Scroll untuk baca artikel
Kolom

Obrolan Tua

Redaksi
×

Obrolan Tua

Sebarkan artikel ini
Obrolan Tua
Imam Trikarsohadi

Di balik diskusi para ekonom, ada obrolan tua yang justru menyimpan kebijaksanaan paling jujur tentang hidup, waktu, dan persahabatan.

Oleh: Imam Trikarsohadi
(Penulis adalah wartawan senior)

SEBAB musababnya memang diskusi njelimet para ekonom, tetapi ujungnya justru bermuara pada obrolan tua. Atas undangan ekonom Mas Awalil Rizky, saya menghadiri sebuah diskusi terbatas para ekonom yang datang dari beragam latar belakang perguruan tinggi, baik dari dalam maupun luar negeri.

Pada kesempatan itu, saya kebetulan berjumpa dengan kawan-kawan lama: yang dulu sekampus, yang pernah seprofesi, hingga mereka yang pernah berada dalam satu gerbong perjuangan. Di sinilah kejadiannya. Tanpa aba-aba, kami pun larut dalam obrolan tua.

Secara filosofis, obrolan tua atau percakapan lama biasanya berkisar pada kebijakan dan pengalaman, refleksi masa lalu, nilai kekerabatan, serta soal komunitas. Kami saling berbagi pengalaman hidup, pelajaran berharga, dan perspektif jangka panjang.

Filosofinya sederhana: seiring bertambahnya usia, seseorang mengumpulkan pengetahuan yang kelak layak dibagikan kepada generasi yang lebih muda.

Dalam refleksi masa lalu, percakapan sering mengalir pada nostalgia mengenang kembali hari-hari yang telah lewat dan merenungkan bagaimana waktu perlahan mengubah banyak hal.

Dari situ, kita belajar memahami akar sejarah pribadi maupun budaya. Melalui obrolan tua, ikatan sosial dan rasa kekeluargaan pun terasa diperkuat.

Filosofinya menekankan pentingnya menjaga hubungan, saling mendengarkan, serta mewariskan tradisi lisan yang baik dan berkualitas.

Dalam suasana yang santai dan akrab, obrolan tua kerap berlangsung dengan lebih tulus, tanpa beban formalitas. Ia menjadi ruang di mana setiap orang dapat menjadi dirinya sendiri dan berbicara dari hati ke hati.

Singkatnya, filosofi obrolan tua adalah tentang menghargai kebijaksanaan yang lahir dari perjalanan waktu, memperkuat hubungan melalui cerita, serta menemukan makna dalam pengalaman hidup yang dibagikan bersama. []