Scroll untuk baca artikel
Ekonomi

Respons Mendag Pas Harga Telur Ayam Melejit: Jangan Diributkan!

Redaksi
×

Respons Mendag Pas Harga Telur Ayam Melejit: Jangan Diributkan!

Sebarkan artikel ini

Menteri Perdagangan setengah berjanji harga telur yang naik minggu-minggu ini akan kembali normal bulan depan.

BARISAN.CO Harga telur ayam merangkak naik jadi Rp31.000-Rp39.000 per kilogram. Lonjakan ini diduga sebab gejolak pasca-pandemi yang masih dihadapi kalangan peternak.

Tercatat, harga sempat mencapai kenaikan tertinggi hingga Rp4.000-Rp5.000 per kilogram, dan situasi ini sudah terjadi sejak dua pekan terakhir.

Berdasarkan Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP) Kementerian Perdagangan (Kemendag), rata-rata harga nasional telur ayam ras per 24 Agustus 2022 sebesar Rp31.000/kg.

Provinsi Papua mencatatkan referensi tertinggi dengan kisaran harga telur mencapai Rp39.689/kg, disusul Kalimantan Utara Rp37.250/kg; Sulawesi Tengah Rp36.200/kg; dan Maluku Rp34.725/kg.

Kenaikan harga telur ayam ras tak bisa dilepas dari konteks pandemi Covid-19 dua tahun terakhir. Selama itu, terjadi gangguan permintaan. Salah satunya sebab pembatasan aktivitas masyarakat yang membuat kebutuhan telur di hotel, restoran, dan kafe berkurang.

Di kalangan peternak, permintaan telur yang berkurang itu dibarengi dengan harga pakan yang naik. Alhasil, banyak peternak terpaksa mengurangi populasi populasi bibit ayam hingga 30 persen dan peternak juga tidak melakukan peremajaan bibit ayam.

Sekarang, saat kegiatan masyarakat mulai pulih, permintaan telur kembali naik. Namun, suplai telur di tingkat peternak belum mampu mengimbangi kebutuhan konsumen karena keterbatasan produksi akibat pengurangan populasi.

Saat ditanya soal fenomena lonjakan harga telur yang gila-gilaan ini, Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan (Zulhas) justru meminta masyarakat untuk tidak meributkannya.

Daripada ribut soal harga telur, Zulhas lebih pilih membahas nota kesepahaman perjanjian dagang yang dilakukan Kemendag RI di India senilai US$3,2 miliar.

“Oh, itu kenaikan harga telur ayam nggak seberapa ko, jangan diributkan ya. Perjanjian dagang dengan India senilai US$3,2 miliar itulah yang ditulis,” kata Zulhas di kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta, Selasa (23/8/2022).

Lantaran komentarnya itu Zulhas diprotes orang banyak. Sehari kemudian, Rabu (23/8/2022), Zulhas setengah berjanji harga telur ayam akan turun dalam tiga pekan ke depan.

“Mudah-mudahan tiga minggu atau satu bulan ke depan harga telur sudah turun lagi dengan harga wajar. Saat ini kan Rp32 ribu per kg. Idealnya ya Rp28 ribu per kg sehingga konsumen tidak berat, peternak tidak rugi,” ujarnya. [dmr]