Scroll untuk baca artikel
Terkini

Relawan Jarnas Acil Jukung Giat Sosialisasikan Anies Baswedan Meski Tak Dibayar

Redaksi
×

Relawan Jarnas Acil Jukung Giat Sosialisasikan Anies Baswedan Meski Tak Dibayar

Sebarkan artikel ini

BARISAN.CO – Ketua Jaringan Nasional (Jarnas) Acil Jukung, Hajjah Bustan mengatakan, mendukung Anies Baswedan sebagai calon Presiden 2024 karena melihat rekam jejak yang dibuktikan selama menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta periode 2017-2022.

Menurutnya, banyak orang di Pasar Terapung yang mendukung Anies.

“Orang Banjar pintar menilai orang. Yang memilih orang ga baik dan bodoh itu karena uang,” tuturnya.

Dikatakan olehnya, itu salah, kenapa tidak memilih yang pintar dan baik?

“Kalau aku jujur, ga dikasih uang, ga masalah, yang penting yang aku dukung ini orang baik dan amanah kalau dapat jabatan,” tambahnya.

Bustan menceritakan, dia sering menanyakan capres yang akan dipilih kepada tamunya.

“Katanya, Insya Allah Pak Anies. Alhamdulillah, aku sering ketemu sama tamu-tamu itu,” jelasnya.

Dia menambahkan, tamu tersebut yang sebelumnya tidak mau berbelanja di tempatnya, namun setelah tahu Bustan adalah pendukung Anies justru berbelanja.

“Sering juga aku ketemu orang pendukungnya Pak Anies dari Jakarta dan kota-kota lain,” sambungnya.

Pasca deklarasi di Lok Baintan pada November lalu, relawan Jarnas Acil Jukung giat sosialiasi dan menggaet anggota relawan baru.

Sementara, Bustan berharap apabila Anies terpilih menjadi Presiden nantinya lebih memperhatikan, merangkul, dan membantu masyarakat kecil.

“Sembako juga jangan terlalu mahal. Kalau terlalu mahal, pendapatan orang yang dikampung sedikit,” ungkapnya.

Sebagai pedagang sembako di rumahnya, Bustan tak berdaya jika harga sembako naik.

“Mahal kan beras sekarang? Kalau harga sembako naik, aku ambil untung sedikit aja, kasihan tetangga-tetanggaku,” ucapnya.

Terakhir, dia melemparkan pantun dukungan bagi Anies Baswedan.

“Jakarta ke Banjar ketemu guru dikasih nasihat. Kalau cari pemimpin, Bapak Anies-lah yang paling tepat,” ujarnya tersipu. [rif]