapi, Sulaiman yang mendengar keputusan ayahnya merasa kurang tepat, ia berkata kepada si ayah: “Wahai ayahku, menurut pertimbanganku keputusan sebaiknya demikian, kepada pemilik pekarangan yang telah binasa tanamannya diserahkanlah hewan ternak kawannya untuk dipelihara, diambil hasilnya, dan dimanfaatkan bagi keperluannya. Sedangkan pekarangan yang telah binasa itu diserahkan kepada tetangganya untuk dipugar dan dirawat sampai kembali ke keadaan semula, kemudian masing-masing menerima kembali miliknya, sehingga dengan cara demikian setiap pihak tidak ada yang mendapat keuntungan atau kerugian lebih daripada yang sepatutnya.”
Keputusan yang diusulkan oleh Sulaiman itu diterima baik oleh kedua orang yang menggugat dan digugat dan disambut oleh orang yang menghadiri sidang dengan rasa kagum terhadap kecerdasan dan kepandaian Sulaiman yang walaupun masih muda usianya telah menunjukkan kematangan berpikir dan keberanian melahirkan pendapat walaupun tidak sesuai dengan pendapat ayahnya.
Kejadian ini ini merupakan permulaan dari sejarah hidup Nabi Sulaiman As. yang penuh dengan mukjizat kenabian dan karunia Allah yang dilimpahkan kepadanya dan kepada ayahnya Nabi Daud.
6. Nabi yang Memiliki Sifat Rendah Hati
Banyaknya nikmat yang dikaruniakan kepada Nabi Sulaiman a.s. membuatnya semakin bersyukur kepada Sang Pencipta langit dan bumi, Allah Swt.. Syukur nabi Sulaiman saat di puncak kesuksesan di tuangkan ke dalam sebuah doa Nabi Sulaiman. Jika Anda sudah dikaruniai rezeki oleh Allah, jangan lupa untuk mensyukurinya. Seperti Nabi Sulaiman yang sangat mensyukuri karunia Allah kepadanya. Rezeki, ketenaran, dan kesuksesan adalah karunia dari Allah untuk menguji kita apakah kita bersyukur kepada Allah atau malah mengingkarinya.
Sungguh tidak tepat ketika ada orang sukses mengatakan “Kesuksesan ini adalah hasil kerja kerasku”. Orang seperti ini tidak akan kekal kesuksesannya karena tidak bersyukur. Sebaiknya kita mengatakan “Kesuksesan ini adalah dari Allah agar aku mensyukurinya”.
7. Nabi yang memiliki Rasa Kasih Sayang Terhadap Sesama
Allah Swt. memberikan salah satu mu’jizat kepada Nabi Sulaiman berupa mengerti bahasa binatang. Suatu hari rombongan besar Nabi Sulaiman hendak menuju lembah Asgalan, dan rombongan itu terdiri atas Nabi Sulaiman dan umatnya, malaikat, jin serta binatang-binatang. Di tengah perjalanan, beliau menyuruh rombongannya berhenti.
“Berhentilah sejenak, kita beri waktu kepada makhluk Allah untuk menyelamatkan diri,” ucap Nabi Sulaiman.
“Wahai Nabiyullah, mengapa kita tiba-tiba berhenti di tengah jalan,” tanya salah satu rombongan.
“Di depan ada lembah semut yang. di dalamnya terdapat jutaan semut, mereka akan kusuruh untuk berlindung agar tidak terinjak oleh rombongan kita,” jawab Nabi Sulaiman.
Dari jarak yang cukup jauh itu, Nabi Sulaiman tampaknya mendengar dialog Raja Semut yang menyuruh para semut untuk berlindung. Sungguh mukjizat yang sangat hebat, seseorang bisa mendengar pembicaraan hewan dari jarak yang jauh lagi, dialah Nabiyullah Sulaiman, Raja segala raja yang pernah hidup di dunia ini, dan tak pernah ada seorang raja pun di dunia ini sehebat beliau.
Ketika Sulaiman mendengarkan pembicaraan semut, beliau tersenyum. Apa yang dibayangkan oleh semut kecil itu? Meskipun Sulaiman mendapatkan kekuasaan dan memiliki tentara yang besar, namun beliau menunjukkan kasih sayang terhadap semut.
Beliau mendengar bisikannya dan melihat semut yang di depannya. Oleh karena itu, tak mungkin baginya untuk menginjaknya. Sulaiman bersyukur kepada Allah Swt. yang telah memberiinya nikmat ini, yaitu nikmat rahmat dan nikmat kasih sayang.
Kisah ini merupakan cuplikan dari ayat AI-Qur’an surah An-Naml ayat 18 yang artinya, “Hingga apabila mereka sampai di Lembah Semut berkatalah seekor semut, masuklah ke dalam sarang-sarangmu agar kamu tidak diinjak oleh Sulaiman As. dan tentaranya, sedangkan rnereka tidak menyadari.”
8. Nabi yang Suka Musyawarah
Keteladan ini dapat kita lihat ketika Nabi Sulaiman As bermusyawarah dengan para pembesar kerajaan yang bertujuan hendak memindahkan singgasana Ratu Bilqis ke hariapan Nabi Sulaiman a.s.
Berkata Sulaiman: “Hai pembesar-pembesar siapakah di antara kamu sekalian yang sanggup membawa singgasananya kepadaku sebagai orang-orang yang berserah diri”.
Berkata Ifrit (yang cerdik) dari golongan jin: “Aku akan datang kepadamu dengan membawa singgasana itu kepadamu sebelum kamu berdiri dari tempat dudukmu; sesungguhnya aku benar-benar kuat untuk membawanya lagi dapat dipercaya”.
Berkatalah seorang yang mempunyai ilmu dari Al-Kitab yang bernama Ashif bin Barkiya: “Aku akan membawa singgasana itu kepadamu sebelum matamu berkedip”.
Maka tatkala Sulaiman melihati singgasana tersebut terletak di hariapannya, ia pun berkata: “Ini termasuk karunia Tuhanku untuk mencoba aku apakah aku bersyukur atau mengingkari (akan nikmat-Nya). Dan barangsiapa yang bersyukur sesungguhnya dia bersyukur untuk (kebaikan) dirinya sendiri dan barangsiapa yang ingkar, maka sesungguhnya Tuhanku Maha Kaya lagi Maha Mulia”.
Dia berkata: “Ubahlah baginya singgasananya; maka kita akan melihati apakah dia mengenal ataukah dia termasuk orang-orang yang tidak mengenali(nya)”.
Dan ketika Ratu Bilqis datang, ditanyakanlah kepadanya: “Serupa inikah singgasanamu?”. Dia menjawab: “Seakan-akan singgasana ini singgasanaku, kami telah diberi pengetahuan sebelumnya dan kami adalah orang-orang yang berserah diri”.
Inilah keteladanan Nabi Sulaiman yang patut dicontoh dan diteladani kaum milenial ataupun generasi muda. Bahkan tidak hanya untuk generasi milenial, akan tetapi umat Islam harus benar-benar memperbaiki diri agar memiliki sifat seperti Nabi Sulaiman As.







