Terkini

Norwegia Keluarkan Vaksin AstraZeneca dan Johnson & Johnson dari Program Vaksinasi

Anatasia Wahyudi
×

Norwegia Keluarkan Vaksin AstraZeneca dan Johnson & Johnson dari Program Vaksinasi

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: UN News

BARISAN.CO – Pada Senin (10/05/2021), komisi yang ditunjuk pemerintah Norwegia mengatakan program vaksinasi mengecualikan vaksin AstraZeneca dan Johnson & Johnson karena dianggap berbahaya.

Akan tetapi, Norwegia harus secara sukarela mengizinkan salah satu vaksin demi menghilangkan keraguan warganya terhadap vaksin.

Sebelumnya, pada 11 Maret 2021, Norwegia telah menangguhkan ketersediaan vaksin AstraZeneca setelah beberapa orang mengalami kombinasi pembekuan darah, pendarahan, serta turunnya jumlah trombosit.

The Norwegian Institute of Public Health (FHI) pada 15 April, mendesak agar vaksinasi AstraZeneca dihentikan menyeluruh, tetapi pemerintah Norwegia meminta saran kepada komisi termasuk vaksin Johnson & Johnson yang belum pernah digunakan di Norwegia, meskipun kedua vaksin tersebut telah mendapat persetujuan European Medicines Agency (EMA).

Komisi tersebut menyampaikan ada keterkaitan antara delapan kasus pembekuan darah di Norwegia dengan vaksin AstraZeneca, dan empat di antaranya meninggal dunia.

Dikatakan juga, bahwa untuk menjaga kepercayaan skema vaksinasi nasional perlu adanya ketegasan sehingga kekebalan dapat dibangun pada populasi dalam berbagai putaran vaksinasi yang berpotensi di tahun-tahun mendatang.

Menteri Kesehatan Norwegia, Bent Hoeie memberi pernyataan dalam konferensi pers. “Pemerintah akan menggunakannya sebagai dasar keputusan bersama dengan rekomendasi dari FHI soal apakah akan menggunakan vaksin ini.”

FHI menyebut reaksi tersebut berlawanan karena pada Senin telah memberi saran untuk menghentikan penggunaan vaksin Johnson & Johnson.

AstraZeneca menunggu keputusan akhir pemerintah Norwegia. “Kami akan terus bekerjasama dengan regulator dan otoritas lokal untuk memberikan semua data yang tersedia dalam menginformasikan keputusan mereka,” kata AstraZeneca dalam pernyataannya seperti dikutip dari Reuters.

Sedangkan pihak Johnson & Johnson tidak segera memberikan tanggapan. [YSN]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *