Ekonomi

Ramai NFT, Apa Kelebihan dan Kekurangannya?

Anatasia Wahyudi
×

Ramai NFT, Apa Kelebihan dan Kekurangannya?

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: duwitmu.com.

BARISAN.CO – Kemajuan teknologi telah megubah dunia dalam berbagai aspek. Kini, non-fungible tokens (NFT) sedang digandrungi di berbagai belahan duni. Para kolektor dan investor bahkan rela membayar ratusan ribu hingga jutaan dolar untuk memiliki koleksi digital itu.

NFT sendiri adalah karya seni digita yang hidup dalam jaringan blockchain dan muncul dalam berbagai bentuk. Beberapa jenis yang paling populer dari karya seni digital ini antara lain ialah meme, klip video, gambar, musik, dan juga tweet.

Di sebuah video yang diunggah oleh Nas Daily, sepasang suami isteri, juga ikut tren ini. Ben dan Mai menyadari bahwa NFT akan menjadi besar karena untuk pertama kalinya dalam sejarah manusia, kita bisa memiliki sesuatu di internet.

Padahal, sebelumnya karya itu hanya dimiliki oleh platform media sosial, tempat kita mengunggahnya.

Ben dan Mai mempelajari cara kerja program untuk menghasilkan jutaan dolar dari NFT  mengeluarkan 1 juta dolar untuk membeli gambar-gambar di internet dari seniman acak untuk membuat museum virtualnya sendiri di Metaverse. Dia mengaku membeli sebuah gambar seharga 20.000 dolar dan sebulan kemudian, harganya naik dua kali lipatnya.

Demam NFT juga menyebar di tanah air, tahun lalu, artis yang terkenal dengan jambul khalistiwa, Syahrini juga terjun ke dunia NFT.

Syahrini merilis NFT dirinya ke salah satu bursa kripto, Binance, dengan harga satuannya sekitar 20 Binance USD atau setara dengan Rp 286.000.

Di tahun yang sama, Luna Maya meluncurkan NFT karya digital orisinal. Luna merilis karya digitalnya dengan jumlah terbatas sebanyak 10 item.

Apa Kelebihan dan Kekurangan NFT?

Sebelum melangkah lebih jauh dan mengikuti tren ini berikut kelebihan dan kekurangan NFT seperti dikutip dari Money Crusher:

Kelebihannya:

  1. Pertumbuhan nilai. Sama halnya dengan investasi lain, selalu ada potensi kenaikan nilai investasi saat seseorang membeli token ini. Seperti yang dialami oleh Ben di atas, karya seni yang dibelinya naik dua kali lipat.
  2. Koleksi digital tidak bisa ditukar. Perasaan senang saat memiliki karya unik seperti lukisan, gambar digital, bahkan aset digital lainnya yang hanya dimiliki diri sendiri.
  3. Ada banyak kegembiraan yang berpusat di sekitar teknologi blockchain saat ini. Beberapa orang percaya teknologi dapat membawa perubahan perilaku konsumen yang signifikan. Sama halnya saat pandemi, tampak adanya peningkatan pembelian melalui marketplace daripada pembelian langsung melalui mall. Ini menjadi gagasan yang menarik, dan dengan membeli NFT, artinya dia secara aktif mengambil bagian dari evolusi teknologi itu.
  4. Catatan keaslian dan rantai kepemilikan untuk karya seni yang berharga sulit bertahan. Di blockchain, memungkinkan catatan kepemilikan menjadi jelas dari semua NFT. Artinya karya seni digital yang dimiliki secara teoritis tidak boleh dicuri atau dipertanyakan keasliaannya.
  5. Beberapa orang percaya teknologi tidak akan bersinar sebagai cara mengelola koleksi digital, tetapi dapat berkembang menjadi cara yang lebih baik untuk mengelola dan mengontrol data maupun catatan sensitif.

Kekurangannya:

  1. Seni fisik tidak dapat didigitalkan. Alasannya karena ada daya pikat untuk melihat lukisan unik dengan mata kepala sendiri yang tidak bisa diberikan melalui token ini.
  2. Tidak adanya kepastian nilai. Bagi para ahli sekali pun, NFT adalah aset yang membingungkan. Saat seseorang membeli salah satu dari yang tidak dapat dipertukarkan, itu berarti Anda belum tentu membeli hak cipta atas karya seni tersebut.
  3. Orang-orang masih dapat menemukan salinan seni di internet, meski tokennya Anda miliki. Dan, tidak ada yang menghentikan mereka untuk menyalin dan menempelkan file tersebut di media sosial. Dengan begitu, memiliki aset itu hanya dapat tercatat sebagai pemilik aset yang asli. Jadi, ini bisa menjadi kerugian setelah banyak uang yang dikeluarkan untuk memilikinya.
  4. Setiap catatan yang dimasukkan ke dalam blockchain Ethereum memerlukan komputasi dan penggunaan energi yang signifikan. Berdasarkan penelitian Universitas Cambridge, hampir semua hal yang berkaitan dengan blockchain memberikan dampak buruk bagi lingkungan akibat jumlah energi yang digunakan,

Tentu, kita tidak dapat memungkiri bahwa kemajuan teknologi ini dapat memberikan dampak yang baik. Namun, sebelum melakukannya, pertimbangkan kerugian yang bisa saja terjadi di masa mendatang.

Jika memang tertarik membelinya, lakukan dengan penuh tanggung jawab. Sebab, segala bentuk investasi itu berisiko. [dmr]