Scroll untuk baca artikel
Terkini

Korban Tewas Kerusuhan Sudah Capai 182 Orang, Barnis Desak Ketua Umum PSSI Mundur

Redaksi
×

Korban Tewas Kerusuhan Sudah Capai 182 Orang, Barnis Desak Ketua Umum PSSI Mundur

Sebarkan artikel ini

Ketua Umum PSSI untuk segera mengundurkan diri sebagai wujud tanggung jawan moral maupun struktural atas peristiwa tragedi tersebut.

BARISAN.CO – Ketua Umum Barisan Indonesia (Barnis) Andy W. Syahputra menyatakan keprihatinan atas meninggalnya 182 suporter dalam kerusuhan yang pecah seusai pertandingan sepak bola antara Arema FC vs Persebaya Surabaya di Stadion Kanjuruhan di Kabupaten Malang, Jawa Timur, Sabtu malam (1/10/2022).

“Menyatakan rasa keprihatinan yang mendalam atas jatuhannya korban tewas hingga mencapai setidaknya 182 korban tewas yang semuanya merupakan suporter Arema FC,” kata Andy dalam pernyataan persnya, Minggu (2/10/2022).

Andy juga mengutuk keras atas tindakan ceroboh dan non-prosedural yang telah dilakukan oleh aparat keamanan terutama dalam penggunaan gas air mata yang ditembakkan kea fah tribun penonton.

“Padahal Federasi Sepak Bola Dunia (FIFA) telah melarang penggunaaň gas air mata dalam penanganan pertandingan sepakbola dan merupakan tindakan pelanggaran prosedural,” ujarnya.

Ketentuan FIFA tersebut, kata Andy, tercantum dalam pasal 19 poin b FIFA Stadłum Safety and Security Regulations.

“Menyebutkan penggunaan gas air mata sebenarnya dilarang, tertulis, ‘No firearms or ”crowd control gas” shall be carried or used.’” kata Andy.

Barnis juga, kata Andy, mendesak Ketua Umum PSSI untuk segera mengundurkan diri sebagai wujud tanggung jawan moral maupun struktural atas peristiwa tragedi tersebut.

Selain itu, sambung Andy,
Kapolri juga untuk segera mengusut peristiwa tragedi kemanusiaan tersebut.

“Serta menindak petugas yang melakukan tindakan ceroboh dan salah prosedural tersebut secara terbuka dan sesuai hukum dan peraturan perundang-undangan yang berlaku,” katanya.

Barnis juga, kata Andy, meminta pertanggungjawaban penuh atas jatuhnya korban kepada Arema FC dan Persebaya FC serta PT Liga Indonesia Baru dengan menjatuhkan sanksi skorsing pertandingan.

“Juga memberikan ganti kerugian kepada ahli waris maupun keluarga korban tewas,” ujarnya.

Andy juga meminta PT Liga Indonesia Baru untuk sementara waktu menghentikan seluruh pertandingan Liga sepakbola di seluruh Indonesia.

“Ini sebagai wujud penghormatan dan rasa
belasungkawa serta solidaritas kemanusiaan atas terjadinya peristiwa tagedi kemanusiaan di stadion Kanjuruhan,” ujarnya.