Terkini

Perut Sakit Akibat Menstruasi dan Trik Sederhana Mengatasinya

Alfin Hidayat
×

Perut Sakit Akibat Menstruasi dan Trik Sederhana Mengatasinya

Sebarkan artikel ini
Menstruasi
Ilustrasi: Unsplash/Monika Kozub

BARISAN.CO – Seorang teman perempuan menyampaikan bahwa dirinya hari itu sungguh tidak suka dengan hari tersebut. Ternyata alasannya adalah masa menstruasi. Di awal hari hari itu, ia merasakan nyeri hebat di bagian perut. Terlebih di hari itu pula tugas banyak menumpuk dan harus ia selesaikan pada hari itu juga. Semakin membuat suasana tidak mengenakan katanya.

Mengalami nyeri perut saat menstruasi tentu bukan hal aneh bagi hampir setiap wanita. Dalam medis, nyeri perut bagian bawah saat menstruasi ini bernama dismenore. Ditandai dengan munculnya rasa kram pada perut bagian bawah, sebelum atau saat menstruasi.

Beberapa wanita mungkin mengalami dismenore yang sifatnya ringan dan tidak mengganggu rutinitas. Namun, beberapa wanita lainnya bisa saja mengalami nyeri yang parah, hingga mengganggu aktivitas sehari hari.

Meski hal ini menjadi tamu bulanan yang pasti akan terus terjadi, namun pada dasarnya tidak ada seorang wanita yang menginginkan kondisi tersebut. Sungguh sungguh tidak nyaman katanya.

Penyebab

Sakit perut saat haid atau dismenorea bisa dibedakan menjadi dua macam berdasarkan penyebabnya, yakni primer dan sekunder.

Dismenorea primer: disebabkan oleh perubahan material kimia alami dalam tubuh. Material kimia yang disebut prostaglandin ini dibuat di lapisan rahim dan memiliki efek seperti hormon yang menyebabkan otot dan pembuluh darah rahim berkontraksi sehingga muncul efek nyeri.

Pada hari pertama menstruasi, ada pasokan prostaglandin dalam jumlah besar. Tapi saat lapisan rahim luruh dan perdarahan berlanjut, tingkat prostaglandin turun. Itulah sebabnya rasa sakit cenderung berkurang setelah beberapa hari pertama menstruasi.

Dismenorea sekunder: disebabkan oleh gangguan pada organ reproduksi, seperti fibroid, tumor, endometriosis, penyakit radang panggul, atau pertumbuhan pada rahim, indung telur, atau organ lainnya.

Dalam hal ini, nyeri biasanya lebih terasa saat haid dan sering berlangsung lebih lama daripada kram menstruasi biasa. Jaringan parut dari operasi sebelumnya atau jenis alat kontrasepsi IUD juga dapat menyebabkan dismenorea sekunder.

Mereka yang Beresiko

Faktanya lebih dari separuh perempuan yang mengalami menstruasi merasakan sakit perut saat haid selama satu atau dua hari setiap bulan menurut laporan American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG).

Jadi pada dasarnya nyeri menstruasi ini adalah hal yang normal. Semua perempuan berisiko mengalaminya.

Perempuan remaja yang baru saja memasuki masa menstruasi akan lebih sering mengalami sakit perut saat haid.

Rasa nyeri itu biasanya terjadi selama dua-tiga hari dengan siklus menstruasi yang belum teratur. Seiring dengan pertambahan usia dan kematangan organ reproduksi, rasa sakit saat menstruasi cenderung berkurang dan siklus menstruasi lebih teratur.

Adapun bagi perempuan yang mengidap beberapa penyakit seputar organ reproduksi, risiko mengalami sakit perut saat haid lebih besar. Intensitas nyeri yang dirasakan juga lebih tinggi sehingga memerlukan perhatian lebih secara medis.

Trik Sederhana Mengatasi Sakit Perut Saat Menstruasi

Lalu, kebiasaan alami apa yang bisa redakan nyeri perut saat menstruasi? Berikut lima trik yang bisa dilakukan.