Scroll untuk baca artikel
Terkini

Refleksi 22 Tahun Perkampungan Budaya Betawi, Destinasi Pariwisata Budaya

Redaksi
×

Refleksi 22 Tahun Perkampungan Budaya Betawi, Destinasi Pariwisata Budaya

Sebarkan artikel ini

BARISAN.CO – Refleksi 22 Tahun Perkampungan Budaya Betawi atau Milad Kawasan Perkampungan Budaya Betawi, sekaligus Penandatanganan Prasasti Kampung Ismail Marzuki dan Pengukuhan Pengurus Gerakan Sosial Perkampungan Budaha Betawi.

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria mewakili Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan menyampaikan budaya Betawi harus terus dikembangkan. Untuk itu, Perkampungan Budaya Betawi Setu Babakan perlu terus berbenah diri agar lebih lengkap dan lebih baik lagi.

“Jadikan Perkampungan Budaya Betawi ini sebagai laboratorium budaya. Tentu harus diseriusi dengan segala komponen pendukungnya,” imbuhnya saat menyampaikan sambutan yang berlangsung di Gedung Serbaguna Unit Pengelola Kawasan Perkampungan Budaya Betawi, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Jumat (16/9/2022).

Perkampungan Budaya Betawi tercantum dalam Peraturan Daerah No. 3 Tahun 2005 dan lahir pada tanggal 15 September.

Perkampungan Budaya Betawi merupakan perkampungan yang berisikan kenakeragaman budaya Betawi yang bertujuan untuk melestarikan serta mengembangkan budaya Betawi.

Refleksi 22 Tahun Perkampungan Budaya Betawi diisi beragam acara mulai dari tampilan kesenian asli Betawi, atraksi silat, workshop budaya betawi, talkshow juga santunan anak yatim.

Riza Patria berharap kegiatan tersebut dapat menjaga, mengembangkan, melestarikan serta mempromosikan berbagai tradisi masyarakat Betawi di Kota Jakarta.

Ia pun menegaskan, usia 22 tahun Perkampungan Budaya Betawi tentu bukan usia yang muda, seharusnya sudah lebih jauh melangkah mengepakkan sayap-sayap budaya, sehingga dapat lebih maju dan berkembang.

“Perkampungan Budaya Betawi Setu Babakan bisa menjadi destinasi pariwisata budaya, bukan hanya lokal tapi juga mancanegara. Nilai-nilai budaya Betawi yang terbuka, egaliter, demokratis, Islami serta humoris harus terus dijaga dan dikembangkan dan nilai-nilai tersebut menjadi milik semua,” ujarnya.

Lebih lanjut, Riza Patria mengatakan Perkampungan Budaya Betawi Setu Babakan milik kita bersama, harus kita isi, jaga dan terus kita kembangkan baik untuk warga sekitar maupun masyarakat di luar Perkampungan Budaya Betawi. Kita semua bertanggung jawab untuk kelangsungan pelestarian dan pengembangan budaya Betawi di tempat ini,” ucapnya.

“Beberapa waktu lalu di Perkampungan Budaya Betawi ini telah diresmikan nama-nama jalan dengan nama tokoh Betawi, juga pemberian nama zona. Zona C (pulau di tengah Setu Babakan) yang merupakan replika kampung Betawi, pada Refleksi 22 tahun Perkampungan Budaya Betawi ini diubah menjadi Kampung Ismail Marzuki. Maka, hari ini saya akan menandatangani prasasti pergantian nama tersebut,” tuturnya dikutip dari siaran pers PPID DKI Jakarta.

Wagub Riza Patria berharap sosok Ismail Marzuki menjadi inspiratior dan membawa contoh dan teladan bagi seluruh generasi kini dan mendatang.

“Kita bisa berbuat dari sisi mana saja sesuai kemampuan dan kapasitas masing[1]masing. Seperti Bang Maing yang berjuang dengan menggelorakan lagu-lagu hasil karyanya, memberi semangat untuk kemerdekaan,” imbuhnya.

Tak lupa, Riza Patria turut mengapresiasi para Pengurus Gerakan Sosial Perkampungan Budaya Betawi periode 2022-2027 yang baru saja dikukuhkan.

“Organisasi ini ada sebelum Perkampungan Budaya Betawi berdiri, sejak 6 September 1997, 25 tahun saat ini/ulang tahun perak, secara sukarela menjaga, mengawal pelestarian dan pengembangan Perkampungan Budaya Betawi. Terus lakukan hal positif tersebut, berkolaborasi dengan pihak-pihak terkait, utamanya UPK PBB, Forum Jibang dan lainnya,” pungkasnya.